Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut, FKG Universitas Jenderal Achmad Yani Gelar Pengmas

Universitas Jenderal A. Yani – Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, Fakultas Kedokteran Gigi – Universitas Jenderal Achmad Yani (FKG Unjani) bekerjasama denga Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Wonosobo menggelar kegiatan pengabdian masyarakat Unjani Mengabdi (UM) 2022 selama 2 hari, yaitu Kamis – Jumat tanggal 10 dan 11 November 2022. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut berupa pencabutan, penambalan dan pembersihan karang gigi anak dan dewasa, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat secara gratis bagi warga Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.


Wakil Dekan 3 FKG Unjani, Herryawan, drg., Sp. Perio mengungkapkan bahwa angka kejadian penyakit gigi dan mulut di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, sehingga pihaknya menggelar kegiatan UM ini agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga Kesehatan gigi dan mulut. Pemilihan Kecamatan Kalibawang sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riset Kesehatan Dasar) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2018, kecamatan ini termasuk yang paling tinggi angka penyakit gigi dan mulutnya untuk wilayah Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini diharapkan pada Riskesdas selanjutnya angka kesehatan gigi dan mulut masyarakat di wilayah ini akan membaik.
Lebih lanjut Herry mengungkapkan bahwa UM merupakan kegiatan rutin tahunan dari FKG Unjani yang telah mulai digelar sejak tahun 2013. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dengan angka kejadian penyakit gigi dan mulut yang masih tergolong tinggi. Hanya saja pelaksanaannya sempat terhenti pada tahun 2020 dan 2021 karena adanya pandemi Covid-19. Baru pada tahun 2022 ini dimana kondisi sudah lebih baik kami berani untuk melaksanakan kegiatan ini lagi”, ungkapnya.
Selain itu dikatakan Herry bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan ruang bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta keterampilan klinis yang dimilikinya dengan cara terjun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta memperkenalkan mengenai dunia kerja yang akan dihadapi oleh mahasiswa setelah lulus menjadi seorang dokter gigi. Melalui kegiatan ini juga tentunya akan dapat memperkenalkan FKG Unjani kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah tempat lokasi kegiatan.

Sampai akhir kegiatan, tercatat sekitar 230 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan, serta penyuluhan dilakukan di SD, SMP, SMA serta pada ibu-ibu kader PKK di kecamatan Kalibawang. \”Alhamdulillah masyarakat antusias memanfaatkan kegiatan UM sehingga kami dapat menjangkau sebanyak mungkin yang membutuhkan. Kedepannya semoga kegiatan ini dapat menjadi bagian dari peningkatan status kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia, karena sesuai dengan tujuan dari Ke
menterian Kesehatan bahwa Indonesia diharapkan dapat bebas dari  karies atau gigi berlubang pada tahun 2030\” tutur Herry.
Senada, Ketua Seksi MKEKG PDGI Wonosobo drg Rina Sesotyawaty mengatakan, dipilihnya kalangan anak-anak maupun remaja yang menjadi sasaran program kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan mulut tersebut karena kalangan tersebut dinilai perlu mendapat penguatan dalam hal kesehatan. “Sehingga ketika mereka sehat tidak akan terkendala ketika melakukan kegiatan belajar maupun pada saat mencari pekerjaan, karena persoalan gigi juga saat ini menjadi sebuah syarat dalam bekerja,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Kalibawang, Misro, mengaku berterimakasih kepada FKG Unjani maupun PDGI Wonosobo yang telah menggelar pengabdian masyarakat di wilayahnya. “Kami berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan taraf kesehatan gigi dan mulut masyarakat di wilayah kami”, pungkasnya.
 
Sumber: FKG Universitas Jenderal A. Yani

Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Cisarua

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Sabtu (29/10) telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat DAGUSIBU Obat Demam. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani yang bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UNJANI. Kegiatan tersebut bertempat di daerah Desa Gandrung, Kecamatan Jambudipa Cisarua dan dihadiri oleh masyarakat sekitar.


Dengan tema “Siap Bersinergi Membangun Negeri”, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan atas dasar sedang maraknya masyarakat yang terkena demam dan isu mengenai kandungan etilen glikol pada obat demam sirup anak. Sasaran pada penyuluhan ini yaitu masyarakat sekitar terutama ibu-ibu karena berkoneksi langsung dengan anggota keluarga sehingga harapannya mereka akan memiliki edukasi lebih di dunia kesehatan khususnya mengenai demam pada anak, tata laksana demam, dan pengobatannya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari apt. Titta Hartyana Sutarna, S.Si., M.Sc. selaku Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya, beliau berharap bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat dan para dosen yang terlibat bisa berbagi ilmu yang bermanfaat. Beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami dan mengenali terutama dalam dunia kesehatan.
Masuk ke bagian inti acara, yaitu pemaparan materi pertama mengenai tata laksana demam pada anak yang disampaikan oleh dr. Ainun Nur Kamilah. Pada pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa hal mengenai penatalaksanaan demam salah satunya yaitu penjelasan mengenai pengertian demam, penyebab demam, hal-hal yang perlu dilakukan ketika anak mengalami demam, cara pengobatan demam, dan tindakan kompres yang baik dan benar pada anak.


Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai DAGUSIBU obat demam dengan baik dan benar oleh apt. Titta Hartyana Sutarna, S.Si., M.Sc. DAGUSIBU adalah singkatan dari DApatkan GUnakan SImpan Buang. Tujuan dari materi DAGUSIBU ini adalah supaya masyarakat lebih teredukasi lagi mengenai bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang baik dan benar. Beliau juga menyampaikan bahwa berharap setelah kegiatan penyuluhan maka masyarakat yang telah hadir menjadi lebih paham mengenai tata laksana demam dan paham bahwa lebih baik mengkonsumsi obat yang didapatkan dari apotek.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dilakukan pula post test dan pembagian doorprize mengenai materi tata laksana demam dan DAGUSIBU untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman masyarakat atas materi yang telah disampaikan. Kemudian kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)

FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani Laksanakan Pengmas di Cianjur

 Universitas Jenderal A. Yani – Dalam mengimplementasikan salah satu nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, tim Dosen dari FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan poin tersebut di Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) ini dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2022 dan di dua tempat yaitu Pantai Cemara dan SMKN 1 Cidaun.


Kali ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat diisi oleh dosen-dosen dari Prodi S1 Hubungan Internasional dan Magister Hubungan Internasional. Kegiatan juga dihadiri oleh Dekan FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani, Wakil Dekan 1, Kaprodi dan Sekprodi S1 Hubungan Internasional, dan Sekprodi Magister Hubungan Internasional.


Pada kesempatan ini, tema yang disampaikan dalam Pengmas yaitu Literasi Digital dan Pembekalan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang. Selain itu, juga ada tema yang lainnya dan disampaiakan kepada Forum Masyarakat Peduli Cemara dengan mengusung topik Pengembangan Potensi Wisata.
 
(Ismail)

Kolaborasi Pengabdian Masyarakat kepada Warga Karang Taruna dan SMAN 30 Garut

Universitas Jenderal A. Yani – Dalam mengembangkan keterampilan generasi muda untuk memajukan perekonomian desa akibat pandemi. Akademisi dari berbagai universitas dari jurusan yang sama berkolaborasi membina desa bersama-sama. Tim dari Program Studi (Prodi) Kimia FMIPA ITB bekerja sama dengan Program Studi Kimia UNJANI (Universitas Jenderal Achmad Yani), program studi Kimia ITERA (Institut Teknologi Sumatera), UNPAK (Universitas Pakuan Bogor), UNIGA (Universitas Garut), UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi) dan HMK ‘AMISCA’ ITB menyelenggarakan kolaborasi pengabdian masyarakat kepada Karang Taruna Desa Cihurip dan Mekarwangi serta SMAN 30 Garut, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut.


Kegiatan ini mengusung tema Penyuluhan dan Pelatihan Penerapan Ilmu Kimia Terpadu untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Pemulihan Ekonomi di Lingkungan Desa Cihurip dan Mekarwangi, Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh gabungan dosen dan mahasiswa dari universitas berbeda ini dilaksakan selama dua hari yaitu tanggal 1 Oktober dan 15 Oktober 2022 secara online dan offline. Hal ini cukup unik karena setiap akademisi maupun mahasiswa yang berkontribusi menyumbangkan keahliannya di bidang masing-masing dalam bentuk praktek pelatihan langsung atau penyuluhan.
Dr. Muhammad Yudhistira Azis, Dosen Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Analitik Program Studi Kimia FMIPA ITB menyatakan kegiatan ini merupakan tahun kedua dan keikutsertaan peserta lebih banyak, akademisi yang berkolaborasi juga bertambah dan memberikan materi yang beragam terkait peningkatan keterampilan generasi muda dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan juga memiliki kesadaran serta wawasan dalam penerapan ilmu kimia sederhana ke masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut kepada warga karang taruna desa diantaranya pelatihan pembuatan sabun, handsanitizer, lilin dari minyak jelantah, pengolahan sampah menjadi barang yang ekonomis seperti limbah popok, plastik, kaleng bekas, sampah organik, limbah air yang tercemar. Kemudian dilakukan pelatihan pemasaran produk berbasis digital dan penyuluhan dampak serta identifikasi pencemaran air di lingkungan desa Mekarwangi, Desa Cihurip Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut. Untuk siswa SMA dilakukan berbagai percobaan kimia sederhana yang dapat diterapkan di sekolah.
Warga Karang Taruna dan siswa SMA menyambut baik kegiatan kolaborasi Program Studi Kimia beberapa universitas ini dan berharap ilmu yang diberikan dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Cihurip.
Harapannya juga Ilmu Kimia dapat dekat dengan generasi muda dan memiliki efek positif untuk kesejahteraan warga desa. Selain itu, universitas-universitas pendukung dapat mempromosikan program studinya ke siswa SMA dan kesempatan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan.
Pada saat Pengabdian Masyarakat di SMAN 30 Garut, tim dari Prodi Kimia UNJANI memberikan informasi seputar produk yang dimiliki oleh Kimia UNJANI yaitu lilin aromateraphy dan kita pun memberikan cara pembuatannya juga yaitu pertama – tama memasukan minyak jelantah 60 ml, paraffin 30 gram, lalu nyalakan spirtus dan aduk secara terus menerus hingga larut. Selanjutnya matikan spirtus dan lakukan pengadukan hingga suhu nya menurun atau dingin. Lalu tambahkan essential oil dan sedikit pewarna dan di aduk. Setelah itu tuangkan kedalam cetakan yang telah diberi sumbu. Tunggu beberapa menit dan lilin siap digunakan.
Cara pembuatan lilin aromatheraphy ini sangat mudah dan bahan-bahannya pun mudah untuk didapatkan dan bisa juga untuk ide berwirausaha. Dengan itu pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai lilin aromatheraphy dapat digunakan untuk menekan pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga.
 
 
Sumber: Prodi Kimia UNJANI
 

Penyuluhan Teledentistry tentang Kelainan Gigitan dan Perawatan Ortodontik

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Sabtu (1/10), tim Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan LPPM Unjani. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan mengenai macam dan contoh kelainan gigitan, serta penyebab dan akibat dari kelainan gigitan, perawatan ortodontik, serta akibat dari perawatan ortodontik ke tukang gigi. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.


Tim pelaksana pengabdian masyarakat yang melakukan penyuluhan yaitu drg Hillda Herawati, Sp Ort selaku dekan FKG Unjani, drg. Marlin Himawati, Sp.Ort, MDSc., drg Henri Hartman, Sp. KGA dan drg Rhabiah El Fithriyah, Sp. KGA, serta dibantu oleh dua mahasiswa Co-ass Adinda Habibah sebagai MC dan Mutia Triyanti sebagai bagian teknis dan dokumentasi.
Anak-anak SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan sangat antusias dengan penyuluhan teledentistry Dokter-dokter dari FKG Unjani. Beberapa dari mereka semangat memberikan pertanyaan dan mencari tahu mengenai kelainan gigitan yang mereka alami, serta perawatan ortodontik. Salah satu murid yang bernama Ajie, bertanya mengenai “Apakah tukang gigi dilegalkan?”, setelah melihat gambar-gambar akibat pemasangan alat ortodontik cekat (behel) tukang gigi. Salah satu penyuluh menjawab, “Tukang gigi dilarang melakukan pemasangan behel karena mereka tidak sekolah dokter gigi dan spesialis. Seseorang ingin menjadi dokter gigi butuh waktu 5 sampai 6 tahun, kemudian lanjut studi menjadi dokter gigi spesialis sekitar 3,5 sampai 4 tahun. Kemudian dokter gigi spesialis tersebut harus melakukan uji komptensi untuk mengurus surat ijin praktik, yang dilegalkan dalam hukum. Sedangkan tukang gigi tidak dilegalkan dalam melakukan perawatan behel.”

Kegiatan penyuluhan dilakukan pada perwakilan 60 anak kelas 12, yang dibagi menjadi 4 breakout room. Anak-anak sekolah diperbolehkan menggunakan gadget dalam melakukan teledentistry. Satu gadget murid bisa dipakai oleh 2 sampai 3 orang. Rangkaian acaranya terdiri dari pembukaan oleh MC, Sambutan oleh ibu dekan drg hillda, Sp Ort selaku penyuluh, dokumentasi seluruh peserta, penyuluhan disampaikan di 4 breakout room, ditutup dengan tanya jawab oleh para peserta.
Tim pelaksana pengmas memang mengambil sasaran di SMA karena terkadang siswa-siswi ingin gaya dengan memasang behel murah tetapi tidak mengetahui akibatnya akan merusak susunan gigi-geliginya menjadi lebih parah, atau malah karena kekuatan dari kawat ortodontik yang menyebabkan gigi bergerak tidak sesuai dengan yang diinginkan, malah akan terjadi akar giginya keluar dari gusi. Pemasangan behel yang murah juga tidak melihat dari segi higienis, yang berakibat terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan pembengkakan gusi dan bibir, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh.
Kota Tidore Kepulauan dipilih sebagai sasaran dari penyuluhan mengenai ortodontik, karena di sana memang belum ada spesialis ortodontik. Salah satu mahasiswa dari FKG Unjani yang bernama Mutia, yang berasal dari Tidore Kepulauan, berharap setelah lulus menjadi Dokter Gigi, akan disekolahkan menjadi Spesialis Ortodontik dan mengabdi pada daerahnya.

Mengoptimalkan Penanganan Stunting Melalui Posyandu

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Rabu (27/9) Fakultas Kedokteran (FK) bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan penyuluhan di Kantor Kel. Cibeureum dengan tema Optimalisasi Penanganan Stunting Melalui Peran Posyandu. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor 3 Universitas Jenderal A. Yani, Kepala Puskesmas Cibeureum dan Lurah Cibeureum yang diwakili oleh Kasi Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial.


Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini gabungan dari dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang bantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini memiliki tujuan diantaranya yaitu melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi oleh dosen serta Universitas Jenderal A. Yani memiliki peran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Endry Septiadi, dr., M.Kes. memberikan materi mengenai stunting pada anak, yang dimana stunting itu gangguan gizi kronis yang terjadi di 1.000 hari pertama kehidupan dimulai dari mulai ibunya mengandung sampai anaknya lahir dan berusia 2 tahun. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan cara pengukuran tinggi badan anak yang akurat. Dalam jangka pendek stunting akan berdampak pada kesakitan, kematian dan penurunan fungsi produksi anak, jika untuk jangka panjang berdampak juga pada tinggi badan anak, mudah terinfeksi penyakit, gangguan kecerdasan dan menganggu usia produktivitas. Stunting dapat dicegah melalui asupan gizi yang sesuai dengan makro terutama protein lalu dapat mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan selanjutnya mengubah pola makan dari anak.


Setelah itu, dr. Mami selaku kepala puskesmas Kel. Cibeureum memberi himbauan kepada kader yang harus tetap semangat untuk mendapkatkan ilmu baru dan dapat mengaplikasikan apa yang sudah diselanggarakan mengenai stunting tersebut. Beliau pun berterima kasih banyak kepada pihak Universitas Jenderal A. Yani yang sudah mendukung pada bagian wilayah dan pemerintahan serta semoga Universitas Jenderal A. Yani semakin sukses dan berjaya dan selalu menebar manfaat kepada masyarakat.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)

Prodi D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani Sukses Selenggarakan Sosialisasi dan Penyuluhan Foodborne Disease

Universitas Jenderal A. Yani – Guna mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi D4 Teknologi Laboraturium Medis (TLM) FITKes Universitas Jenderal A. Yani melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) pada hari Rabu (7/9). Kegiatan ini mengusung tema Penerapan Teknologi Cuka Kulit Semangka dan Penyuluhan Foodborne Disease untuk Mengatasi Permasalahan Limbah dan Kesehatan di Pasar Induk Caringin dan dilaksanakan di Aula Kantor Kel. Babakan Ciparay, Kota Bandung.


Dalam sambutan yang diberikan, Kepala Kelurahan Babakan Ciparay mengatakan bahwa sangat banyak manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan limbah, salah satu contohnya yaitu pupuk kompos. Lurah juga berharap dan menyambut sangat baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Prodi D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani dan memberikan apresiasi yang tingggi atas dilaksanakannya kegiatan Pengmas ini.

Kegiatan masuk ke dalam bagian inti yaitu sosialisasi dan penyuluhan yang disampaikan oleh Patricia Gita Naully, S.Si., M.Si., Dosen D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Beliau menyampaikan, dalam beberapa hari belakangan, telah terjadi keracunan makanan kepada anak-anak di Lebak, Banten. Lalu, beliau memaparkan kepada masyarakat yang hadir terkait dengan penyakit dari makanan yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Selain itu, Patricia juga menegaskan bahwa bukan ekonomi yang menjadi indikator kesehatan, melainkan pengetahuan.
 
Editor: M. Ismail

Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir dan Langit-Langit

Universitas Jenderal A. Yani – Celah bibir dan langit-langit (CBL) adalah kelainan yang penyebabnya multifaktorial, yakni faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan dapat merupakan akibat dari mengonsumsi obat-obatan selain suplemen kehamilan, merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan, memiliki riwayat perawatan prenatal, serta mengalami diabetes dan obesitas. Sedangkan untuk faktor genetik adalah terkait riwayat keluarga yang memiliki kelainan celah bibir dan langit-langit. Efek samping yang dirasakan penderita kelainan ini antara lain gangguan bicara dan pendengaran, mengalami kesulitan makan, serta gangguan estetika. Hal ini mendasari mengapa masyarakat terutama keluarga dan pasien CBL perlu mendapat edukasi mengenai kelainan CBL secara umum, serta bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut demi menjaga kualitas hidupnya.


Dari uraian di atas, maka tim Pengabdian Masyarakat FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan pemaparan mengenai Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir/Celah Langit-Langit. Kegiatan ini diselenggarakan di Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon, pada tanggal 5 September 2022. Dengan Dr. Saskia L.N., drg., M.Kes., Sp.BM sebagai Ketua Pelaksana, kami berharap pemaparan ini dapat bermanfaat serta meningkatkan pemahaman dari keluarga dan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut terutama bagi pasien CBL.

Pada pelaksanaan pengabdian kali ini FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani berkoordinasi dengan Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pasien dan keluarga penderita CBL, yang tentunya sangat interaktif dan atentif saat berlangsungnya kegiatan pemaparan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang kemudian dilanjutkan oleh sesi pemaparan mengenai CBL secara umum, pilihan perawatan yang dapat dilakukan, penjelasan mengenai feeding plate/obturator, serta cara menjaga kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan. Setelah kegiatan pemaparan selesai, diadakan sesi tanya jawab sembari dilakukan post test. Hal tersebut bertujuan untuk membandingkan pengetahuan keluarga/pasien CBL mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemaparan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana, tidak lupa diakhiri dengan sesi dokumentasi.
 
Sumber: FKG Universitas Jenderal Achmad Yani