Skip to content

Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir dan Langit-Langit

Universitas Jenderal A. Yani – Celah bibir dan langit-langit (CBL) adalah kelainan yang penyebabnya multifaktorial, yakni faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan dapat merupakan akibat dari mengonsumsi obat-obatan selain suplemen kehamilan, merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan, memiliki riwayat perawatan prenatal, serta mengalami diabetes dan obesitas. Sedangkan untuk faktor genetik adalah terkait riwayat keluarga yang memiliki kelainan celah bibir dan langit-langit. Efek samping yang dirasakan penderita kelainan ini antara lain gangguan bicara dan pendengaran, mengalami kesulitan makan, serta gangguan estetika. Hal ini mendasari mengapa masyarakat terutama keluarga dan pasien CBL perlu mendapat edukasi mengenai kelainan CBL secara umum, serta bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut demi menjaga kualitas hidupnya.


Dari uraian di atas, maka tim Pengabdian Masyarakat FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan pemaparan mengenai Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir/Celah Langit-Langit. Kegiatan ini diselenggarakan di Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon, pada tanggal 5 September 2022. Dengan Dr. Saskia L.N., drg., M.Kes., Sp.BM sebagai Ketua Pelaksana, kami berharap pemaparan ini dapat bermanfaat serta meningkatkan pemahaman dari keluarga dan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut terutama bagi pasien CBL.

Pada pelaksanaan pengabdian kali ini FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani berkoordinasi dengan Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pasien dan keluarga penderita CBL, yang tentunya sangat interaktif dan atentif saat berlangsungnya kegiatan pemaparan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang kemudian dilanjutkan oleh sesi pemaparan mengenai CBL secara umum, pilihan perawatan yang dapat dilakukan, penjelasan mengenai feeding plate/obturator, serta cara menjaga kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan. Setelah kegiatan pemaparan selesai, diadakan sesi tanya jawab sembari dilakukan post test. Hal tersebut bertujuan untuk membandingkan pengetahuan keluarga/pasien CBL mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemaparan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana, tidak lupa diakhiri dengan sesi dokumentasi.
 
Sumber: FKG Universitas Jenderal Achmad Yani

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Email
Print

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
WeCreativez WhatsApp Support
PMB (WA Only)
PMB (WA Only)
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
PMB (WA only)
PMB (WA only)
Tersedia