Crisis Center Universitas Jenderal Achmad Yani Adakan Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Binaan

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Minggu tanggal 07 Agustus 2022, Crisis Center Unjani (CCU) berkolaborasi bersama Fakultas Kedokteran bersama-sama mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat Pengobatan Gratis serta Deteksi Dini Kecemasan dengan Metode Medis dan Psikologis Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lingkungan Sekitar Mahasiswa dan Desa Pasirangin, Kec. Darangdan, Purwakarta. Dengan mengusung tema “Bersama-sama Menuju Hidup Sehat” serta pelayanan kesehatan yang diberikan yaitu, pengecekan kesehatan, pengobatan gratis, konsultasi dan deteksi dini kecemasan.  Kegiatan ini menjadi salah satu program dari Bidang Kesehatan CCU Movement Desa Mandiri.


Acara ini diselenggarakan di wilayah RT 27 Dusun 3, Desa Pasirangin, Kec. Darangdan, Purwakarta dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan khususnya di wilayah RT 30 dan RT 27 Dusun 3. Hal ini pun sejalan dengan misi Universitas Jenderal Achmad Yani yaitu “Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat yang handal dan akuntabel serta mampu memenuhi tuntutan masyarakat pengguna jasa pendidikan tinggi.”
Jumlah personil yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 50 personil yang terdiri dari relawan CCU yang didalamnya yaitu Prodi Keperawatan, Prodi Kebidanan, Prodi Farmasi, Prodi Psikologi, serta ditambah dengan Dokter dan Dokter Co-Ass dari Fakultas Kedokteran, yang dikoordinasi oleh Herizal Izzatur Rahman sebagai Koordinator CCU. Selain itu, pada kegiatan ini turut diikuti oleh dosen dan tim ahli CCU untuk mengawasi jalannya kegiatan diantaranya, Rina Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, apt. Anggi Gumilar, M.Si, Dede Fera, S.Psi., MM, dan Bapak Harry Victor D., Drs., MPH.


Turut hadir pada acara ini yaitu Kepala Desa Pasirangin, perwakilan Kodim Purwakarta, Kepala Dusun 3, Pak Darwita selaku koordinator wilayah, dan tokoh masyaarakat lainnya. Acara dibuka dengan pemberian sambutan baik dari masing-masing perwakilan CCU dan juga Tokoh Masyarakat setempat. Jumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan pengobatan gratis sebanyak 120 masyarakat, dengan waktu pelayanan kesehatan dari pukul 10.00 sampai dengan 16.00 WIB.
Momentum ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh Prodi Teknik Sipil untuk survei lokasi dan melihat situasi di wilayah desa binaan, dengan didampingi oleh Agustin Purwantini, Ir., MT. & Dian Indrawati, ST., MT. selaku Dosen dan tim ahli CCU bersama 3 orang mahasiswa Himpunan Teknik Sipil melakukan survei terkait ketersediaan air baku dan pengecekan kontur tanah.
Harapannya dengan berdirinya desa binaan yang diinisiasi oleh CCU bisa menjadi laboratorium bersama oleh seluruh civitas akademika unjani yang ingin melakukan pengabdian masyarakat, sehingga program yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih komperhensif karena melibatkan banyak disiplin ilmu.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Program Movement Desa Mandiri

Universitas Jenderal A. Yani – Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani (CCU) Movement Desa Mandiri adalah program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dengan sasaran desa-desa tertinggal. Ada tiga bidang utama dari program ini yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kedehatan, Bidang Ekonomi. Untuk tahun ini program #CCUMOVEMENT Desa Mandiri hadir di wilayah Kampung Cimadang, Desa Pasirangin, Kec. Darangdan, Purwakarta, dan akan terus belanjut hingga bulan Desember 2022.


Pada hari Minggu (5/6) Bidang Pendidikan menjadi pembuka pada program ini. Dilaksanakan dengan memberikan kegiatan edukasi seperti menonton film animasi pendek yang mengajarkan pentingnya buang sampah pada tempatnya, dan kegiatan tanya jawab yang dikemas dalam permainan ular tangga. Harapannya, agar bisa memberikan pemahaman akan tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim 1 Bidang Pendidikan dan pengurus CCU dengan total keseluruhan personil yang ikut serta sebanyak 19 anggota. Kedepannya, dengan di adanya program CCU Movement Desa Mandiri, para civitas akademika Universitas Jenderal A. Yani dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di desa-desa yang masih tertinggal. Hal ini juga sebagai bentuk pengamalan dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi.
 
Sumber: CCU
Editor: M. Ismail

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bersama BPBD

Universitas Jenderal A. Yani – Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani (CCU) sukses menggelar webinar tanggap bencana bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada hari Minggu (15/5) secara online. Kegiatan ini berjudul Webinar Kesiapsiagaan Bencana Nasional dengan tema Perguruan Tinggi Tanggap Bencana dan dibawakan oleh MC Chintya Putri Wijaya dan Dwi Rachma. Webinar juga dimoderatori oleh Ketua Harian CCU, Rina Sari, M.Psi., Psikolog. dan turut mengundang Drs. Edy Heryadi, M.Si. selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD sebagai pemateri.

Kegiatan diawali oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Jenderal A. Yani kemudian dilanjutkan dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh salah satu relawan CCU, Muhammad Fadhil Harmain. Setelah itu merupakan sambutan pertama oleh Ketua Pelaksana Webinar, Mia Aditya, yang memaparkan laporan kegiatan serta berharap bahwa dengan diselenggarakannya webinar ini mampu menambah wawasan akan hal mitigasi bencana baik untuk mahasiswa maupun kampus dan menjalin talisilahturahmi. Tak lupa juga memberikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya hingga acara ini dapat berjalan dengan baik.


Kemudian, sambutan dari Ketua Umum CCU, Afini Freud Dwi, M.Psi. mengatakan, “Semoga kegiatan ini dapat menjadikan bekal untuk semua Mahasiswa Unjani terkhususkannya untuk para relawan CCU.” Selanjutnya, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M, Ph.D, dalam sambutanya beliau mengatakan sangat bangga dengan para mahasiswanya karena telah membuat kegiatan yang menimba ilmu seperti ini. Rektor juga secara langsung membuka acara webinar ini secara resmi setelah menyampaikan sambutan.
Acara selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Pak Edy dan memaparkan bahwa kita harus mengenali terlebih dahulu apa itu bencana serta apa saja macam-macam bencana yang terjadi di Indonesia. Beliau menyampaikan arahan Presiden dalam Rakornas PB 2022 bahwa menekankan pada pembangunan sistem edukasi kebencanaan berkelanjutan di daerah rawan bencana.


Budaya sadar bencana harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat. Indonesia tangguh bencana harus dilakukan semua pihak, karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Dilanjutkan dengan pemaparan bagaimana cara memanajemn penanggulan bencana dan risiko bencana, serta peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana. Setelah semua dipaparkan dilanjut dengan kegiatan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Kemudian diakhiri dengan melakukan absensi dan sesi dokumentasi.

Webinar yang diselenggarakan oleh CCU dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2022. HKBN sendiri jatuh pada tanggal 26 April dengan dasar dibentuk atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu untuk dapat melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak. Namun, karena membutuhkan persiapan dan terjeda libur Idul Fitri, CCU baru bisa mengadakan webinar di tanggal 15 Mei 2022.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail/Humas

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan PFA

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Minggu (20/3), Crisis Center Universitas Jenderal Achmad Yani (CCU) telah melaksanakan pelatihan Psychological First Aid (PFA). PFA atau Pertolongan Psikologis Pertama (P3) dideskripsikan sebagai sebuah respons yang bersifat manusiawi dan supportif kepada sesama manusia yang sedang menderita atau memerlukan dukungan (Sphere, 2011 & IASC, 2007).


Dengan fokus utama dari CCU pada Krisis Kemanusiaan dan Bencana Alam. Pelatihan PFA ini menjadi wadah bagi para pengurus serta relawan agar lebih siap dalam menghadapi situasi dan kondisi saat terjun ke bencana alam dan krisis kemanusiaan lainnya. Pada pelatihan ini materi yang diberikan berupa, pengenalan apa itu PFA, bagaimana seseorang dapat membantu dengan bertanggung jawab, hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam PFA ini.


Selain itu, juga cara untuk peduli pada diri sendiri dan rekan kerja. Sebagai relawan kita harus peduli dengan keadaan fisik maupun psikis korban. Dengan pelatihan ini relawan akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam menangani korban saat terjun ke lapangan.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Purwakarta

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Minggu (27/2), Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani (CCU) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dengan tajuk “Cimadang Kampung Mandiri”. Kegiatan tersebut berupa pengecekan kesehatan gratis dan pembukaan sudut baca di Kampung Cimadang RT/RW 30/06, Dusun 3, Desa Pasir Angin, Purwakarta dengan menyerahkan secara simbolis buku bacaan dan mainan edukatif anak kepada Kepala Desa Pasir dan ini menjadi titik awal kegiatan pembangunan desa secara berkelanjutan yang akan dilaksanakan oleh CCU.


Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar beserta Kepala Desa Pasir Angin, Bapak Rohidin, lalu Bapak Darwita selaku penyedia tempat kegiatan, Ketua RW 06, Ketua RT 30 serta Kodim 0619 Purwakarta. Dalam sambutannya, Kepala Desa meberikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan harapan agar kegiatan ini dapat terus berkelanjutan. Senada dengan Kepala Desa, perwakilan dari Kodim 0619 Purwakarta juga mengatakan, “Kedatangan dari tim Unjani sangat diharapkan dalam upaya pengembangan masyarakat disini, terlebih Kampung Cimadang menjadi wilayah pedalaman, semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan.”
Sedangkan dari CCU menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini menjadi sebuah momentum dan bisa membawa dampak positif untuk kemajuan Kampung Cimadang. Jumlah personel CCU yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 26 relawan yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes), Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta didukung oleh tim ahli CCU.


Kampung Cimadang RT/RW 30/06, Dusun 3, Desa Pasir Angin, Purwakarta merupakan kampung yang berada di ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut (dpl), kampung tersebut terletak di kaki Gunung Burangrang dengan jumlah penduduk mencapai 130 jiwa (45 KK). Potensi sumber daya alam yang ada di kampung Cimadang meliputi hasil perkebunan seperti perkebunan buah, kopi, sayur-mayur, kopi, cengkeh, dan aren.
Dilihat dari letak geografis yang cukup terpencil, sehingga baik infrastruktur maupun fasilitas publik untuk masyarakat disana pun masih kurang, yang berdampak pada sektor pendidikan maupun kesehatan masih perlu diberikan dukungan. Hal ini yang mendasari CCU menciptakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kampung Cimadang. Dengan diadakannya kegiatan pengecekan kesehatan gratis dapat sekaligus mengedukasi warga sekitar untuk lebih peduli pada kesehatan, dan juga dengan didirikannya sudut baca untuk anak-anak harapannya bisa meningkatkan literasi anak-anak desa menjadi lebih baik.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail/Humas Universitas Jenderal A. Yani

Tips dan Trik Membangun Bisnis dengan Digital Marketing bersama Lukni Burhanudin

(Humas Unjani) – Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani (CCU) menyelenggarakan webinar dengan tema “The Key to Build a Business with Digital Marketing – For Basic”. Webinar dilaksanakan pada hari Sabtu (18/09/2021) melalui aplikasi Zoom Meeting dan masih dalam masa perpanjangan PPKM. Kegiatan webinar ini dimoderatorkan oleh Kiki Mutiara Sariah (Mahasiswi Prodi Manajemen) dan Herizal Izzatur Rahman (Mahasiswa Prodi Psikologi) serta diisi oleh Lukni Burhanudin, S.DS., MSM. (Praktisi Bisnis dan Dosen FEB Universitas Jenderal A. Yani) sebagai pemateri.

Acara masuk ke bagian inti yaitu paparan dari pemateri. Lukni menyampaikan bahwa perkembangan pasar digital naik sebanyak 6,3 kali lipat dalam empat tahun. “Jadi bayangkan, pasar yang tadinya mungkin belum banyak yang menggunakan, gitu ya, tapi seiring sekarang, makin kesini apalagi sekarang pandemi, semua orang mau gak mau menuntut ke dunia digital”, ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa kita tidak boleh tertinggal dalam perubahan perkembangan pasar dan apabila kita memiliki usaha, harus masuk ke pasar digital.
Dalam berbisnis digital, Lukni menyebutkan ada banyak channel untuk dapat menjual produk diantaranya media sosial (YouTube, Instagram, Whatsapp, Tiktok), e-Commerce, influencer marketing, email marketing, dan lain-lain. Selain itu, Lukni juga menekankan bahwa kita membuat produk yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa orang lain untuk membeli produk kita.

Terdapat 8 cara dalam memulai berbisnis yang disampaikan oleh Lukni. Ke-8 cara ini antara lain, memulai sesuai dengan passion, mencari pasar dan pesaing, membuat ide, validasi pasar, analisa hasil, produksi masa, monitoring, dan peningkatan berkelanjutan.
Setelah pemaparan materi tersebut, webinar dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pemateri dan peserta. Webinar diikuti oleh kurang lebih 130 peserta dan berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, serta umum. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan yang diharapkan.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto