UKM Bharawana Ikuti Kegiatan Gerakan Pungut Sampah

(Universitas Jenderal A. Yani) – Dalam melestarikan alam dan menjaga lingkungan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta alam di Universitas Jenderal A. Yani, Bharawana, mengikuti kegiatan Gerakan Pungut Sampah. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di Gunung Bukit Tunggul, Gunung Sanggara serta Danau Lembah Tengkorak dan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Maret 2022.


Kegiatan ini melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang sering digunakan untuk pendidikan karena merupakan salah satu tempat rawan untuk adanya sampah. Pada acara ini, diikuti oleh kurang lebih 25 orang dari berbagai Mapala di Kota Bandung yang bergabung.

Dengan dilakukannya aksi pungut sampah ini, adalah salah satu wujud kepedulian terhadap lingkungan. Dikarenakan pasca pendidikan, dipastikan banyaknya sampah yang menumpuk di sekitar camp pendidikan, dan dengan diadakannya kegiatan ini menjadi momentum untuk kesadaran akan isu sampah yang sudah menjadi isu kritis.
 
Sumber: UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail

Pasca Zero Waste Expedition, UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Presentasi Umum

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bharawana Universitas Jenderal A. Yani menyelenggarakan Presentasi Umum secara virtual melalui Zoom Meeting. Tema yang dibahas dalam presentasi ini yaitu “Masurai Zero Waste Expedition”. Acara dilaksanakan pada hari Kamis (21/10) malam dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan.

Kegiatan presentasi umum ini merupakan pemaparan terkait hasil dari ekspedisi pendakian ke Gunung Masurai, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Pada pendakian ini, Bharawana Universitas Jenderal A. Yani menggunakan konsep zero waste atau minim sampah plastik dan dilaksanakan pada 10 – 24 September 2021 oleh Sdr. Dauda Qodir Ramdani (Jabon) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen Angkatan 2020.
Pada acara ini, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D berkenan hadir secara virtual dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Masurai Zero Waste Expedition yang dilaksanakan oleh Bharawana Universitas Jenderal A. Yani. Beliau berharap konsep zero waste ini tidak hanya dilakukan pada saat mendaki gunung, tetapi juga bisa diterapkan di lingkungan kampus Universitas Jenderal A. Yani.


Selain dihadiri oleh Rektor, acara ini juga dihadiri oleh dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes. (Wakil Rektor III Universitas Jenderal A. Yani), Dr. Arlan Siddha, S.IP., M.A. (Pembina Bharawana), Mayor Jenderal TNI Purn. Witjaksono, M.Sc, NSS. (Rektor Universitas Jenderal A. Yani Periode 2016 – 2020 sekaligus Anggota Kehormatan Bharawana), Drs. Bambang Setyawan, M. Psi., Amir Nuyman, S. Psi., M. Psi. (Wakil Dekan III Fakultas Psikologi), Drs. Harry Victor, MPH., Psikolog., mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani, dan para mapala di Indonesia.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

UKM Bharawana Univ. Jenderal Achmad Yani Gelar Masurai Zero Waste Expedition Desa Sungai Lalang

(Humas Unjani) – UKM Bharawana Univ. Jenderal Achmad Yani gelar \”Masurai Zero Waste Expedition\”. Upacara keberangkatan ini dihadiri oleh Perwakilan dari Warek III (Kabag Kemahasiswaan) , Pembina Harian Bharawana, Ormawa Unjani, dan Anggota Bharawana. Ekspedisi ini akan dilaksanakan pada 10- 24 September 2021.

Sesuai dengan nama Ekspedisi kali ini yaitu Masurai Zero Waste Expedition, ekspeditor saat melakukan pendakian ke Gunung Masurai ini menggunakan konsep zero waste (minim sampah). Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir sampah yang dihasilkan saat pendakian gunung. Semoga dengan adanya ekspedisi ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk ikut meminimalisir penggunaan sampah plastik.

Disamping kegiatan pendakian, juga dilaksanakan pemberian tempat sampah kepada Pihak Desa Sungai Lalang agar dapat digunakan dan bermanfaat bagi warga sekitar sebagai bentuk kepedulian untuk meminimalisir penggunaan sampah.

UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Konservasi Lingkungan

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penjelajah Rimba & Pendaki Gunung Bharawana Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar Berpetualang Dengan Konsep Zero Waste pada masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Jumat (30/07/2021) malam dengan mengundang Dr. Arlan Siddha, S.IP., M.A., Dwi Retnastuti, ST., dan Siska Nirmala. Acara webinar juga dimoderatorkan oleh Tiara “Peti” Dwi Lestari.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan dari Ketua UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor III Universitas Jenderal A. Yani, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., yang mewakili Rektor Universitas Jenderal A. Yani. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi, dalam kondisi pandemic, Bharawana juga tetap produktif salah satunya adalah dengan mengadakan acara ini. Acara ini juga menarik karena saya melihat, orang muda, generasi muda, seharusnya sudah memikirkan kondisi alam 10, 20, 30 tahun mendatang. Kenapa? Karena kondisi nanti itu bagaimana apa yang kita kerjakan hari ini.”

Acara lalu masuk ke bagian inti yaitu paparan presentasi dari pemateri pertama, Dwi Retnastuti, ST., Tim Kampanye Urban Walhi Jabar/Direktur Salam Institute. Dalam paparannya, beliau membahas Kondisi Persampahan di Indonesia. Poin-poin yang bisa didapatkan dari presentasi ini yaitu, bahwa permukiman, perkantoran, industri, pertokoan, pasar, sekolah, fasilitas umum dan yang lainnya dapat menghasilkan tiga jenis sampah. Ketiga jenis sampah tersebut yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah b3. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016, jumlah sampah di Indonesia mencapai 65.200.000 ton per tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 261.115.456 orang. Pada tahun 2019, jumlah sampah meningkat menjadi 67.800.000 ton per tahun dengan komposisi sampah organik 57%, sampah plastik 15%, sampah kertas 11%, dan sampah lainnya 17%.
Permasalahan sampah yang lain adalah, bahwa Indonesia penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Plastik dari hasil 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Dalam aspek berkelanjutan, perihal sampah bergantung pada lima aspek manajemen sampah. Kelima aspek tersebut yaitu, adanya peraturan daerah yang mengatur pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pengurangan dan penanganan sampah, sarana-prasarana dalam pelaksanaan teknis-operasional, memiliki sistem pembiayaan yang mencukupi, dan adanya Lembaga professional dalam pengelolaan sampah.
Selanjutnya merupakan paparan dari pemateri kedua, Dr. Arlan Siddha, S.IP., M.A., pengamat kebijakan pemerintahan dan juga dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Jenderal A. Yani. Beliau memberi paparan dengan membahas Problematika Dinamika Sampah. Menurut Arlan, perihal pengelolaan sampah sudah tertuang pada Kebijakan Pemerintah UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, PP No. 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga, dan permen lingkungan hidup PP No. 81 tahun 2012 sebagai peraturan pelaksanaan. Beliau juga menambahkan bahwa sampah menjadi persoalan yang muncul dalam pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah, namun setelah itu tidak serius dalam mengelolanya. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), terdapat 68 juta ton sampah dan selalu menjadi objek yang disalahkan ketika datang banjir, namun pengelolaannya tidak serius. Perihal Zero Waste, Arlan mengingatkan bahwa kita harus menjadi smart customer dengan membeli barang yang kita butuhkan dan membeli makanan secukupnya. Selain itu, kita harus memulai untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Berikutnya merupakan diskusi atau sharing dari Siska Nirmala, Zero Waste Adventure. Dalam diskusinya, Siska membahas tentang apa yang bisa kita lakukan, di level individu, dengan kecintaan pada kegiatan petualangan. Siska juga menjelaskan tentang Zero Waste Adventure yang merupakan sebuah individual movement atau gerakan individu yang telah dilakukan oleh dirinya sejak tahun 2012. Selain itu, Siska juga menambahkan tentang Zero Waste yang sebetulnya merupakan gaya hidup, sederhananya adalah meminimalisir sampah sampai nol. Konsep utamanya adalah 3R, Reduce, Reuse, Recycle, tetapi fokus pada yang pertama yaitu Reduce, dan sebisa mungkin meminimalisir sampah sejak awal.
Kegiatan webinar berjalan dengan menarik dan lancar. Selain itu, webinar juga berjalan sesuai dengan rancangan acara yang telah dibuat.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto