Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan, Warga Universitas Jenderal Achmad Yani Ikuti Ceramah Rohani

(Universitas Jenderal A. Yani) – Para staf dan keluarga besar Universitas Jenderal Achmad Yani mengikuti kegiatan ceramah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan pada hari Jumat (25/3) di Masjid Al-Hidayah Universitas Jenderal Achmad Yani. Kegiatan diawali dengan Tilawah oleh Ustadz Miftahul Huda dan dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan dari Pembina UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Luqman Munawar Fauzi, S.IP., M. Si.


Beliau menyebutkan bahwa kegiatan ceramah ini dilaksanakan agar kita menjadi umat mulim dan Muslimah yang baik dan melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan penuh barokah. Selanjutnya adalah pemberian materi yang dibawakan oleh Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. Dalam pemberian materi, beliau menyebutkan bahwa Ramadhan secara bahasa artinya panas yang berarti membakar, karena puncak panas berada pada bulan panas yang dimaksud disini adalah membakar/menghapus kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Beliau mengilustrasikan bulan suci ini sebagai universitas yang disebut juga Universitas Ramadhan. Universitas ini mengumpulkan peserta didik yang memenuhi syarat tertentu. yang pertama adalah mukminin atau beriman yang berarti meyakini dalam hati dan dibuktikan dengan syahadat dan siap mengamalkan dalam perbuatan. Kedua adalah mukhlisin yaitu menjadi orang yang ikhlas kepada Allah SWT. maka hal utama yang harus kita siapkan sebelum memasuki Universitas Ramadhan adalah menyiapkan diri kita agar pantas menjadi orang yang beriman dihadapan Allah SWT.


Selanjutnya beliau menyebutkan bahwa Universitas Ramadhan ini merupakan ajang pembelajaran kepada kita semua untuk merasakan apa yang dirasakan oleh para fakir miskin yang kelaparan setiap harinya. dari situlah kita memulai rasa simpati dan saling mengerti antar satu sama lain.
Beliau juga menyebutkan bahwa pada Universitas Ramadhan, ada dua perintah yang digandengkan di bulan Ramadhan ini, yaitu bertakwa kepada Allah dan melangsungkan silaturahim. kita harus selalu mengingat kebaikan orang lain terhadap kita dan tidak boleh membicarakan keburukan orang-orang baik didepan maupun dibelakangnya. Sehingga kita harus terus berusaha menjadi lebih baik lagi sampai akhirnya kita mendapatkan gelar takwa
 
Penulis: Shabila Pridadindya – (Hubungan Internasional – 2021) & Diva Devina Suphia _ (Ilmu Keperawatan – 2021)
Editor: M. Ismail

Letnan Jenderal TNI A.M. Putranto Beri Kuliah Umum untuk Para Pimpinan di Lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani

(Universitas Jenderal A. Yani) – Mantan Dankodiklatad, Letnan Jenderal (Letjen) TNI A.M. Putranto, S.Sos., memberikan kuliah umum tentang kepemimpinan bagi para pimpinan di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani pada hari Selasa (8/2). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan juga terpusat di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani. Pada kesempatan ini, acara dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, para Dekan, para Wakil Dekan, dan para pimpinan di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani.


Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D menekankan kepada para Kaprodi untuk menunjukkan kepemimpinan dan menyampaikan ide-ide untuk diolah menjadi keunggulan bagi Universitas Jenderal Achmad Yani. “Saya mohon kepemimpinan dari Bapak-Ibu sekalian, itu nomor satu. Nomor dua adalah Bapak-Ibulah yang punya ide-ide besar yang disampaikan ke para Dekan atau universitas dan bakal diolah yang menjadi keunggulan Universitas Jenderal Achmad Yani,” ujar Rektor.
Selanjutnya merupakan bagian inti acara yaitu ceramah umum dari Letjen TNI A.M. Putranto kepada para peserta yang hadir. Pada bagian awal, beliau menceritakan pengalamannya tentang kepemimpinan selama masa dinasnya sebagai prajurit TNI AD dan juga menyampaikan harus seperti apa pemimpin bertindak.



Pertama, seorang pemimpin harus memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu melaksanakan segala tanggung jawab yang diemban tanpa harus mendapatkan imbalan dari pihak lain. Kedua, seorang pemimpin harus mengetahui bagaimana cara memotivasi anggotanya atau orang lain untuk mau ikut serta dalam mewujudkan tujuan bersama. Ketiga, pemimpin juga mempunyai keinginan untuk mendengarkan keresahan dan pendapat dari orang sekitar. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa pemimpin itu tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang orang tersebut.
Kegiatan kuliah umum diakhiri dengan pemberian plakat dan sertifikat kepada Letjen TNI A.M. Putranto oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani. Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
 
Penulis: Muhammad Iqbal Maulana (Hubungan Internasional-2020)/Yosep Setiawan (Informatika-2020)
Editor: M. Ismail