BEM FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani Laksanakan Kegiatan Bina Desa

Universitas Jenderal A. Yani – Dalam rangka mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani, melaksanakan kegiatan Bina Desa Tahun 2023. Acara ini diselenggarakan di Lapangan Futsal Kp. Cijengkol RT 03/RW 13 Desa Cipaku, Kec. Paseh, Kab. Bandung pada hari Kamis (12/1).



Program Bina Desa merupakan kegiatan yang berbasis kolaboratif dan melibatkan beberapa orang, dan program ini dirancang oleh BEM FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani. Bina Desa juga memiliki tujuan agar mahasiswa dapat mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui bentuk sebuah pemberdayaan masyarakat program ini menjadi sebuah terobosan yang dapat menjadi sebuah kesempatan mahasiswa agar dapat berpikir kreatif.

Selain itu, juga mencerminkan kedisiplinan, empati, ulet, berpikir positif, dan dapat terjalin kekeluargaan dan kekompakkan antar mahasiswa.
 
Sumber: BEM FISIP UNJANI

LPPM Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Seminar Nasional

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Senin (5/12) dan bertempat di aula Gedung TNI Mulyono FISIP UNJANI, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan acara Seminar Nasional dan Diseminasi Hasil Penelitian dengan tema Desain dan Strategi Penelitian di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Kontribusi pada Kehidupan Masyarakat yang dilaksakan secara hybrid.


LPPM UNJANI melakukan pengelolaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pada setiap penelitian dan pengabdian masyarakat yang nantinya akan menghasilkan berbagi luaran baik berupa jurnal, HAKI Paten, maupun prototype.
Pada kegiatan seminar nasional ini, menghadirkan 3 narasumber yang diantaranya yaitu Prof. Ir. I Gede Wenten, M. Sc., Ph.D (Anggota Dewan Pengaran BRIN dan Wakil Rektor Bidang Rise dan Inovasi ITB), Prof. Mirna Maatjik (Teaching Profesor di Engineering Design and Society (EDS) di Colorado School of Mines (CSM), USA), dan Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si (Wakil Kepada LPPM IPB Bidang Penelitian). Selain itu, hadir juga 3 dosen Universitas Jenderal Achmad Yani yang akan memaparkan hasil Penelitian yang dilakukan di tahun 2022 diantaranya yaitu Rina Putri Noer Fadilah, drg., M.KM (Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UNJANI), Dr. Suhartono, S.T., M.T (Dosen Program Studi Teknik Kimia UNJANI), dan Dr. Titin Rohayatin, S.IP., M.Si (Dosen FISIP UNJANI).
Dr. Dadan Kurnia, S.IP., M.Si., selaku Ketua Pusat LPPM UNJANI dalam laporannya menyebutkan pada tahun 2022 ini LPPM UNJANI telah mengelola sekitar 230 penelitian yang bersumber dari dana hibah internal, 84 pengabdian masyarakat, dan 13 penelitian yang bersumber dari dana hibah eksternal. Beliau juga berharap acara ini bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dan juga bisa memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat.


Pada kegiatan ini pula dilakukan penerbitan UNJANIPRESS dalam rangka mewadahi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dengan harapan bisa digunakan sebagai wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, selain itu bisa juga untuk memublikasikan hasil karya para dosen di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani.
Dalam acara ini juga, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, berkesempatan untuk membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyebutkan bahwa pembahasan mengenai desain dan strategi penelitian sangatlah penting untuk meningkatkan kontribusi pada kehidupan masyarakat. Beliau juga meminta kepada LPPM UNJANI di tahun 2023 nanti harus fokus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang interdisiplin. Beliau juga meminta bahwa para dosen untuk selalu bersemangat dalam melakukan penelitian-penelitian sebagaimana semangat yang ada pada para prajurit TNI AD, selalu bersemangat sehingga tidak akan ada penyesalan di masa depan.
“Dalam kesempatan ini perkenankan saya membuka secara resmi Seminar Nasional dan Desiminasi Hasil Penelitian Desain dan strategi penelitian di perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusi pada kehidupan masyarakat” Ucap Rektor Unjani dalam rangka membuka acara.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah – Ilmu Keperawatan 2021

Penyuluhan Teledentistry tentang Kelainan Gigitan dan Perawatan Ortodontik

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Sabtu (1/10), tim Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan LPPM Unjani. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan mengenai macam dan contoh kelainan gigitan, serta penyebab dan akibat dari kelainan gigitan, perawatan ortodontik, serta akibat dari perawatan ortodontik ke tukang gigi. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.


Tim pelaksana pengabdian masyarakat yang melakukan penyuluhan yaitu drg Hillda Herawati, Sp Ort selaku dekan FKG Unjani, drg. Marlin Himawati, Sp.Ort, MDSc., drg Henri Hartman, Sp. KGA dan drg Rhabiah El Fithriyah, Sp. KGA, serta dibantu oleh dua mahasiswa Co-ass Adinda Habibah sebagai MC dan Mutia Triyanti sebagai bagian teknis dan dokumentasi.
Anak-anak SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan sangat antusias dengan penyuluhan teledentistry Dokter-dokter dari FKG Unjani. Beberapa dari mereka semangat memberikan pertanyaan dan mencari tahu mengenai kelainan gigitan yang mereka alami, serta perawatan ortodontik. Salah satu murid yang bernama Ajie, bertanya mengenai “Apakah tukang gigi dilegalkan?”, setelah melihat gambar-gambar akibat pemasangan alat ortodontik cekat (behel) tukang gigi. Salah satu penyuluh menjawab, “Tukang gigi dilarang melakukan pemasangan behel karena mereka tidak sekolah dokter gigi dan spesialis. Seseorang ingin menjadi dokter gigi butuh waktu 5 sampai 6 tahun, kemudian lanjut studi menjadi dokter gigi spesialis sekitar 3,5 sampai 4 tahun. Kemudian dokter gigi spesialis tersebut harus melakukan uji komptensi untuk mengurus surat ijin praktik, yang dilegalkan dalam hukum. Sedangkan tukang gigi tidak dilegalkan dalam melakukan perawatan behel.”

Kegiatan penyuluhan dilakukan pada perwakilan 60 anak kelas 12, yang dibagi menjadi 4 breakout room. Anak-anak sekolah diperbolehkan menggunakan gadget dalam melakukan teledentistry. Satu gadget murid bisa dipakai oleh 2 sampai 3 orang. Rangkaian acaranya terdiri dari pembukaan oleh MC, Sambutan oleh ibu dekan drg hillda, Sp Ort selaku penyuluh, dokumentasi seluruh peserta, penyuluhan disampaikan di 4 breakout room, ditutup dengan tanya jawab oleh para peserta.
Tim pelaksana pengmas memang mengambil sasaran di SMA karena terkadang siswa-siswi ingin gaya dengan memasang behel murah tetapi tidak mengetahui akibatnya akan merusak susunan gigi-geliginya menjadi lebih parah, atau malah karena kekuatan dari kawat ortodontik yang menyebabkan gigi bergerak tidak sesuai dengan yang diinginkan, malah akan terjadi akar giginya keluar dari gusi. Pemasangan behel yang murah juga tidak melihat dari segi higienis, yang berakibat terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan pembengkakan gusi dan bibir, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh.
Kota Tidore Kepulauan dipilih sebagai sasaran dari penyuluhan mengenai ortodontik, karena di sana memang belum ada spesialis ortodontik. Salah satu mahasiswa dari FKG Unjani yang bernama Mutia, yang berasal dari Tidore Kepulauan, berharap setelah lulus menjadi Dokter Gigi, akan disekolahkan menjadi Spesialis Ortodontik dan mengabdi pada daerahnya.

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di SMAN 9 Bandung

Universitas Jenderal A. Yani – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Agenda yang masuk dalam rangkaian Pengabdian Masyarakat LPPM Unjani dan Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Blok Kegawat Daruratan Medik Prodi Sarjana Kedokteran ini berlangsung di SMA Negeri 9 Bandung, Rabu (03/08).


Masyakarat khususnya siswa siswa SMA Negeri 9 Bandung menjadi peserta dalam pelatihan BHD ini. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh dr. Fitriardi Sejati Sp.B., FInaCS sebagai Koordinator pengmas dan penanggung jawab pembelajaran Blok Kegawatdaruratan FK Unjani, serta dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 9 Bandung Dr. H. Andang Segara. M,M.Pd dan juga ibu Wakil Dekan 3 FK Unjani dr. Sylvia Mustikasari M.M.Edu.
Pelatihan BHD ini diberikan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNJANI Angkatan 2019 yang sedang menyelesaikan Pendidikan Blok Kegawatdaruratan Medik. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut sebelumnya sudah menempuh Pendidikan tentang bantuan hidup dasar dan kemudian mentransfer ilmu tersebut ke masyarakat.
Kegiatan ini berfokus pada prosedur resusitasi jantung paru pada korban dewasa. Peserta diajak untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan pernapasan.
Fitriardi menyampaikan bahwa pelatihan BHD ini untuk memberikan pemahaman terkait prosedur yang tepat dalam membantu orang yang henti jantung. Atau mereka yang tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan.

Peran masyakarat dianggap penting dalam memberikan pertolongan pertama. Sebab, kata Fitriardi, kasus ini kerap terjadi di jalan atau di tempat tak terduga.
\”Karena yang namanya kejadian henti nafas atau henti jantung itu kan kejadian yang tiba-tiba yang tidak selalu ada tenaga kesehatan disitu\” ungkap Fitriardi.
\”Kita perlu membekali orang-orang awam seperti Siswa ini yang mobilitasnya tinggi yang bisa berada dimana saja. Masyakarat kalau ada yang tiba-tiba serangan jantung itu bisa tertolong,\” jelasnya.
Kata Fitriardi, pelatihan BHD diupayakan dimaksimalkan ke seluruh masyakarat. Setiap orang penting paham terkait resusitasi jantung paru demi membantu orang lain yang tengah kesulitan saat henti nafas atau jantung.
\”Dengan adanya pijat jantung itu otak kembali dapat sirkulasi oksigen dalam sekian menit. Kalau itu bisa dilakukan sambil menunggu datangnya ambulance atau dari RS maka outcomenya bisa lebih baik, Everyone can save a life…\” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 9 Bandung Dr. H. Andang Segara. M.M.Pd menyampaikan terimakasih kepada pihak FK Unjani. Dengan pelatihan itu, Siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, namun juga turut serta membantu masyakarat secara keseluruhan.
\”Hanya ingin mengutarakan terima kasih banyak karena telah memberikan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar pada siswa siswa kami, selain itu juga semoga memotivasi siswa siswa SMAN 9 Bandung untuk melanjutkan Pendidikan ke Fakultas Kedokteran Unjani” ungkapnya.
 
Sumber: FK Universitas Jenderal Achmad Yani

Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis FK Universitas Jenderal Achmad Yani di Kab. Bandung Barat

Universitas Jenderal A. Yani – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani menggelar acara Pekan Pengabdian kepada Masyarakat bagi masyarakat RW 21 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini  merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Dies Natalis Universitas Jenderal Achmad Yani ke 32 dan merupakan salah satu upaya konkrit menciptakan upaya tripartid antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah yang nyata dan berkesinambungan. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (28/07) dan Jumat (29/07) di Posyandu Anggrek RW 21 Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah mulai pukul 08.00 WIB.
Pekan Pengabdian kepada Masyarakat ini dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, Dekan FK, Dr. Sutrisno, dr., SH.,M.HKes., MARS., Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan serta Camat Ngamprah Agnes virganty S.Stp. M.Si. Rektor menyampaikan bahwa saat ini diperlukan kolaborasi yang sinergis antara akademisi, pemerintah dan masyarakat, bahkan kedepan kolaborasi pentahelix yang diperlukan dimana dunia industri dan media juga berperan.

Tim Pengabdian Masyarakat FK Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan 2 kegiatan dalam pekan pengmas ini yaitu penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan gratis untuk lansia dalam 2 hari kegiatan. Pada hari Kamis (28/07) dilakukan penyuluhan mengenai stunting dengan narasumber Elly Noer Rochmah, dr., SpA. M. Kes dan moderator Desire Meria Nataliningrum, dr, SpOk, MKK. Kegiatan diawali sambutan dari Dekan FK dan beliau mengatakan stunting merupakan masalah nasional yang perlu ditindak lanjuti bersama. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan wawasan masyarakat mengenai stunting meningkat sehingga kejadian stunting di masa depan dapat teratasi, ungkap beliau.


Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis pada lansia dilaksanakan pada hari Jumat (29/08). Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan tanda vital, status gizi, pemeriksaan menyeluruh oleh dokter, pengangkatan serumen telinga, pemeriksaan screening tuli dengar dengan audiometer oleh dokter dan pemberian obat gratis, ungkap ketua pelaksana kegiatan Siska Telly Pratiwi, dr, MKes. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini pula dilibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa kedokteran dan co-asistant yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman lebih mengenai pembelajaran diluar kelas dibawah pengawasan dr Hendri Hendri Priyadi, SpPD., M.Kes., M.Pd.Ked dan dr Asti Kristianti, Sp,THT-KL, M.Kes. Selain itu, dilibatkan juga alumni dari FK Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai wujud pengabdian alumni terhadap masyarakat dan almamater.

Sementara itu dr Siska sebagai Ketua Pelaksana Pengmas mengatakan bahwa kegiatan ini terintegrasi dengan pengajaran dan penelitian sebagai wujud konkrit Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian dilakukan dengan pencarian data pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi longsor sehubungan dengan kondisi Desa Tani Mulya ada di wilayah dengan potensi Gerakan tanah menengah-tinggi di Kab. Bandung Barat. Selain itu, hal ini juga menunjang kegiatan keunggulan sesuai visi misi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achad Yani, ungkap Siska.
 
Sumber: FK Universitas Jenderal Achmad Yani
Editor: Ismail

FEB dan FSI Universitas Jenderal A. Yani Beri Pelatihan kepada UMKM di Kab. Bandung Barat

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal A. Yani melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Fakultas Sains dan Informatika (FSI) mengadakan program kemitraan masyarakat, sosialisasi dan workshop digital marketing pada UMKM yang berlokasi di Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat pada hari Jumat (29/7). Program kemitraan dan Pengabdian Masyarakat ini merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis ke-32 Universitas Jenderal A. Yani.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Camat Ngamprah, Ibu Agnes Virganty, dengan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolabrasi pentahelix, pemerintah daerah tidak dapat berdiri sendiri begitu juga akademisi tetapi dengan adanya kolaborasi dengan warga masyarakat dan para pelaku usaha dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di lingkungan Kec. Ngamprah.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengmas FEB, Rizki Indrawan, SE., M.Ak., CA., CADE., CAAT. Dalam sambutanya beliau berharap bahwa apa yang akan disampaikan oleh pemateri dapat diterima dengan baik dan dipahami kemudian menjadi ilmu tambahan yang dapat diimplementasikan dalam menjalankan usahanya. Selanjutnya sambutan dari Ketua Tim Pengmas FSI, H. Tacbir Hendro Pudjiantoro, S.Si., MT. beliau memiliki harapan jika materi yang sudah disampaikan tidak berhenti sampai disini dan apabila ada kesulitan dapat datang langsung ke FSI Universitas Jenderal A. Yani.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemamaparan materi sesi 1 oleh narasumber Lukni B. Ahmad, S.Ds., MSM. dan Eka Septiarini, S.P., M.M. Dalam penyampaian materi yang difokuskan pada UMKM tersebut adalah bagaimana menggunakan digital marketing dengan menggunakan media sosial yang para pelaku usaha miliki antara lain bagaimana cara memfoto produk agar terlihat menarik, cara memposting serta membuat caption yang menarik. Selanjutnya pemaparan materi sesi 2 oleh narasumber Faiza Renaldi, S.T., M.Sc. materi yang disampaikan mengenai Digital Marketing Practical Approach dan yang difokuskan adalah bagaimana menyampaikan kisah produk yang kita miliki dengan baik di Social Media.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)
Editor : M. Ismail

Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan PKM Tentang Pemanfaatan Halaman Rumah untuk TOGA

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal A. Yani melalui Fakultas Farmasi memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan dan komersialisasi lahan halaman rumah untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat pada hari Jumat (29/7) dan merupakan rangkaian dari Pekan Pengabdian kepada Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Jenderal A. Yani dalam rangka Dies Natalis ke-32.


Penyuluhan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Apt. Fahrauk Faramayudha, S.Si., M.Sc. Beliau memiliki tujuan agar warga masyarakat dapat menanam tanaman sendiri di rumah serta dapat dimanfaatkan dan akan dijadikan sentral tanaman obat sehingga dapat meningkatkan pendapatan perkapita dari keluarga. Selanjutnya kegiatan pengisian form kuisioner oleh masyarakat yang hadir dengan tujuan untuk mengukur kepahaman masyarakat mengenai TOGA.


Setelah itu, masuk ke bagian inti acara yakni penyuluhan mengenai TOGA oleh empat pemateri dari Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani. Keempat pemateri tersebut yaitu Dr. apt. Soraya Riyanti, M.Si., apt. Ririn Puspadewi, M.Si., apt. Puspa Sari Dewi, M.Si., apt. Suci Narvikasari, M.Si. Materi yang diberikan sangat difokuskan pada TOGA diantaranya kriteria tanaman yang dapat ditanam di daerah sekitar rumah, fungsi TOGA, efektivitas TOGA, pengunaaan TOGA serta jenis-jenis tanaman yang dapat ditanaman dirumah seperti jeruk nipis, sirih, cecendet, sirih merah, binahong, sirsak, brotowali, kunyit, dan lain-lain. Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi diskusi serta pemberian hadiah dan foto bersama antara Fakultas Farmasi dengan masyarakat.
 
Penulis: Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)
Editor: M. Ismail

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Kembali Selenggarakan Vaksinasi Booster Covid-19

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Kamis (28/07) telah dilaksanakan vaksinasi booster Covid-19 yang diselenggarakan di Gedung dr. Sutan Dikot Harahap oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Achmad Yani. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dan merupakan rangkaian dari Dies Natalis Universitas Jenderal Achmad Yani yang ke-32.
Jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan ini yaitu Pfizer dengah jumlah setengah dosis. Kegiatan vaksinasi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Polres Kota Cimahi serta didukung oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Jenderal Achmad Yani.


Berkesempatan hadir pada kegiatan ini, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., dan Dekan FK, Dr. Sutrisno, dr., SH.,M.HKes., MARS. Beliau ikut memantau dan mengawasi jalannya kegiatan vaksinasi booster ini. Saat diminta keterangan, Sutrisno mengungkapkan bahwa ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani.
Ketua Pelaksana Gebyar Vaksinasi Booster Covid-19, dr. Asti Kristianti, Sp. THT-KL, mengatakan tujuan dari vaksinasi booster ini untuk menambah sel memori yang dibentuk oleh tubuh sehingga jika terinfeksi oleh virus tidak akan bergejala atau bisa menangkal virus supaya tidak menginfeksi tubuh. Beliau juga mengatakan kepada masyarakat meskipun sudah divaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan.
Sementara itu, menurut dr. Iis Inayati, M. Kes,. selaku Wakil Ketua Pelaksana, efek samping atau yang biasanya disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pada vaksin jenis Pfizer bervariasi tergantung pada orang yang menerima vaksin tersebut. Ada yang tidak bergejala dan juga ada yang bergejala KIPI secara umum seperti pegal di daerah suntikan, demam, mual, sakit kepala, tetapi biasanya berlangsung tidak terlalu lama. Beliau juga mengatakan kegiatan vaksin ini menyediakan hotline jika adanya KIPI dan jika ada sertifikat yang bermasalah. Untuk vaksinator pada kegiatan Gebyar Vaksinasi Booster Covid-19 ini berasal dari dokter-dokter dan Dokter alumni yang berada di FK Universitas Jenderal Achmad Yani dan juga tenaga kependidikan dari keperawatan.


Selain itu dari Polres Cimahi yang diwakili oleh Aipda Gugun Gunawan mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang sudah melaksanakan booster atau vaksin dosis 3. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat yang belum vaksin 1, 2 maupun 3, untuk segera melakukan vaksinasi dengan mendaftarkan diri di FK Universitas Jenderal Achmad Yani. Berdasarkan informasi, Polres Kota Cimahi juga mengadakan giat vaksinasi setiap Senin sampai Sabtu di Klinik Polres Cimahi dengan vaksin booster jenis Astrazeneca, Pfizer, dan Sinovac.
Kegiatan vaksinasi ini tidak hanya dikhususkan untuk keluarga besar Universitas Jenderal Achmad Yani, tetapi terbuka untuk masyarakat umum se-Indonesia. Persyaratan untuk vaksinasi ini diantaranya harus membawa fotokopi KTP dan memperlihatkan bukti vaksin ke-2 di aplikasi PeduliLindungi.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)
Editor : M. Ismail