D3 Kebidanan FITKes Universitas Jenderal A. Yani Adakan Pelatihan HBB

Universitas Jenderal A. Yani – Program Studi Kebidanan (D3) mempunyai visi untuk menghasilkan lulusan yang inovatif dan berkarakter unggul. Komitmen yang kuat Prodi Kebidanan (D3) untuk membekali pada lulusannya dengan kemampuan berdaya saing dan unggul saat di dunia kerja. Salah satu upaya yang dilaksanakan Program Studi Kebidanan (D3) adalah dengan melaksanakan pelatihan Program Helping Babies Breathe (HBB).


Program Helping Babies Breathe (HBB)/Membantu Bayi Bernafas adalah program menekankan pada kehadiran penolong yang terampil saat mendampingi kelahiran, penilaian setiap bayi, dukungan/bantuan dari keluarga ibu yang akan melahirkan, persiapan berbagai peralatan yang dibutuhkan, suasana ruangan dan ventilasi sesuai kebutuhan. Pada saat persalinan sebagian besar masyarakat meminta pertolongan Bidan sehingga dituntut mempunyai kompetensi dalam pertolongan bayi segera setelah lahir, khususnya yang membutuhkan bantuan nafas.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perhimpunan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) wilayah Pusat dan Jawa Barat dengan Pelatih yang dipimpin oleh Koordinator Program Helping Babies Breath (HBB) yaitu dr. Aris Primadi, Sp.A (K). Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 39 mahasiswa tingkat III yang telah selesai dalam program akademik. Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi mahasiswa dalam kemampuan professional seorang Bidan Vokasi dalam melakukan tatalaksana pada bayi baru lahir yang membutuhkan bantuan pernafasan.
Pelatihan HBB dilaksanakan pada hari Sabtu (06/08) di Gedung G FITKes Universitas Jenderal A. Yani dan diikuti dengan antusias oleh para peserta yang hadir.
 
Sumber: D3 Kebidanan FITKes Univ. Jenderal Achmad Yani
Editor: Ismail

Prodi D3 Kebidanan Selenggarakan Pelatihan PPGDON

Universitas Jenderal A. Yani – Guna meningkatkan kualitas calon Bidan, FITKes Universitas Jenderal A. Yani melalui Prodi D3 Kebidanan mengadakan pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat, Obsentrik & Neonatal (PPGDON). Kegiatan ini dimulai pada hari Rabu (27/7) dan berlangsung hingga Sabtu (30/7) di Gedung FITKes Universitas Jenderal A. Yani.


Melansir dari fik.old.unipdu.ac.id, pelatihan PPGDON merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi bidan / calon bidan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membawa perubahan di bidang kesehatan, terutama dalam kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat memberikan pertolongan atau atau Asuhan Kebidanan yang tepat dan benar dalam kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, sehingga pada akhirnya apabila terjun langsung ke masyarakat nantinya dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta dapat melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian dengan kompetensi profesinya sebagai bidan. Pelatihan PPGDON ini juga sangat begruna untuk menjadi bekal sebelum bekerja di Rumah Sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain.


Kegiatan PPGDON dibuka oleh Wakil Dekan III FITKes, Dzul Akmal, S.KM., M.Kes., dan dihadiri juga oleh Wakil Dekan I, Sekprodi D3 Kebidanan, para Dosen D3 Kebidanan, dan Emergency Medical Services 119 Jakarta. Harapannya, dengan mengikuti pelatihan PPGDON ini para calon Bidan dari FITKes Universitas Jenderal A. Yani dapat menjadi lulusan yang unggul.
 
Penulis: M. Ismail

57 Mahasiswi Kebidanan FITKes Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Kegiatan Angkat Janji

(Universitas Jenderal A. Yani) – Sebanyak 57 mahasiswi yang berasal dari Prodi D3 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FITKes Universitas Jenderal A. Yani mengikuti kegiatan pengambilan janji dalam Angkat Janji Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022. Acara ini berlangsung di Gedung G FITKes pada hari Kamis (24/3) pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cabang Kota Cimahi, Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Ketua Prodi Kebidanan D3 dan Ketua Prodi Pendidikan Profesi.


Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta dibuka dengan Ketua Panitia Angkat Janji, Dzul Akmal, S.KM., M.Kes, dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Universitas Jenderal A. Yani. Masuk ke bagian inti acara yaitu penyematan lencana Mahasiswi oleh Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani dilanjutkan dengan pembacaan naskah Janji Mahasiswi yang diikuti oleh seluruh peserta angkat janji serta penandatanganan naskah Janji Mahasiswi dan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IBI Cabang Cimahi, Suciyati YR, SST., MTR.Keb.
Dalam sambutanya, beliau menyampaikan rasa bangga dan mengucapkan terima kasih ke FITKes Universitas Jenderal A. Yani karena selalu bersama dengan organisasi profesi untuk menjawab segala tantangan layanan kebidanan dimasa stanting dan organisasi profesi menjadi lebih tenang karena dengan adanya pendidikan profesi tentu saja akan menjawab tantangan kami ditahun 2026. Angkat janji tidak hanya sekedar acara seremonial belaka tetapi yang kita ucapkan harus dihayati dan dilaksanakan.


Selanjutnya, sambutan dari Dekan FITKes, Gunawan Irianto, dr., M.Kes, beliau menyampaikan bahwa pasien adalah gurumu, tanpa adanya pasien tersebut maka para mahasiswi tidak bisa menjadi apa apa. Janji yang diucapkan merupakan bekal pertama setalah nanti turun ke lapangan (praktek) yang langsung berhubungan langsung dengan manusia. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada mahasiswi berprestasi bidang non-akademik oleh Dekan FITKes.
Kegiatan Angkat Janji diakhiri dengan menyanyikan Mars Universitas Jenderal A. Yani dilanjutkan dengan pembacaan doa serta memberikan penghargaan kepada Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Cimahi dan ditutup dengan foto bersama.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Editor: M. Ismail

Program Studi Kebidanan FITKes Universitas Jenderal A. Yani Sukses Menggelar Webinar Nasional

(Universitas Jenderal A. Yani) – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal A. Yani melalui Program Studi (Prodi) Kebidanan, sukses menyelenggarakan webinar nasional. Webinar ini juga terselenggara atas kerjasama dengan Pengurus IBI Ranting Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (1/3) secara online melalui Zoom Meeting dengan tema yang diambil yaitu Update Asuhan Antenatal dan diikuti oleh peserta dari kalangan profesi bidan serta mahasiswi kebidanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Webinar dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne IBI secara virtual lalu dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia kegiatan, Ati Nurwita, S.ST., M.Keb. Selanjutnya, kegiatan merupakan sambutan dari Ketua PC IBI Kabupaten Bandung Barat, Yeti Heryani, A.Md.Keb., SKM., MM. dan dibuka secara resmi oleh Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, Gunawan Irianto, dr., M.Kes.


Bagian inti acara dimulai dengan paparan presentasi dari pemateri pertama yaitu Lina Haryani, M.Keb., yang juga merupakan Dosen Kebidanan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, dengan pembahasan Layanan Kehamilan Terpadu. Dalam materinya, terdapat empat tujuan Antenatal Care (ANC) yaitu memanfaatkan buku KIA dalam pelayanan antenatal terpadu, memahami pentingnya P4K dan melakukan rujukan kasus ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai sistem rujukan yang berlaku, melakukan deteksi dini pada ibu hamil, dan melakukan pelayanan antenatal terintegrasi, komprehensif dan berkualitas.

Selain itu, juga terdapat 11 poin integrasi berbagai program dalam pelayanan antenatal, salah satunya pelayanan ANC dalam masa pandemi Covid-19. Dalam masa pandemi saat ini, untuk tenaga kesehatan yang melayani ibu hamil wajib memakai APD yang sesuai standar protokol Covid-19. Selain itu, melaksanakan tatalaksana isolasi bayi dari ibu suspek, kontak erat, atau terkonfirmasi Covid-19 merupakan fokus utama dalam manajemen pertolongan persalinan.

Selanjutnya, merupakan penyampaian dari materi kedua, dr. Laila Mahmudah, MPH selaku Kepala Seksi Kualitas Hidup Balita dan Anak Prasekolah Kemenkes RI dengan membahas Kupas Tuntas Buku KIA. Dalam paparannya, dr. Laila menunjukkan data persentase Angka Kematian Ibu (AKI) dan penyebabnya. Beliau juga mengungkapkan strategi percepatan penurunan AKI dan AKB melalui fasilitas pelayanan kesehatan baik Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit. Sebagai penutup, dr. Laila mengharapkan peran yang diharapkan yaitu meningkatkan peran keluarga dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan masyarakat dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi dalam pelayanan.
Webinar nasional ini berjalan dengan baik dan lancar, terdapat juga banyak pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri. Dengan ini, kegiatan berjalan dengan interaktif. Terakhir, kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para beberapa peserta dalam webinar ini.
 
Penulis: M. Ismail

316 Mahasiswa FITKes Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Angkat Janji

(Universitas Jenderal A. Yani) – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan Angkat Janji Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu (29/12) dan bertempat di Gedung G FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Sebanyak 316 mahasiswa mengikuti Angkat Janji terdiri dari 161 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan, 108 mahasiswa program studi D3 Keperawatan, dan 47 mahasiswa program studi D3 Kebidanan.
Mengingat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pelaksanaan acara kali ini diadakan secara hybrid. Sebanyak 9 orang perwakilan mahasiswa hadir secara langsung, sedangkan mahasiswa lainnya mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming di kanal YouTube FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNJANI.


Angkat Janji mahasiswa ini merupakan acara yang dilaksanakan sebelum mahasiswa melaksanakan praktik kerja lapangan di tempat pelayanan kesehatan. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan beserta jajarannya, dan para Ketua Program Studi di lingkungan FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Selain itu, dalam acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI), perwakilan DPD Kota Cimahi, dan perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, Gunawan Irianto, dr., M.Kes. menyematkan lencana kepada 3 orang mahasiswa perwakilan dari setiap Program Studi yang menghadiri acara secara langsung. Acara dilanjutkan dengan membacakan janji dan penandatanganan naskah tersebut.
Ketua IBI Provinsi Jawa Barat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Hj. Nina Farida Ariyani, Amd.Keb., selaku Wakil Ketua Bidang I PD IBI Jawa Barat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara Angkat Janji merupakan tonggak dimulainya seseorang untuk menjalankan pendidikan sebagai mahasiswa kebidanan yang akan memberikan tanggung jawab sebagai mahasiswa kebidanan. Bidan merupakan profesi mulia, yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan rasa empati yang tinggi.
“Tidak mudah dan tidak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam menghadapi dan melayani seseorang yang akan melahirkan. Saya berharap mahasiswa nanti mampu mengikuti pendidikan ini dengan baik. Saya mengajak mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam menimba ilmu di FITKes Unjani dengan baik dan selalu menjaga almamaternya,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari PPNI memberikan sambutan yang diwakili oleh Ali Hamzah,S.Kp., MNS., selaku Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan mengatakan, “Panggilan jiwa seorang perawat, panggilan jiwa seorang kemanusiaan, harus selalu tertanam dalam diri kita tanpa membedakan agama, suku, harkat dan martabat seseorang.”


Beliau mengungkapkan bahwa Capping Day yang sekarang berubah namanya menjadi Angkat Janji sebenarnya diinspirasi dari seorang tokoh keperawatan, yaitu Florance Nightingale. Dia merupakan seorang anak bangsawan, tetapi mengabdikan hidupnya untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia melalui pemberian layanan asuhan keperawatan dan kebidanan. Beliau juga memberikan pesan agar para mahasiswa berperilaku sebaik-baiknya dan secara profesional yang memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada seluruh pasien.
Dalam sambutan yang diberikan oleh Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, mengingatkan bahwa dengan memulainya mahasiswa membacakan Angkat Janji, merupakan permulaan bagi mahasiswa berhubungan langsung dengan pasien yang nanti akan berkomunikasi dan berinteraksi, dalam rangka penyerapan ilmu baik secara scient maupun secara keterampilannya.
“Saya berharap kalian memandang klien itu tidak sebagai objek, tetapi sebagai bagian dari guru kalian. Maka kalian akan menempatkan diri tidak hanya sejajar, tetapi menghormati para pasien dengan memperlakukannya dengan baik. Dengan demikian akan mendorong kalian semua agar sikap, tingkah laku, ucapan akan menjadi searah dengan filosifi bahwa pasien adalah guru kalian,\” ujarnya.
Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani juga berpesan agar mahasiswa yang akan ke lapangan nanti dapat memegang teguh nilai-nilai yang sudah dipesankan oleh organisasi baik dari PPNI maupun IBI. Hal ini merupakan nilai luhur yang sangat dekat dengan humanity atau kemanusiaan.
Meskipun dilaksanakan ditengah pandemi, acara tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Protokol kesehatan pun tetap dilaksanakan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan disediakan hand sanitizer bagi para peserta yang hadir.
 
Winda Pramudita – Akuntansi 2019
Editor: M. Ismail