Skip to content

Peraturan Akademik

 

 

UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

 

 

 

Home / Peraturan Akademik

Peraturan Akademik

Peraturan Akademik Universitas Jenderal Achmad Yani merupakan panduan/pedoman bagi staf pengajar, staf administrasi dan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani dalam menjalani kegiatan akademiknya di lingkungan Universitas. Peraturan Akademik ini berisi berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh Universitas Jenderal Achmad Yani

a. Cuti Akademik

i. Cuti akademik hanya diperbolehkan apabila mahasiswa sudah memiliki izin tertulis dari Biro Administrasi Akademik (BAA) dicap dan ditandatangani.
ii. Cuti akademik lebih dari 2 tahun, baik berturut-turut maupun tidak, harus mengajukan surat permohonan cuti akademik kepada rektor dengan tembusan dekan.
iii. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa aktif dalam kaitannya dengan batas waktu studi.
iv. Selama masa cuti akademik mahasiswa hanya membayar Biaya BPP.
v. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik sebelum evaluasi empat semester pertama. Apabila ada alasan tertentu (misal: hamil/melahirkan, sakit dan harus dirawat di rumah sakit) dan hal tersebut mendapatkan persetujuan rektor dapat diberi izin cuti akademik, namun masa cutinya tetap akan diperhitungkan sebagai masa studi aktif dan dipakai sebagai dasar perhitungan dalam evaluasi.

b. Herregistrasi Setelah Cuti Akademik

Mahasiswa yang ingin aktif kuliah kembali setelah menjalani cuti akademik harus melaksanakan tahapan-tahapan sbb.:

i. Mengajukan surat permohon aktif kuliah kepada dekan (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari dekan) atau kepada rektor (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari rektor). Surat permohonan ini harus sudah diajukan paling lambat 1 bulan sebelum kegiatan semester bersangkutan berjalan.
ii. Melakukan herregistrasi dengan menunjukkan surat izin aktif kuliah dan Kartu Mahasiswa di Kantor Registrasi UNJANI dan melakukan pembayaran BPP dan BOK.

a. Cuti akademik

i. Cuti akademik hanya diperbolehkan apabila mahasiswa sudah memiliki izin tertulis dari Biro Administrasi Akademik (BAA) dicap dan ditandatangani.
ii. Cuti akademik lebih dari 2 tahun, baik berturut-turut maupun tidak, harus mengajukan surat permohonan cuti akademik kepada rektor dengan tembusan dekan.
iii. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa aktif dalam kaitannya dengan batas waktu studi.
iv. Selama masa cuti akademik mahasiswa hanya membayar Biaya BPP.
v. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik sebelum evaluasi empat semester pertama. Apabila ada alasan tertentu (misal: hamil/melahirkan, sakit dan harus dirawat di rumah sakit) dan hal tersebut mendapatkan persetujuan rektor dapat diberi izin cuti akademik, namun masa cutinya tetap akan diperhitungkan sebagai masa studi aktif dan dipakai sebagai dasar perhitungan dalam evaluasi.

b. Herregistrasi setelah cuti akademik
Mahasiswa yang ingin aktif kuliah kembali setelah menjalani cuti akademik harus melaksanakan tahapan-tahapan sbb:
i. Mengajukan surat permohon aktif kuliah kepada dekan (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari dekan) atau kepada rektor (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari rektor). Surat permohonan ini harus sudah diajukan paling lambat 1 bulan sebelum kegiatan semester bersangkutan berjalan.
ii. Melakukan herregistrasi dengan menunjukkan surat izin aktif kuliah dan Kartu Mahasiswa di Kantor Registrasi UNJANI dan melakukan pembayaran BPP dan BOK.

Pada saat memasuki semester baru, setiap mahasiswa harus menentukan program belajarnya untuk semester yang akan berjalan. Matakuliah yang akan ditempuh harus didaftarkan di Seksi Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas dengan cara mengisikan Daftar Rencana Studi ke Sistem Informasi Akademik di masing-masing fakultas/jurusan dan dilanjutkan pendaftaran secara online pada web Sistem Informasi Akademik. Rencana Studi tersebut juga harus mendapat persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik yang telah ditunjuk. Beban SKS yang hendak ditempuh harus berdasarkan perolehan IP pada semester sebelumnya dengan aturan sebagai berikut:
IP Semster Beban Belajar

0.00 – 1,49 12 sks
1,50 – 1,99 15 sks
2,00 – 2,49 18 sks
2,50 – 2,99 21 sks
3,00 – 4,00 24 sks

Apabila pada semester sebelumnya mahasiswa melaksanakan cuti akademik maka besarnya beban sks yang dapat ditempuh adalah beban minimal (12 sks).
Bagi mahasiswa baru, jumlah beban belajar per-semester ditentukan oleh struktur kurikulum dan kebijakan masing-masing fakultas.

Mahasiswa yang kehadirannya di kelas kurang dari 75% dari jadwal yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti ujian matakuliah yang bersangkutan.

Evaluasi studi dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

a. Evaluasi pertama yang diterapkan setelah mahasiswa mengikuti pendidikan selama 4 semester pertama berturut-turut sejak diterima sebagai mahasiswa baru. Evaluasi dilakukan pada akhir semester 4. Pada evaluasi ini mahasiswa harus sudah mengumpulkan minimal 30 sks dengan IPK minimal 2,00. Apabila tidak memenuhi syarat tersebut, mahasiswa bersangkutan tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan studinya di UNJANI atau drop out.

b. Evaluasi tahap kedua yang diterapkan menjelang masa studi kesarjanaan terprogram akan berakhir sesuai dengan jangka waktu yan ditentukan oleh masing-masing program studi. Evaluasi tahap ini diterapkan kepada mahasiswa yang mempunyai masalah dengan pencapaian prestasi akademik yang jauh dari ketentuan yang berlaku.

c. Evaluasi akhir yang diberlakukan pada akhir batas masa studi yaitu pada semester ke-14 atau setelah 7 tahun masa studi.

Jika Kebingungan Hubungi Kami !

Universitas Jenderal Achmad Yani memiliki 37 pilihan Program Studi yang terdiri dari 4 Prodi Jenjang Vokasi, 22 Prodi jenjang Sarjana, 5 Prodi jenjang Profesi, dan 6 Prodi jenjang Magister. Contact Us!

Hubungi kami melalui e-mail

Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
WeCreativez WhatsApp Support
PMB (WA Only)
PMB (WA Only)
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
PMB (WA only)
PMB (WA only)
Tersedia