Pegawai Kontrak dan Calon Pegawai Universitas Jenderal Achmad Yani Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Kedisiplinan

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 97 Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani dan RSGM mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) kedisiplinan yang berlangsung dari hari Jumat (11/11) hingga hari Senin (14/11) di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom), Kota Cimahi, Jawa Barat. Ke-97 Tenaga Kependidikan yang mengikuti rangkaian kegiatan diklat merupakan pegawai yang berstatus Tenaga Kontrak dan Calon Pegawai.


Acara dimulai dengan upacara pembukaan sekaligus penyerahan pegawai Universitas Jenderal Achmad Yani kepada lembaga pendidikan Pusdikpom di lapangan Gedung Rektorat. Dalam amanah yang disampaikan oleh Wakil Rektor 2, Dr. Asep Kurniawan, S.E., M.T., M.IP., ASCA., CHRA., menyampaikan bahwa pendidikan dan pelatihan ini merupakan program kerja yang berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan moto Universitas Jenderal Achmad Yani, Smart Military University. Dr. Asep Kurniawan juga menambahkan, agar para peserta mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah diprogramkan. Selain itu juga berharap, bahwa setelah kegiatan diklat, terdapat perubahan sikap dan perilaku yang signifikan dari para peserta.


Pada hari kedua pelaksanaan diklat, para siswa Universitas Jenderal Achmad Yani diberikan materi kelas tentang Wawasan Kebangsaan, Pendidikan Pancasila, serta pelatihan bongkar-pasang senjata dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Di hari ketiga, para peserta melaksanakan kegiatan outbond/mountaineering di Pusat Pendidikan Jasmani TNI Angkatan Darat (Pusdikjas). Materi mountaineering yang dilakukan yaitu lempar pisau, rayapan tali 1, rayapan tali 2, dan jaring pendarat. Setelah melaksanakan outbond di Pusdikjas, para peserta diklat kembali ke Pusdikpom dan berlatih untuk penutupan diklat.

Pada hari Senin (14/11), Diklat Kedisiplinan Tenaga Kontrak dan Calon Pegawai Universitas Jenderal Achmad Yani secara resmi ditutup. Pada acara penutupan diklat, terdapat dua demonstrasi yang diperagakan oleh peserta diklat Universitas Jenderal Achmad Yani yaitu bongkar-pasang senjata dan PBB.
 
(Ismail)

D3 Kebidanan FITKes Universitas Jenderal A. Yani Adakan Pelatihan HBB

Universitas Jenderal A. Yani – Program Studi Kebidanan (D3) mempunyai visi untuk menghasilkan lulusan yang inovatif dan berkarakter unggul. Komitmen yang kuat Prodi Kebidanan (D3) untuk membekali pada lulusannya dengan kemampuan berdaya saing dan unggul saat di dunia kerja. Salah satu upaya yang dilaksanakan Program Studi Kebidanan (D3) adalah dengan melaksanakan pelatihan Program Helping Babies Breathe (HBB).


Program Helping Babies Breathe (HBB)/Membantu Bayi Bernafas adalah program menekankan pada kehadiran penolong yang terampil saat mendampingi kelahiran, penilaian setiap bayi, dukungan/bantuan dari keluarga ibu yang akan melahirkan, persiapan berbagai peralatan yang dibutuhkan, suasana ruangan dan ventilasi sesuai kebutuhan. Pada saat persalinan sebagian besar masyarakat meminta pertolongan Bidan sehingga dituntut mempunyai kompetensi dalam pertolongan bayi segera setelah lahir, khususnya yang membutuhkan bantuan nafas.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perhimpunan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) wilayah Pusat dan Jawa Barat dengan Pelatih yang dipimpin oleh Koordinator Program Helping Babies Breath (HBB) yaitu dr. Aris Primadi, Sp.A (K). Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 39 mahasiswa tingkat III yang telah selesai dalam program akademik. Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi mahasiswa dalam kemampuan professional seorang Bidan Vokasi dalam melakukan tatalaksana pada bayi baru lahir yang membutuhkan bantuan pernafasan.
Pelatihan HBB dilaksanakan pada hari Sabtu (06/08) di Gedung G FITKes Universitas Jenderal A. Yani dan diikuti dengan antusias oleh para peserta yang hadir.
 
Sumber: D3 Kebidanan FITKes Univ. Jenderal Achmad Yani
Editor: Ismail

Prodi D3 Kebidanan Selenggarakan Pelatihan PPGDON

Universitas Jenderal A. Yani – Guna meningkatkan kualitas calon Bidan, FITKes Universitas Jenderal A. Yani melalui Prodi D3 Kebidanan mengadakan pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat, Obsentrik & Neonatal (PPGDON). Kegiatan ini dimulai pada hari Rabu (27/7) dan berlangsung hingga Sabtu (30/7) di Gedung FITKes Universitas Jenderal A. Yani.


Melansir dari fik.old.unipdu.ac.id, pelatihan PPGDON merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi bidan / calon bidan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membawa perubahan di bidang kesehatan, terutama dalam kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat memberikan pertolongan atau atau Asuhan Kebidanan yang tepat dan benar dalam kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, sehingga pada akhirnya apabila terjun langsung ke masyarakat nantinya dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta dapat melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian dengan kompetensi profesinya sebagai bidan. Pelatihan PPGDON ini juga sangat begruna untuk menjadi bekal sebelum bekerja di Rumah Sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain.


Kegiatan PPGDON dibuka oleh Wakil Dekan III FITKes, Dzul Akmal, S.KM., M.Kes., dan dihadiri juga oleh Wakil Dekan I, Sekprodi D3 Kebidanan, para Dosen D3 Kebidanan, dan Emergency Medical Services 119 Jakarta. Harapannya, dengan mengikuti pelatihan PPGDON ini para calon Bidan dari FITKes Universitas Jenderal A. Yani dapat menjadi lulusan yang unggul.
 
Penulis: M. Ismail

Bidang III Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Pelatihan Konseling Bagi Dosen Wali

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Senin, (6/6) Bidang III Universitas Jenderal A. Yani mengadakan pelatihan bagi seluruh dosen wali dilingkungan Universitas Jenderal A. Yani mengenai mahasiswa dan permasalahannya. Kegiatan ini diadakan secara online menggunakan platform Zoom meeting dan diisi oleh dua pemateri yaitu Dr. Vera Angliani Juwita dan Dr. dr. Arlisa Wulandari, Sp.KJ., M.Kes.


Materi yang dibawakan oleh Dr. Vera Angiani Juwita adalah ”Kenal Mahasiswa Kita?” dan dibuka dengan diskusi mengenai pengalaman dosen wali dengan permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswanya dan cara wali dosen dalam mengatasi permasalahannya. Kemudian, disampaikan isi materi yaitu ciri mahasiswa bermasalah diantaranya perubahan perilaku dan sikap, prestasi akademik menurun, dan menarik diri dari pergaulan (tidak terlibat relasi dengan orang lain dan sering tidak masuk sekolah). Dan yang dapat dilakukan dosen wali diantaranya membuka komunikasi, menjamin kerahasiaan informasi dari mahasiswa, mendengarkan dengan empati, mengidentifikasi masalah penting yang disampaikan mahasiswa, lakukan evaluasi nilai kondisi mental mahasiswa dan mewaspadai tendensi melukai diri.


Kemudian materi ”Konseling pada Mahasiswa” yang dibawakan oleh Dr. dr. Arlisa Wulandari, Sp.KJ., M.Kes. Materi ini dimaksudkan untuk apa saja yang harus dilakukan ketika dosen wali memberikan konseling pada mahasiswa. Dikarenakan gangguan psikiatrik tidak terlihat tetapi menyebabkan penderitaan, melemahkan, berdampak jangka panjang dan bisa merugikan orang lain. Dijelaskan sikap dosen wali dalam konseling yaitu respek, tidak menghakimi, memberikan perhatian, tenang, mau mendengar dan suportif dalam menghadapi mahasiswa. Lalu kegiatan diakhiri sesi tanya jawab dari peserta kepada pemateri.
 
Penulis: Fajar Mulya Utama (T.Elektro-2019)
Editor: M. Ismail

Mahasiswa, Dosen, dan Pegawai Sisfo Universitas Jenderal A. Yani Ikuti Pelatihan Virtual Reality

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 19 peserta, 15 dari kalangan mahasiswa, 2 Dosen, dan 2 Pegawai Sisfo Universitas Jenderal A. Yani mengikuti kegiatan pelatihan Virtual Reality (VR) yang dipandu oleh instruktur dari Smarteye. Pelatihan ini dilaksanakan di Lab. Prodi Informatika selama 3 hari dimulai dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) dan dimulai sejak pagi hari hingga sore.


Menurut Octa Istiadi selaku Project Manager dari PT. Telkom Indonesia untuk proyek digital campus Universitas Jenderal A. Yani, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dalam membuat konten dari virtual reality. Nantinya bisa dimanfaatkan oleh Universitas Jenderal A. Yani untuk membuat konten-konten VR selanjutnya. Diharapkan, setelah pelatihan ini seluruh peserta bisa secara mandiri membuat konten-konten sesuai kebutuhan Universitas Jenderal A. Yani.


Sedangkan menurut Agus Komarudin, S.Kom., M.T. selaku Kaprodi Informatika, tujuan diadakannya pelatihanini supaya baik dari mahasiswa ataupun dosen, dapat mengembangkan aplikasi di virtual reality. Beliau juga berharap, kedepannya, mahasiswa di Prodi Informatika Universitas Jenderal A. Yani bisa mengembangkan aplikasi-aplikasi yang berbasis virtual reality.
 
Penulis: M. Ismail