Mengoptimalkan Penanganan Stunting Melalui Posyandu

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Rabu (27/9) Fakultas Kedokteran (FK) bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan penyuluhan di Kantor Kel. Cibeureum dengan tema Optimalisasi Penanganan Stunting Melalui Peran Posyandu. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor 3 Universitas Jenderal A. Yani, Kepala Puskesmas Cibeureum dan Lurah Cibeureum yang diwakili oleh Kasi Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial.


Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini gabungan dari dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang bantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini memiliki tujuan diantaranya yaitu melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi oleh dosen serta Universitas Jenderal A. Yani memiliki peran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Endry Septiadi, dr., M.Kes. memberikan materi mengenai stunting pada anak, yang dimana stunting itu gangguan gizi kronis yang terjadi di 1.000 hari pertama kehidupan dimulai dari mulai ibunya mengandung sampai anaknya lahir dan berusia 2 tahun. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan cara pengukuran tinggi badan anak yang akurat. Dalam jangka pendek stunting akan berdampak pada kesakitan, kematian dan penurunan fungsi produksi anak, jika untuk jangka panjang berdampak juga pada tinggi badan anak, mudah terinfeksi penyakit, gangguan kecerdasan dan menganggu usia produktivitas. Stunting dapat dicegah melalui asupan gizi yang sesuai dengan makro terutama protein lalu dapat mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan selanjutnya mengubah pola makan dari anak.


Setelah itu, dr. Mami selaku kepala puskesmas Kel. Cibeureum memberi himbauan kepada kader yang harus tetap semangat untuk mendapkatkan ilmu baru dan dapat mengaplikasikan apa yang sudah diselanggarakan mengenai stunting tersebut. Beliau pun berterima kasih banyak kepada pihak Universitas Jenderal A. Yani yang sudah mendukung pada bagian wilayah dan pemerintahan serta semoga Universitas Jenderal A. Yani semakin sukses dan berjaya dan selalu menebar manfaat kepada masyarakat.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)

Prodi D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani Sukses Selenggarakan Sosialisasi dan Penyuluhan Foodborne Disease

Universitas Jenderal A. Yani – Guna mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi D4 Teknologi Laboraturium Medis (TLM) FITKes Universitas Jenderal A. Yani melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) pada hari Rabu (7/9). Kegiatan ini mengusung tema Penerapan Teknologi Cuka Kulit Semangka dan Penyuluhan Foodborne Disease untuk Mengatasi Permasalahan Limbah dan Kesehatan di Pasar Induk Caringin dan dilaksanakan di Aula Kantor Kel. Babakan Ciparay, Kota Bandung.


Dalam sambutan yang diberikan, Kepala Kelurahan Babakan Ciparay mengatakan bahwa sangat banyak manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan limbah, salah satu contohnya yaitu pupuk kompos. Lurah juga berharap dan menyambut sangat baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Prodi D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani dan memberikan apresiasi yang tingggi atas dilaksanakannya kegiatan Pengmas ini.

Kegiatan masuk ke dalam bagian inti yaitu sosialisasi dan penyuluhan yang disampaikan oleh Patricia Gita Naully, S.Si., M.Si., Dosen D4 TLM FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Beliau menyampaikan, dalam beberapa hari belakangan, telah terjadi keracunan makanan kepada anak-anak di Lebak, Banten. Lalu, beliau memaparkan kepada masyarakat yang hadir terkait dengan penyakit dari makanan yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Selain itu, Patricia juga menegaskan bahwa bukan ekonomi yang menjadi indikator kesehatan, melainkan pengetahuan.
 
Editor: M. Ismail

Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir dan Langit-Langit

Universitas Jenderal A. Yani – Celah bibir dan langit-langit (CBL) adalah kelainan yang penyebabnya multifaktorial, yakni faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan dapat merupakan akibat dari mengonsumsi obat-obatan selain suplemen kehamilan, merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan, memiliki riwayat perawatan prenatal, serta mengalami diabetes dan obesitas. Sedangkan untuk faktor genetik adalah terkait riwayat keluarga yang memiliki kelainan celah bibir dan langit-langit. Efek samping yang dirasakan penderita kelainan ini antara lain gangguan bicara dan pendengaran, mengalami kesulitan makan, serta gangguan estetika. Hal ini mendasari mengapa masyarakat terutama keluarga dan pasien CBL perlu mendapat edukasi mengenai kelainan CBL secara umum, serta bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut demi menjaga kualitas hidupnya.


Dari uraian di atas, maka tim Pengabdian Masyarakat FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan pemaparan mengenai Kesehatan Gigi Mulut untuk Pasien dan Keluarga dengan Riwayat Celah Bibir/Celah Langit-Langit. Kegiatan ini diselenggarakan di Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon, pada tanggal 5 September 2022. Dengan Dr. Saskia L.N., drg., M.Kes., Sp.BM sebagai Ketua Pelaksana, kami berharap pemaparan ini dapat bermanfaat serta meningkatkan pemahaman dari keluarga dan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut terutama bagi pasien CBL.

Pada pelaksanaan pengabdian kali ini FKG-LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani berkoordinasi dengan Poli Bedah Mulut Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pasien dan keluarga penderita CBL, yang tentunya sangat interaktif dan atentif saat berlangsungnya kegiatan pemaparan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang kemudian dilanjutkan oleh sesi pemaparan mengenai CBL secara umum, pilihan perawatan yang dapat dilakukan, penjelasan mengenai feeding plate/obturator, serta cara menjaga kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan. Setelah kegiatan pemaparan selesai, diadakan sesi tanya jawab sembari dilakukan post test. Hal tersebut bertujuan untuk membandingkan pengetahuan keluarga/pasien CBL mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemaparan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana, tidak lupa diakhiri dengan sesi dokumentasi.
 
Sumber: FKG Universitas Jenderal Achmad Yani

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di SMAN 9 Bandung

Universitas Jenderal A. Yani – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Agenda yang masuk dalam rangkaian Pengabdian Masyarakat LPPM Unjani dan Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Blok Kegawat Daruratan Medik Prodi Sarjana Kedokteran ini berlangsung di SMA Negeri 9 Bandung, Rabu (03/08).


Masyakarat khususnya siswa siswa SMA Negeri 9 Bandung menjadi peserta dalam pelatihan BHD ini. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh dr. Fitriardi Sejati Sp.B., FInaCS sebagai Koordinator pengmas dan penanggung jawab pembelajaran Blok Kegawatdaruratan FK Unjani, serta dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 9 Bandung Dr. H. Andang Segara. M,M.Pd dan juga ibu Wakil Dekan 3 FK Unjani dr. Sylvia Mustikasari M.M.Edu.
Pelatihan BHD ini diberikan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNJANI Angkatan 2019 yang sedang menyelesaikan Pendidikan Blok Kegawatdaruratan Medik. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut sebelumnya sudah menempuh Pendidikan tentang bantuan hidup dasar dan kemudian mentransfer ilmu tersebut ke masyarakat.
Kegiatan ini berfokus pada prosedur resusitasi jantung paru pada korban dewasa. Peserta diajak untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan pernapasan.
Fitriardi menyampaikan bahwa pelatihan BHD ini untuk memberikan pemahaman terkait prosedur yang tepat dalam membantu orang yang henti jantung. Atau mereka yang tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan.

Peran masyakarat dianggap penting dalam memberikan pertolongan pertama. Sebab, kata Fitriardi, kasus ini kerap terjadi di jalan atau di tempat tak terduga.
\”Karena yang namanya kejadian henti nafas atau henti jantung itu kan kejadian yang tiba-tiba yang tidak selalu ada tenaga kesehatan disitu\” ungkap Fitriardi.
\”Kita perlu membekali orang-orang awam seperti Siswa ini yang mobilitasnya tinggi yang bisa berada dimana saja. Masyakarat kalau ada yang tiba-tiba serangan jantung itu bisa tertolong,\” jelasnya.
Kata Fitriardi, pelatihan BHD diupayakan dimaksimalkan ke seluruh masyakarat. Setiap orang penting paham terkait resusitasi jantung paru demi membantu orang lain yang tengah kesulitan saat henti nafas atau jantung.
\”Dengan adanya pijat jantung itu otak kembali dapat sirkulasi oksigen dalam sekian menit. Kalau itu bisa dilakukan sambil menunggu datangnya ambulance atau dari RS maka outcomenya bisa lebih baik, Everyone can save a life…\” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 9 Bandung Dr. H. Andang Segara. M.M.Pd menyampaikan terimakasih kepada pihak FK Unjani. Dengan pelatihan itu, Siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, namun juga turut serta membantu masyakarat secara keseluruhan.
\”Hanya ingin mengutarakan terima kasih banyak karena telah memberikan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar pada siswa siswa kami, selain itu juga semoga memotivasi siswa siswa SMAN 9 Bandung untuk melanjutkan Pendidikan ke Fakultas Kedokteran Unjani” ungkapnya.
 
Sumber: FK Universitas Jenderal Achmad Yani

FKG Universitas Jenderal Achmad Yani Berikan Penyuluhan Kesehatan Gigi

Universitas Jenderal A. yani – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan kegiatan penyuluhan Brush Day and Night atau sikat gigi pagi dan malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (29/07) di dua tempat yaitu SDN Cimahi Mandiri 2 dan SDN Cimahi Mandiri 5.


Tujuan kegiatan Brush Day and Night yaitu untuk mengedukasi seluruh siswa-siswi se-Indonesia tentang kesehatan gigi. Terdapat 31 Institusi Pendidikan Dokter Gigi yang akan melakukan penyuluhan kepada 1.000 anak pada setiap wilayahnya, dan Universitas Jenderal Achmad Yani terpilih sebagai perwakilan wilayah Kota Cimahi. Kegiatan edukasi biasanya dilakukan oleh Dokter Gigi, Dokter Co-as, ataupun mahasiswa, tetapi dalam kegiatan Brush Day and Night ini dilakukan oleh 10 guru yang sudah diberikan pelatihan sebelumnya.
Kegiatan ini meliputi pemberian edukasi kepada para siswa yang dilakukan oleh guru. Pada pertengahan pemaparan materi, ditayangkan video tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar supaya memudahkan para siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan. Kemudian setelah selesai, para siswa diarahkan supaya berbaris untuk mendapatkan sikat beserta pasta gigi gratis.


Selain itu, dilakukan juga aplikasi topical flour atau perawatan pencegahan gigi berlubang secara gratis oleh pihak FKG yang dilakukan kepada 50 anak.
PIC Brush Day and Night Kota Cimahi, drg. Rina Putri, M.KM, beliau berharap setelah dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat menjadi sadar terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Beliau juga mengatakan bahwa saat ini masih ada paradigma tentang gigi anak yang rusak lebih baik dibiarkan saja karena akan lepas  sendirinya, maka dengan adanya program ini paradigma tersebut berubah menjadi jika gigi anak sakit atau berlubang lebih baik dikonsultasikan ke dokter gigi. Kemudian, beliau juga berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menyikat gigi dan memperhatikan konsumsi makanan menjadi lebih meningkat lagi.
 
Penulis: Annisa Nur Aisyah – Ilmu Keperawatan 2021
Editor: M. Ismail

Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis FK Universitas Jenderal Achmad Yani di Kab. Bandung Barat

Universitas Jenderal A. Yani – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani menggelar acara Pekan Pengabdian kepada Masyarakat bagi masyarakat RW 21 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini  merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Dies Natalis Universitas Jenderal Achmad Yani ke 32 dan merupakan salah satu upaya konkrit menciptakan upaya tripartid antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah yang nyata dan berkesinambungan. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (28/07) dan Jumat (29/07) di Posyandu Anggrek RW 21 Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah mulai pukul 08.00 WIB.
Pekan Pengabdian kepada Masyarakat ini dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, Dekan FK, Dr. Sutrisno, dr., SH.,M.HKes., MARS., Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan serta Camat Ngamprah Agnes virganty S.Stp. M.Si. Rektor menyampaikan bahwa saat ini diperlukan kolaborasi yang sinergis antara akademisi, pemerintah dan masyarakat, bahkan kedepan kolaborasi pentahelix yang diperlukan dimana dunia industri dan media juga berperan.

Tim Pengabdian Masyarakat FK Universitas Jenderal Achmad Yani melaksanakan 2 kegiatan dalam pekan pengmas ini yaitu penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan gratis untuk lansia dalam 2 hari kegiatan. Pada hari Kamis (28/07) dilakukan penyuluhan mengenai stunting dengan narasumber Elly Noer Rochmah, dr., SpA. M. Kes dan moderator Desire Meria Nataliningrum, dr, SpOk, MKK. Kegiatan diawali sambutan dari Dekan FK dan beliau mengatakan stunting merupakan masalah nasional yang perlu ditindak lanjuti bersama. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan wawasan masyarakat mengenai stunting meningkat sehingga kejadian stunting di masa depan dapat teratasi, ungkap beliau.


Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis pada lansia dilaksanakan pada hari Jumat (29/08). Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan tanda vital, status gizi, pemeriksaan menyeluruh oleh dokter, pengangkatan serumen telinga, pemeriksaan screening tuli dengar dengan audiometer oleh dokter dan pemberian obat gratis, ungkap ketua pelaksana kegiatan Siska Telly Pratiwi, dr, MKes. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini pula dilibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa kedokteran dan co-asistant yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman lebih mengenai pembelajaran diluar kelas dibawah pengawasan dr Hendri Hendri Priyadi, SpPD., M.Kes., M.Pd.Ked dan dr Asti Kristianti, Sp,THT-KL, M.Kes. Selain itu, dilibatkan juga alumni dari FK Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai wujud pengabdian alumni terhadap masyarakat dan almamater.

Sementara itu dr Siska sebagai Ketua Pelaksana Pengmas mengatakan bahwa kegiatan ini terintegrasi dengan pengajaran dan penelitian sebagai wujud konkrit Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian dilakukan dengan pencarian data pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi longsor sehubungan dengan kondisi Desa Tani Mulya ada di wilayah dengan potensi Gerakan tanah menengah-tinggi di Kab. Bandung Barat. Selain itu, hal ini juga menunjang kegiatan keunggulan sesuai visi misi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achad Yani, ungkap Siska.
 
Sumber: FK Universitas Jenderal Achmad Yani
Editor: Ismail

FEB dan FSI Universitas Jenderal A. Yani Beri Pelatihan kepada UMKM di Kab. Bandung Barat

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal A. Yani melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Fakultas Sains dan Informatika (FSI) mengadakan program kemitraan masyarakat, sosialisasi dan workshop digital marketing pada UMKM yang berlokasi di Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat pada hari Jumat (29/7). Program kemitraan dan Pengabdian Masyarakat ini merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis ke-32 Universitas Jenderal A. Yani.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Camat Ngamprah, Ibu Agnes Virganty, dengan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolabrasi pentahelix, pemerintah daerah tidak dapat berdiri sendiri begitu juga akademisi tetapi dengan adanya kolaborasi dengan warga masyarakat dan para pelaku usaha dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di lingkungan Kec. Ngamprah.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengmas FEB, Rizki Indrawan, SE., M.Ak., CA., CADE., CAAT. Dalam sambutanya beliau berharap bahwa apa yang akan disampaikan oleh pemateri dapat diterima dengan baik dan dipahami kemudian menjadi ilmu tambahan yang dapat diimplementasikan dalam menjalankan usahanya. Selanjutnya sambutan dari Ketua Tim Pengmas FSI, H. Tacbir Hendro Pudjiantoro, S.Si., MT. beliau memiliki harapan jika materi yang sudah disampaikan tidak berhenti sampai disini dan apabila ada kesulitan dapat datang langsung ke FSI Universitas Jenderal A. Yani.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemamaparan materi sesi 1 oleh narasumber Lukni B. Ahmad, S.Ds., MSM. dan Eka Septiarini, S.P., M.M. Dalam penyampaian materi yang difokuskan pada UMKM tersebut adalah bagaimana menggunakan digital marketing dengan menggunakan media sosial yang para pelaku usaha miliki antara lain bagaimana cara memfoto produk agar terlihat menarik, cara memposting serta membuat caption yang menarik. Selanjutnya pemaparan materi sesi 2 oleh narasumber Faiza Renaldi, S.T., M.Sc. materi yang disampaikan mengenai Digital Marketing Practical Approach dan yang difokuskan adalah bagaimana menyampaikan kisah produk yang kita miliki dengan baik di Social Media.
 
Penulis : Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)
Editor : M. Ismail

Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan PKM Tentang Pemanfaatan Halaman Rumah untuk TOGA

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal A. Yani melalui Fakultas Farmasi memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan dan komersialisasi lahan halaman rumah untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat pada hari Jumat (29/7) dan merupakan rangkaian dari Pekan Pengabdian kepada Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Jenderal A. Yani dalam rangka Dies Natalis ke-32.


Penyuluhan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Apt. Fahrauk Faramayudha, S.Si., M.Sc. Beliau memiliki tujuan agar warga masyarakat dapat menanam tanaman sendiri di rumah serta dapat dimanfaatkan dan akan dijadikan sentral tanaman obat sehingga dapat meningkatkan pendapatan perkapita dari keluarga. Selanjutnya kegiatan pengisian form kuisioner oleh masyarakat yang hadir dengan tujuan untuk mengukur kepahaman masyarakat mengenai TOGA.


Setelah itu, masuk ke bagian inti acara yakni penyuluhan mengenai TOGA oleh empat pemateri dari Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani. Keempat pemateri tersebut yaitu Dr. apt. Soraya Riyanti, M.Si., apt. Ririn Puspadewi, M.Si., apt. Puspa Sari Dewi, M.Si., apt. Suci Narvikasari, M.Si. Materi yang diberikan sangat difokuskan pada TOGA diantaranya kriteria tanaman yang dapat ditanam di daerah sekitar rumah, fungsi TOGA, efektivitas TOGA, pengunaaan TOGA serta jenis-jenis tanaman yang dapat ditanaman dirumah seperti jeruk nipis, sirih, cecendet, sirih merah, binahong, sirsak, brotowali, kunyit, dan lain-lain. Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi diskusi serta pemberian hadiah dan foto bersama antara Fakultas Farmasi dengan masyarakat.
 
Penulis: Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)
Editor: M. Ismail