Mahasiswa, Dosen, dan Pegawai Sisfo Universitas Jenderal A. Yani Ikuti Pelatihan Virtual Reality

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 19 peserta, 15 dari kalangan mahasiswa, 2 Dosen, dan 2 Pegawai Sisfo Universitas Jenderal A. Yani mengikuti kegiatan pelatihan Virtual Reality (VR) yang dipandu oleh instruktur dari Smarteye. Pelatihan ini dilaksanakan di Lab. Prodi Informatika selama 3 hari dimulai dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) dan dimulai sejak pagi hari hingga sore.


Menurut Octa Istiadi selaku Project Manager dari PT. Telkom Indonesia untuk proyek digital campus Universitas Jenderal A. Yani, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dalam membuat konten dari virtual reality. Nantinya bisa dimanfaatkan oleh Universitas Jenderal A. Yani untuk membuat konten-konten VR selanjutnya. Diharapkan, setelah pelatihan ini seluruh peserta bisa secara mandiri membuat konten-konten sesuai kebutuhan Universitas Jenderal A. Yani.


Sedangkan menurut Agus Komarudin, S.Kom., M.T. selaku Kaprodi Informatika, tujuan diadakannya pelatihanini supaya baik dari mahasiswa ataupun dosen, dapat mengembangkan aplikasi di virtual reality. Beliau juga berharap, kedepannya, mahasiswa di Prodi Informatika Universitas Jenderal A. Yani bisa mengembangkan aplikasi-aplikasi yang berbasis virtual reality.
 
Penulis: M. Ismail

Program Studi Informatika FSI Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Young Entrepreneur

(Humas Unjani) – Fakultas Sains dan Informatika (FSI) Universitas Jenderal A. Yani, tepatnya pada Program Studi (Prodi) Informatika, kembali mengadakan webinar pada masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting. Webinar kali ini bertema Young Entrepreneur – Sambil Kuliah Mengembangkan Bisnis Berbasis Digital dan diselenggarakan pada hari Sabtu (17/07/2021) pagi. Acara ini dipandu oleh Irma Santikarama, S.Kom., M.T., dosen Prodi Informatika dan Sistem Informasi FSI Universitas Jenderal A. Yani. Selain itu, webinar juga dimoderatorkan oleh Faiza Renaldi, S.T., M.Sc., yang juga merupakan dosen Prodi Informatika FSI Universitas Jenderal A. Yani.

Pada kesempatan ini, hadir juga Ketua Prodi (Kaprodi) Informatika, Wina Witanti, S.T., M.T. untuk memberikan sambutan acara. “Mudah-mudahan, apa yang disampaikan oleh pemateri yang hebat kali ini, bisa menginspirasi teman-teman SMA, atau ada yang SMK atau mahasiswa, yang mulai mau berbisnis di masa pandemi ini. Karena ternyata, dengan memanfaatkan teknologi informasi, di teknologi era digitalisasi ini, semua bisa jadi uang,” ujar Wina.
Setelah sambutan, acara langsung masuk ke bagian inti yaitu paparan dari pemateri tunggal, Sigit Anggoro, S.T., M.T. Beliau merupakan dosen Prodi Sistem Informasi dan Informatika FSI Universitas Jenderal A. Yani dan juga CEO Digimark. Pemateri membahas tema yang diusung karena di masa pandemi, bisnis digital berkembang secara bagus, menemukan momentummnya dan disisi lain juga ada kesulitan ekonomi akibat dari pandemi. Sigit menekankan kepada peserta acara bahwa tidak ada salahnya sambil kuliah tetapi juga berbisnis. Menurutnya, ada manfaat yang bisa didapatkan antara lain dapat membantu orangtua dalam membiayai kuliah kalau memang sedang kuliah. Berikutnya, dapat mempersiapkan bisnis yang besar dan dimulai dari bisnis kecil.

Poin-poin yang disampaikan lainnya antara lain, yang harus dimiliki oleh digital entrepreneur yakni komitmen dan integritas tinggi, berpikir analitik dan strategik, sikap professional (digital) marketer, kemauan kuat untuk selalu belajar, kemampuan menyampaikan ide inovatif, mampu menggunakan data untuk membuat keputusan, dan kemampuan dalam membangun tim. Selain itu, apabila ingin membangun bisnis, pertama harus riset ide bisnis. Kedua, buat model bisnis sederhana dan strategi bisnisnya. Lalu, mulai berani mencoba untuk Go Online dan lakukan analisis performance bisnis.
Webinar dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta kepada pemateri melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ditutup dengan promosi Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Prodi Informatika FSI Universitas Jenderal A. Yani dan melakukan foto bersama secara virtual. Pada akhir webinar juga ditayangkan video profil dari Prodi Informatika.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Game dan Potensi Karirnya Bagi Mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani

(Humas Unjani) – Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan Webinar Cara Simple Mendesain Game dan Potensi Karirnya melalui aplikasi Zoom Meeting pada Sabtu (5/6/2021) siang.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Informatika dan diikuti oleh beberapa dosen dari jurusan tersebut. Acara dibuka oleh MC lalu diberi sambutan oleh Wina Witanti, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan Informatika.  Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Tentunya kita tidak hanya senang main game, tapi juga bagaimana mendesainnya. Pada saat masa pandemi, kita tahu bahwa peluang itu hadir dengan cara apapun. Salah satunya misalkan membuat game yang bisa kita jual dan dijadikan komersil, sehingga kita bisa menghasilkan uang dari sana.”

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan presentasi dari pemateri tunggal, Rezki Yuniarti, S.Si., M.T. yang merupakan dosen game di Jurusan Informatika. Sebelum mulai memberi materi, beliau langsung menegaskan, “Game telah berkembang pesat dan hari ini telah memantapkan dirinya sebagai industri yang berkembang pesat dengan lebih dari 2,34 milyar pemain di seluruh dunia.”
Terdapat beberapa materi yang dinilai cukup penting dalam mendesain game yaitu bahwa computer game adalah software program dan melibatkan player (pemain). Lalu, sebelum mendesain game, maka perlu memikirkan dua unsur yakni: pikirkan tentang audience, game bukan untuk orang umum tetapi untuk pemain. Berikutnya jangan hanya memikirkan alur cerita, grafik, dan interface, tetapi juga memikirkan calon pemain.

Dalam pembuatan game, juga harus ada pihak – pihak terlibat, yang pertama yaitu developer, yang memiliki tugas untuk mendesain dan mengimplementasikan game. Kedua adalah publisher, bertugas untuk mendanai pembangunan game dan menanggung sebagian besar risiko serta mengambil untung terbesar. Terakhir adalah retailer, yaitu penjual software mulai dari pemesanan lewat email hingga ke toko komputer besar.
Bagi para mahasiswa Informatika yang tertarik pada bidang game, mereka sangat berpotensi untuk dapat menjadi game designer, software designer, game developer, dan video game programmer.
Penyampaian materi berlangsung dengan sangat baik dan terjadi komunikasi interaktif antara peserta dan pemateri. Dengan demikian, acara berlangsung dengan sangat menarik dan berjalan dengan sesuai rencana yang telah dirancang.
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto