BEM FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani Laksanakan Kegiatan Bina Desa

Universitas Jenderal A. Yani – Dalam rangka mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani, melaksanakan kegiatan Bina Desa Tahun 2023. Acara ini diselenggarakan di Lapangan Futsal Kp. Cijengkol RT 03/RW 13 Desa Cipaku, Kec. Paseh, Kab. Bandung pada hari Kamis (12/1).



Program Bina Desa merupakan kegiatan yang berbasis kolaboratif dan melibatkan beberapa orang, dan program ini dirancang oleh BEM FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani. Bina Desa juga memiliki tujuan agar mahasiswa dapat mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui bentuk sebuah pemberdayaan masyarakat program ini menjadi sebuah terobosan yang dapat menjadi sebuah kesempatan mahasiswa agar dapat berpikir kreatif.

Selain itu, juga mencerminkan kedisiplinan, empati, ulet, berpikir positif, dan dapat terjalin kekeluargaan dan kekompakkan antar mahasiswa.
 
Sumber: BEM FISIP UNJANI

Universitas Jenderal Achmad Yani Terima Kunjungan PIC BPOM

(Universitas Jenderal A. Yani) – Telah dilaksanakan kunjungan dan audiensi antara PIC Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada Universitas Jenderal Achmad Yani. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (05/01) dan bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt. 8. Kegiatan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor 3, Kapus LPPM, Dekan FITKes, Dekan Farmasi, Dekan FEB, Dekan FK, dan Dekan FKG.


Diskusi ini membahas mengenai masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan topik yang akan dibahas yaitu tentang BPOM. Pihak PIC berkeinginan untuk melakukan kajian, penelitian serta sosialisasi kepada masyarakat pada Universitas Jenderal Achmad Yani. Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, menyambut  baik keinginan dari PIC Indonesia karena 3 hal, pertama karena Universitas Jenderal Achmad Yani harus muncul di permukaan karena UNJANI dimiliki oleh TNI AD, kedua karena memiliki Prodi yang lengkap untuk dapat bekerja sama, dan yang ketiga karena kolaborasi yang memunculkan nama Universitas Jenderal Achmad Yani akan disambut dengan gegap gempita.


Sejalan dengan visi dan misi dari BPOM Indonesia ingin melindungi kesehatan masyarakat dengan memastikan keamanan, efficacy dari produk-produk yang dikeluarkan izin edarnya oleh BPOM. PIC juga memiliki visi dan misi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak menjadi concern PIC. Dari kegiatan tersebut para dekan yang hadir ikut serta berdiskusi dengan pihak PIC.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani – Manajemen 2021 & Annisa Nur Aisyah – Ilmu Keperawatan 2021

LPPM Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Seminar Nasional

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Senin (5/12) dan bertempat di aula Gedung TNI Mulyono FISIP UNJANI, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan acara Seminar Nasional dan Diseminasi Hasil Penelitian dengan tema Desain dan Strategi Penelitian di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Kontribusi pada Kehidupan Masyarakat yang dilaksakan secara hybrid.


LPPM UNJANI melakukan pengelolaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pada setiap penelitian dan pengabdian masyarakat yang nantinya akan menghasilkan berbagi luaran baik berupa jurnal, HAKI Paten, maupun prototype.
Pada kegiatan seminar nasional ini, menghadirkan 3 narasumber yang diantaranya yaitu Prof. Ir. I Gede Wenten, M. Sc., Ph.D (Anggota Dewan Pengaran BRIN dan Wakil Rektor Bidang Rise dan Inovasi ITB), Prof. Mirna Maatjik (Teaching Profesor di Engineering Design and Society (EDS) di Colorado School of Mines (CSM), USA), dan Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si (Wakil Kepada LPPM IPB Bidang Penelitian). Selain itu, hadir juga 3 dosen Universitas Jenderal Achmad Yani yang akan memaparkan hasil Penelitian yang dilakukan di tahun 2022 diantaranya yaitu Rina Putri Noer Fadilah, drg., M.KM (Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UNJANI), Dr. Suhartono, S.T., M.T (Dosen Program Studi Teknik Kimia UNJANI), dan Dr. Titin Rohayatin, S.IP., M.Si (Dosen FISIP UNJANI).
Dr. Dadan Kurnia, S.IP., M.Si., selaku Ketua Pusat LPPM UNJANI dalam laporannya menyebutkan pada tahun 2022 ini LPPM UNJANI telah mengelola sekitar 230 penelitian yang bersumber dari dana hibah internal, 84 pengabdian masyarakat, dan 13 penelitian yang bersumber dari dana hibah eksternal. Beliau juga berharap acara ini bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dan juga bisa memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat.


Pada kegiatan ini pula dilakukan penerbitan UNJANIPRESS dalam rangka mewadahi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dengan harapan bisa digunakan sebagai wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, selain itu bisa juga untuk memublikasikan hasil karya para dosen di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani.
Dalam acara ini juga, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, berkesempatan untuk membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyebutkan bahwa pembahasan mengenai desain dan strategi penelitian sangatlah penting untuk meningkatkan kontribusi pada kehidupan masyarakat. Beliau juga meminta kepada LPPM UNJANI di tahun 2023 nanti harus fokus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang interdisiplin. Beliau juga meminta bahwa para dosen untuk selalu bersemangat dalam melakukan penelitian-penelitian sebagaimana semangat yang ada pada para prajurit TNI AD, selalu bersemangat sehingga tidak akan ada penyesalan di masa depan.
“Dalam kesempatan ini perkenankan saya membuka secara resmi Seminar Nasional dan Desiminasi Hasil Penelitian Desain dan strategi penelitian di perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusi pada kehidupan masyarakat” Ucap Rektor Unjani dalam rangka membuka acara.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah – Ilmu Keperawatan 2021

Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Cisarua

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Sabtu (29/10) telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat DAGUSIBU Obat Demam. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani yang bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UNJANI. Kegiatan tersebut bertempat di daerah Desa Gandrung, Kecamatan Jambudipa Cisarua dan dihadiri oleh masyarakat sekitar.


Dengan tema “Siap Bersinergi Membangun Negeri”, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan atas dasar sedang maraknya masyarakat yang terkena demam dan isu mengenai kandungan etilen glikol pada obat demam sirup anak. Sasaran pada penyuluhan ini yaitu masyarakat sekitar terutama ibu-ibu karena berkoneksi langsung dengan anggota keluarga sehingga harapannya mereka akan memiliki edukasi lebih di dunia kesehatan khususnya mengenai demam pada anak, tata laksana demam, dan pengobatannya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari apt. Titta Hartyana Sutarna, S.Si., M.Sc. selaku Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya, beliau berharap bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat dan para dosen yang terlibat bisa berbagi ilmu yang bermanfaat. Beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami dan mengenali terutama dalam dunia kesehatan.
Masuk ke bagian inti acara, yaitu pemaparan materi pertama mengenai tata laksana demam pada anak yang disampaikan oleh dr. Ainun Nur Kamilah. Pada pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa hal mengenai penatalaksanaan demam salah satunya yaitu penjelasan mengenai pengertian demam, penyebab demam, hal-hal yang perlu dilakukan ketika anak mengalami demam, cara pengobatan demam, dan tindakan kompres yang baik dan benar pada anak.


Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai DAGUSIBU obat demam dengan baik dan benar oleh apt. Titta Hartyana Sutarna, S.Si., M.Sc. DAGUSIBU adalah singkatan dari DApatkan GUnakan SImpan Buang. Tujuan dari materi DAGUSIBU ini adalah supaya masyarakat lebih teredukasi lagi mengenai bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang baik dan benar. Beliau juga menyampaikan bahwa berharap setelah kegiatan penyuluhan maka masyarakat yang telah hadir menjadi lebih paham mengenai tata laksana demam dan paham bahwa lebih baik mengkonsumsi obat yang didapatkan dari apotek.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dilakukan pula post test dan pembagian doorprize mengenai materi tata laksana demam dan DAGUSIBU untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman masyarakat atas materi yang telah disampaikan. Kemudian kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)

Penyuluhan Teledentistry tentang Kelainan Gigitan dan Perawatan Ortodontik

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Sabtu (1/10), tim Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan LPPM Unjani. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan mengenai macam dan contoh kelainan gigitan, serta penyebab dan akibat dari kelainan gigitan, perawatan ortodontik, serta akibat dari perawatan ortodontik ke tukang gigi. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.


Tim pelaksana pengabdian masyarakat yang melakukan penyuluhan yaitu drg Hillda Herawati, Sp Ort selaku dekan FKG Unjani, drg. Marlin Himawati, Sp.Ort, MDSc., drg Henri Hartman, Sp. KGA dan drg Rhabiah El Fithriyah, Sp. KGA, serta dibantu oleh dua mahasiswa Co-ass Adinda Habibah sebagai MC dan Mutia Triyanti sebagai bagian teknis dan dokumentasi.
Anak-anak SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan sangat antusias dengan penyuluhan teledentistry Dokter-dokter dari FKG Unjani. Beberapa dari mereka semangat memberikan pertanyaan dan mencari tahu mengenai kelainan gigitan yang mereka alami, serta perawatan ortodontik. Salah satu murid yang bernama Ajie, bertanya mengenai “Apakah tukang gigi dilegalkan?”, setelah melihat gambar-gambar akibat pemasangan alat ortodontik cekat (behel) tukang gigi. Salah satu penyuluh menjawab, “Tukang gigi dilarang melakukan pemasangan behel karena mereka tidak sekolah dokter gigi dan spesialis. Seseorang ingin menjadi dokter gigi butuh waktu 5 sampai 6 tahun, kemudian lanjut studi menjadi dokter gigi spesialis sekitar 3,5 sampai 4 tahun. Kemudian dokter gigi spesialis tersebut harus melakukan uji komptensi untuk mengurus surat ijin praktik, yang dilegalkan dalam hukum. Sedangkan tukang gigi tidak dilegalkan dalam melakukan perawatan behel.”

Kegiatan penyuluhan dilakukan pada perwakilan 60 anak kelas 12, yang dibagi menjadi 4 breakout room. Anak-anak sekolah diperbolehkan menggunakan gadget dalam melakukan teledentistry. Satu gadget murid bisa dipakai oleh 2 sampai 3 orang. Rangkaian acaranya terdiri dari pembukaan oleh MC, Sambutan oleh ibu dekan drg hillda, Sp Ort selaku penyuluh, dokumentasi seluruh peserta, penyuluhan disampaikan di 4 breakout room, ditutup dengan tanya jawab oleh para peserta.
Tim pelaksana pengmas memang mengambil sasaran di SMA karena terkadang siswa-siswi ingin gaya dengan memasang behel murah tetapi tidak mengetahui akibatnya akan merusak susunan gigi-geliginya menjadi lebih parah, atau malah karena kekuatan dari kawat ortodontik yang menyebabkan gigi bergerak tidak sesuai dengan yang diinginkan, malah akan terjadi akar giginya keluar dari gusi. Pemasangan behel yang murah juga tidak melihat dari segi higienis, yang berakibat terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan pembengkakan gusi dan bibir, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh.
Kota Tidore Kepulauan dipilih sebagai sasaran dari penyuluhan mengenai ortodontik, karena di sana memang belum ada spesialis ortodontik. Salah satu mahasiswa dari FKG Unjani yang bernama Mutia, yang berasal dari Tidore Kepulauan, berharap setelah lulus menjadi Dokter Gigi, akan disekolahkan menjadi Spesialis Ortodontik dan mengabdi pada daerahnya.

Universitas Jenderal A. Yani Jajaki Kerja Sama Dengan Lemhannas RI

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Kamis (29/9) dan bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat, Universitas Jenderal Achmad Yani jalin penjajakan kerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani beserta jajarannya, para Dekan, serta Ka. Biro Kerjasama dan Hukum Settama Lemhannas RI beserta jajarannya.


Lemhannas dalam rangka kegiatan memberikan beasiswa kepada internal yaitu anggota Lemhannas juga kepada eksternal yaitu ASN TNI-POLRI. Lemhannas bekerja sama denagn UI dan UGM dalam program yang bernama “Lemhannas Inter University Network” yang sudah berjalan sejak 2012.
“Saya berharap kerja sama yang bisa dilakukan ini terbuka luas, tetapi tetap perlu dikonkritkan, tidak hanya sekedar MoU diatas kertas tetapi tidak dilakukan tindak lanjutnya,” ungkap Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof, Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D.
Beliau juga berharap bahwa Lemhannas bisa memanfaatkan tenaga peneliti, tenaga dosen, dan juga mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani dalam setiap kegiatan riset. Selain itu, beliau juga berharap bisa memanfaatkan keinginan dari lemhannas untuk bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi swasta yang merupakan binaan dari TNI-POLRI.


Kemudian dilanjutkan oleh Ka Biro Kerjasama dan Hukum Settama Lemhannas RI, Laksma TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P. Dalam sambutannya beliau menyebutkan bahwa Lemhannas dan Wantannas adalah garda terdepan untuk memberikan masukan kepada presiden sehingga membutuhkan partner yang lebih konkrit untuk memberikan masukan kepada presiden dalam berbagai hal. Beliau juga menyebutkan bahwa Lemhannas ada laboratorium khusus berkaitan masalah pengukuran ketahanan nasional yang mana jika staff atau mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani bersedia menjadi bagian untuk ikut berpartisipasi akan menjadi langkah yang positif untuk menjalin kerja sama.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)

Mengoptimalkan Penanganan Stunting Melalui Posyandu

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Rabu (27/9) Fakultas Kedokteran (FK) bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan penyuluhan di Kantor Kel. Cibeureum dengan tema Optimalisasi Penanganan Stunting Melalui Peran Posyandu. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor 3 Universitas Jenderal A. Yani, Kepala Puskesmas Cibeureum dan Lurah Cibeureum yang diwakili oleh Kasi Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial.


Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini gabungan dari dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang bantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini memiliki tujuan diantaranya yaitu melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi oleh dosen serta Universitas Jenderal A. Yani memiliki peran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Endry Septiadi, dr., M.Kes. memberikan materi mengenai stunting pada anak, yang dimana stunting itu gangguan gizi kronis yang terjadi di 1.000 hari pertama kehidupan dimulai dari mulai ibunya mengandung sampai anaknya lahir dan berusia 2 tahun. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan cara pengukuran tinggi badan anak yang akurat. Dalam jangka pendek stunting akan berdampak pada kesakitan, kematian dan penurunan fungsi produksi anak, jika untuk jangka panjang berdampak juga pada tinggi badan anak, mudah terinfeksi penyakit, gangguan kecerdasan dan menganggu usia produktivitas. Stunting dapat dicegah melalui asupan gizi yang sesuai dengan makro terutama protein lalu dapat mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan selanjutnya mengubah pola makan dari anak.


Setelah itu, dr. Mami selaku kepala puskesmas Kel. Cibeureum memberi himbauan kepada kader yang harus tetap semangat untuk mendapkatkan ilmu baru dan dapat mengaplikasikan apa yang sudah diselanggarakan mengenai stunting tersebut. Beliau pun berterima kasih banyak kepada pihak Universitas Jenderal A. Yani yang sudah mendukung pada bagian wilayah dan pemerintahan serta semoga Universitas Jenderal A. Yani semakin sukses dan berjaya dan selalu menebar manfaat kepada masyarakat.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)

Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir dan Langit-Langit

Universitas Jenderal A. Yani – Celah bibir dan langit-langit (CBL) adalah kelainan yang penyebabnya multifaktorial, yakni faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan dapat merupakan akibat dari mengonsumsi obat-obatan selain suplemen kehamilan, merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan, memiliki riwayat perawatan prenatal, serta mengalami diabetes dan obesitas. Sedangkan untuk faktor genetik adalah terkait riwayat keluarga yang memiliki kelainan celah bibir dan langit-langit. Efek samping yang dirasakan penderita kelainan ini antara lain gangguan bicara dan pendengaran, mengalami kesulitan makan, serta gangguan estetika. Hal ini mendasari mengapa masyarakat terutama keluarga dan pasien CBL perlu mendapat edukasi mengenai kelainan CBL secara umum, serta bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut demi menjaga kualitas hidupnya.


Dari uraian di atas, maka tim Pengabdian Masyarakat FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan pemaparan mengenai Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir/Celah Langit-Langit. Kegiatan ini diselenggarakan di Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon, pada tanggal 5 September 2022. Dengan Dr. Saskia L.N., drg., M.Kes., Sp.BM sebagai Ketua Pelaksana, kami berharap pemaparan ini dapat bermanfaat serta meningkatkan pemahaman dari keluarga dan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut terutama bagi pasien CBL.

Pada pelaksanaan pengabdian kali ini FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani berkoordinasi dengan Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pasien dan keluarga penderita CBL, yang tentunya sangat interaktif dan atentif saat berlangsungnya kegiatan pemaparan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang kemudian dilanjutkan oleh sesi pemaparan mengenai CBL secara umum, pilihan perawatan yang dapat dilakukan, penjelasan mengenai feeding plate/obturator, serta cara menjaga kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan. Setelah kegiatan pemaparan selesai, diadakan sesi tanya jawab sembari dilakukan post test. Hal tersebut bertujuan untuk membandingkan pengetahuan keluarga/pasien CBL mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemaparan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana, tidak lupa diakhiri dengan sesi dokumentasi.
 
Sumber: FKG Universitas Jenderal Achmad Yani