Universitas Jenderal Achmad Yani Mendapatkan Kunjungan dari SMK Kesehatan Asy-Syifa

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 87 pelajar dan 13 guru SMK Kesehatan Asy-Syifa Kota Tangerang pada hari Senin (19/12) mengunjungi Universitas Jenderal Achmad Yani. Rombongan SMK Kesehatan Asy-Syifa diterima dan disambut dengan baik di Gedung Rektorat oleh Kepala Admisi, Dr. Luqman Munawar Fauzi, S.IP., M.Si. Pada kesempatan ini juga, para siswa dan guru SMK juga bertemu dengan Wakil Rektor I, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si. dan memberikan sambutan terkait dengan kunjungannya.
Setelah dari Gedung Rektorat, rombongan menuju ke Gedung Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) dan disambut oleh Dekan dan Wakil Dekan III beserta beberapa staf dari fakultas tersebut.


Sebelum menerima paparan, Bapak Endang perwakilan dari SMK Kesehatan Asy-Syifa menyampaikan sambutannya. Menurut beliau, maksud dan tujuan dari kunjungan ke Universitas Jenderal Achmad Yani yakni untuk bersilaturahmi. Selain itu, kunjungan ini juga merupakan program tahunan dari sekolah yang bernama PDL (Praktek Diklat Lapangan), yang salah satunya berkunjung ke institusi perguruan tinggi yang memiliki Program Studi di bidang kesehatan. Harapan kedepannya, Bapak Endang berharap para siswa dan siswi nantinya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di bidang kesehatan setelah lulus dari SMK.
Berikutnya merupakan sambutan dari Dekan FITKes, dr. Gunawan Irianto, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa FITKes merupakan perkembangan yang dahulunya bernama Akper Jenderal Achmad Yani. Kemudian menjadi STIKES Jenderal Achmad Yani, kemudian pada tahun 2021 bergabung ke Universitas Jenderal Achmad Yani menjadi sebuah fakultas.


Setelah sambutan-sambutan, para siswa-siswi menerima paparan dari perwakilan tiap fakultas yang ada di Universitas Jenderal Achmad Yani. Dalam paparannya, para perwakilan fakultas memaparkan tentang tentang kurikulum, materi pembelajaran, dan fasilitas yang ada di fakultas-fakultas tersebut.

Setelah selesai dari Gedung FITKes, rombongan melakukan kunjungan ke Gedung Farmasi dan dilanjutkan dengan mengunjungi RSGM Universitas Jenderal Achmad Yani. Di RSGM, siswa-siswa diterima langsung oleh Direktur Utama, drg. Badi Soerachman, Sp.KG. lalu dilanjutkan melihat fasilitas yang berada di RS tersebut. Fasilitas yang dikunjungi diantaranya, IGD RSGM, Ruang Operasi, dan Ruang pemeriksaan gigi.
 
Penulis: Ismail

Mahasiswa Baru Universitas Jenderal A. Yani Ikuti Kegiatan PKKMB Hari Pertama

(Universitas Jenderal A. Yani) – Dalam rangka memperkenalkan mahasiswa baru kepada lingkungan kampus Universitas Jenderal A. Yani (Unjani) mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tahun 2022 yang dilaksanakan pada hari Senin (19/9) dan secara hybrid. Kegiatan dihadiri oleh 250 mahasiswa baru secara offline yang bertempat di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal A. Yani lantai 4 dan selebihnya hadir secara online.



Materi pertama yang disampaikan yaitu mengenai pengenalan keluarga Jenderal Achmad Yani dengan moderator Dzul Akmal, S.KM., M.Kes. selaku Wakil Dekan 3 FITKes. Pengenalan disampaikan oleh Dra. Indrya Ami Rully A. Yani, MA., Psikolog., yang merupakan putri pertama dan Bapak Untung Achmad Yani, putra ketujuh dari Jenderal Achmad Yani. Dari pemaparan materi dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa hal yang bisa diteladani dari Jenderal Achmad Yani yaitu beliau merupakan seseorang yang santun, memiliki jiwa leadership yang baik, gagah dan berani, disiplin, loyal, dan intelektual yang tinggi. Mengutip dari sambutan Rektor Unjani di pembukaan PKKMB bahwa sebagai mahasiswa Unjani memiliki jiwa disiplin, kepemimpinan, dan santun harus ditanamkan dalam diri kita. Selain itu, pesan dari Jenderal A. Yani yang selalu diingat oleh Bu Rully beserta keluarga yaitu, “belajarlah setinggi-tingginya”.
Selanjutnya yaitu pemaparan materi pengenalan Yayasan Kartika Eka Paksi oleh Kepala Bidang Akademik, Mayjen TNI (Purn) Benny Indra Pujihastono, S.IP., M.HI. Beliau menyampaikan bahwa Universitas Jenderal Achmad Yani merupakan kampus yang besar karena berada di bawah naungan TNI Angkatan Darat Yayasan Kartika Eka Paksi yang mana YKEP ini berintegrasi dengan UNJANI, TNI AD, dan mahasiswa. YKEP juga berbadan hukum yaitu didirikan pada 10 Agustus 1972 oleh TNI AD dan pembinanya adalah KASAD. Selain bidang pendidikan, YKEP juga memiliki beberapa bidang diantaranya bidang usaha, investasi, kesejahteraan dan humble.
Pemaparan materi selanjutnya tentang Yayasan Kartika Eka Paksi, BPH, dan Keachmadyanian oleh Ketua BPH Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Chairussani Abbas Sopamena, S.IP., M.Si. Beliau berpesan kepada para mahasiswa untuk membangun Universitas Jenderal Achmad Yani ini sebagai universitas yang diharapkan oleh angkatan darat dan berharap mahasiswa bisa mengedepankan karakteristik yang dimiliki oleh Jenderal Achmad Yani diantaranya yaitu disiplin, loyal, dan juga santun.


Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh Wakil Rektor 3, Dewi Ratih Handayani, dr., M.Kes., bahwa untuk menjadi mahasiswa yang unggul mahasiswa harus  baik dalam dalam hal hardskill dan softskill. Hardskill harus ditunjukan dengan IPK yang bagus di prodi nya dan softskill dapat didapatkan melalui salah satunya adalah organisasi dan juga sertifikasi yang yang diperoleh melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di bidang 3.
Wakil Rektor 2, Dr. Asep Kurniawan, SE., MT., ASCA., CHRA juga memberikan materi mengenai hak dan kewajiban mahasiswa selama menjadi mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani serta memberi penjelasan tentang tata cara pembayaran yang menggunakan virtual account. Dalam menutup materinya beliau menyampaikan bahwa secanggih-canggihnya peralatan yang digunakan, tidak akan berfungsi dengan baik apabila dari segi SDM-nya kurang berkualitas.

Dalam kemsempatan ini Wakil Rektor 1, Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si.  memberikan materi mengenai kebijakan dan proses akademik yang berada di lingkungan Universitas Jenderal A. Yani serta menyampaikan informasi bahwa Universitas Jenderal A. Yani memiliki 2 lokasi kampus yang berada di Cimahi dan Bandung yang memiliki visi utama yaitu unggul, berjiwa kebangsaan dan berwawasan lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa Universitas Jenderal A. Yani memiliki 41 program studi dan 10 fakultas dan memiliki mahasiswa sebanyak 18.672. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang kurikulum akademik yang berlaku di Universitas Jenderal A. Yani kepada para mahasiswa baru.
Kegiatan PKKMB hari pertama diakhiri dengan sesi Focus Discussion Group (FDG) dan pemaparan pengenalan ormawa dalam tingkat universitas.
 
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021) dan Salma Fithri Khaerani (Manajemen – 2021)

Universitas Jenderal Achmad Yani Kukuhkan Mahasiswa Baru dan Buka Pengenalan Kehidupan Kampus T.A. 2022/2023

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Kamis (15/9) dan bertempat di area Gedung Rektorat, telah dilaksanakan Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2022/2023. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid dengan menghadirkan 500 mahasiswa secara offline dari seluruh fakultas dan selebihnya hadir secara online.
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., berkenan membuka sidang dan resmi menerima para mahasiswa di tahun ajaran yang baru.


Wakil Rektor 1 Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., dalam laporan penerimaan mahasiswa baru dan pembacaan Surat Keputusan Rektor Nomor SKEP/296/UNJANI/IX/2022 Tetang Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022/2023 menyampaikan bahwa total jumlah mahasiswa baru Universitas Jenderal Achmad Yani Tahun Ajaran 2022/2023 berjumlah 5.131 orang dari 10 Fakultas.
Kegiatan dilanjutkan dengan pernyataan resmi pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani. Kemudian dilanjutkan dengan penyematan jas almamater kepada 10 perwakilan mahasiswa baru dan pengucapan janji mahasiswa baru Universias Jenderal Achmad Yani.
Dalam sambutan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 dan terima kasih karena memilih Universitas Jenderal Achmad Yani. Beliau juga berharap dari 5.131 mahasiswa baru, ada sebagian besar yang mau menjadi prajurit-prajurit TNI AD, karena perang masa kini dan masa yang akan datang bukan hanya perang secara konvensional yang hanya mengandalkan fisik tetapi juga perang yang mengandalkan ilmu. Selain itu, beliau juga memperkenalkan seorang professor dari Malaysia yaitu Prof. Dato’ Sri Dr. Abu Hassan Assari yang merupakan fasilitator untuk kerjasama dengan berbagai universitas di Malaysia dalam rangka Universitas Jenderal Achmad Yani Go Internasional. Beliau juga menyampaikan pesan kepada Para Mahasiswa baru untuk berperilaku layaknya prajurit TNI AD termasuk alm. Jenderal TNI Achmad Yani terutama disiplin. Maka dari itu pada bulan Januari mendatang akan diadakan kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK).
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Wakil Ketua Pengurus YKEP, Mayjen TNI (Purn) Moch. Bambang Taufik. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pesan dari Ketua Pengurus YKEP yaitu selaras dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah, maka Yayasan Kartika Eka Paksi sebagai penyelenggara perguruan tinggi telah bertekad untuk menjadikan Unjani menjadi universitas yang maju, besar, terpandang dan terhormat, berkualitas baik di dalam maupun di luar negeri.
Kemudian kegiatan sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2022/2023 Universitas Jenderal Achmad Yani diakhiri oleh Ketua Senat.


Pada kesempatan yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2022.  Jalannya acara dimulai dengan defile para mahasiswa baru dengan iringan korsik militer dari Secapa TNI AD. Selanjutnya para mahasiswa memasuki dan menempati lokasi acara sesuai dengan fakultasnya masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia acara.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan rektor dan perkenalan para pimpinan sekaligus membuka serangkaian kegiatan PKKMB tahu 2022. Dalam sambutan Rektor, beliau meminta kepada para mahasiswa baru untuk mempedomani 3 hal yang para prajurit TNI AD ketika akan memasuki operasi perang diantaranya : ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertekad dalam menunut ilmu pengetahuan di Universitas Jenderal Achmad Yani dan membentuk karakter demi bangsa dan negara, serta jangan pernah mengkhianati jerih payah orang tua atau wali yang telah membiayai pendidikan selama di Universitas Jenderal Achmad Yani dan buat mereka bangga.
Kemudian Rektor memperkenalkan para pimpinan di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani diantaranya yaitu Wakil Rekor 1, 2, dan 3, para Dekan, dan Kepala Pusat SPI, SPM, Sishumad, dan LPPM, serta Direktur Utama RSGM.
“Mudah mudahan adik-adik bisa sukses menempuh studi di Universitas Jenderal Achmad Yani,” tutur Rektor pada akhir sambutan sekaligus meresmikan kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2022/2023.
Kegiatan diakhiri dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani dan foto bersama.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)

Sosialisasi Prodi Ilmu Hukum FISIP Universitas Jenderal A. Yani dan Program Pasca Sarjana di Puspomad

Universitas Jenderal A. Yani – Universitas Jenderal A. Yani melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi pendidikan kepada personel Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) tentang Program Studi Ilmu Hukum S1 dan S2 Pasca Sarjana Universitas Jenderal A. Yani. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gatot Subroto Puspomad pada hari Senin (15/8) dan ini merupakan rangkaian dari pengenalan Universitas Jenderal A. Yani guna menjalin kelas kerjasama.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Dirbindiklat Puspomad, Kolonel CPM Dermawan Agus Irianto, S.I.P. Beliau menyampaikan bahwa Puspomad kedatangan tamu yang akan memberikan presentasi tentang penerimaan mahasiswa baru dan menawarkan kelas kerjasama pendidikan bidang sarjana dan magister.


Kelas kerjasama ini yaitu bagi rekan-rekan prajurit yang belum punya gelar sarjana S1, dan yang sudah S1 ingin melanjutkan ke jenjang S2. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi lebih menggarisbawahi kelas kerjasama yang mungkin ada keterbatasan atau keuntungan untuk prajurit yang akan mengambil gelar sarjana maupun magister berbeda dengan yang umum. Terakhir, beliau juga mengucapkan selamat datang kepada Universitas Jenderal A. Yani.
Setelah itu, dilanjutkan dengan presentasi tentang prodi Ilmu Hukum S1 dan S2 Pasca Sarjana Universitas Jenderal A. Yani yang disampaikan oleh Dekan FISIP, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa prodi Ilmu Hukum direkomendasikan untuk personel militer dan PNS di lingkungan Puspomad, guna mendukung tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai Penyidik.


Program studi Ilmu Hukum akan memberikan beberapa kemudahan, salah satunya yaitu waktu kuliah yang fleksibel, metodenya online, waktu perkuliahannya dapat menyesuaikan, termasuk untuk hal yang terkait dengan pembiayaan.
“Kami menjamin kelulusan asal arahan dan prosedur yang kami tetapkan dipenuhi. Harapannya,bisa bergabung bersama kami khususnya dari para Perwira apalagi yang lulusan Akmil yang cuma setahun dan sebagainya, itu bisa kemudian dalam perkembangannya Bapak dan Ibu semuanya bisa memikirkan untuk ikut. Tapi yang PNS pun bisa menyesuaikan, yang PNS, lulusan SMA, SMU, MA juga bisa,” tutup Dr. Agus Subagyo.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, dengan Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, M.Sc. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Wicaksana Mapuspomad dengan dihadiri oleh Dekan FISIP, Wakil Dekan I & II FISIP, Kaprodi dan Sekprodi Ilmu Hukum, dan Kepala Biro Pelayanan Akademik. Sedangkan dari pihak Puspomad, Danpuspomad didampingi oleh Wadan Puspomad, Dircab Puspomad, Dirum Puspomad, Dirbindiklat, Wadansatidik, dan Kainfolahta Puspomad.


Rektor menyampaikan bahwasannya beliau ingin melakukan kerjasama yang intinya untuk meningkatkan kualitas dari para prajurit yang berada di Puspomad dan terutama akan difokuskan kepada Bintara Penyidik. Beliau pun menyampaikan bahwa Unniversitas Jenderal A. Yani memiliki ICT sehingga para calon mahasiswa tidak perlu datang ke Cimahi dan bisa kuliah secara daring, atau bila diperlukan dan tersedia ruangan yang memadai, para dosen akan datang ke Puspomad untuk memberikan kuliah.
Beliau juga melihat bahwa para prajurit TNI itu berkualitas dikarenakan telah melalui seleksi, dan menyayangkan jika pengalaman diketentaraan setelah pensiun tidak termanfaatkan dikarenakan tidak memiliki gelar. Rektor menyarankan agar para prajurit memiliki gelar sehingga ketika memasuki masa pension, mereka bisa melanjutkan pekerjaannya menjadi pengacara ataupun  sesuai dengan gelar yang dimilikinya.
 
Penulis: Diva Devina S. (Ilmu Keperawatan – 21)
Editor: Ismael

Prodi Teknik Geomatika Sosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru di Dittopad

Universitas Jenderal A. Yani – Dalam rangka menambah jumlah mahasiswa di lingkungan Universitas Jenderal A. Yani, khususnya pada Prodi Teknik Geomatika Fakultas Teknik, kembali melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. Kali ini, sosialisasi dilakukan di Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad), Jl. Kalibaru Timur V, No. 47, Jakarta Utara, DKI Jakarta pada hari Selasa (24/5) dan dipimpin langsung oleh Kaprodi Teknik Geomatika, Kolonel CTP Purn. Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT.


Kegiatan sosialisasi diselenggerakan di Aula Gedung Jenderal TNI Ahmad Yani Dittopad dan dibuka oleh Direktur Topografi Angkatan Darat, Brigjen TNI Ir. Adik Sugianto dan dihadiri oleh seluruh anggota Dittopad. Dalam pembukanya, Brigjen TNI Adik menyampaikan bahwa sangat menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh Teknik Geomatika Universitas Jenderal A. Yani dan berharap, dapat bermanfaat untuk kita semua.


Kolonel CTP Purn. Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT. menyampaikan, “Program Studi Geomatika Universitas Jenderal Achmad Yani awalnya diinisiasi oleh mantan Dirtoppad, (Alm.) Mayjen TNI Ir. Deddy Hadria, M.Sc., karena prodi geomatika sangat erat berhubungan dengan masalah topografi. Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Dittopad, perlu dihimbau agar para personil Dittopad melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Geomatika Unjani,” imbuhnya.
Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru ditutup dan diakhir dengan melakukan sesi foto bersama.
 
(M. Ismail/Humas)

SMK Taruma Negara Bogor Melakukan Studi Banding ke Universitas Jenderal A. Yani

(Universitas Jenderal A. Yani) – Dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Universitas Jenderal A. Yani mendapat kunjungan dari SMK Taruma Negara Bogor yang berlangsung di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal A. Yani. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Selasa (15/3) dan dihadiri oleh Kapussishumad, Kepala Admisi, 88 siswa/siswi SMK Taruma Negara, dan 11 Guru dengan Kepala Sekolah. Tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk mempromosikan Universitas Jenderal A. Yani dan mencari mahasiswa baru.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Jenderal A. Yani serta dilanjutkan dengan sambutan dari Kapusisshumad, Sigit Anggoro, S.T. M.T. Beliau memaparkan mengenai The New Unjani (Smart Military University) serta memberi informasi bahwa di Universitas Jenderal A. Yani memiliki 10 fakultas dan 40 progam studi. Kemudian sambutan dari Kepala Sekolah SMK Taruma Negara, M Sulaeman, S.Pd., M.M. yang menyampaikan bahwa keluarga SMK Taruma Negara bangga terhadap lingkungan yang ramah di Universitas Jenderal A. Yani dan berharap dengan kegiatan kunjungan ini mendapatkan apa yang siswa/siswi inginkan.


Masuk ke dalam bagian inti acara yang dibawakan oleh Kepala Admisi, Miryam Ariadne Sigarlaki, S.Psi., M.Psi., dan beliau menyampaikan bahwa media PMB Universitas Jenderal A. Yani dapat dijangkau melalui sosial media salah satunya Instagram @pmbunjani. Selanjutnya menginformasikan tag line Universitas Jenderal A. Yani yaitu “Smart Military University, Explore The New U”. Dilanjutkan dengan perkenalan PMB oleh Handoko Rusiana Iskandar, S.T., M.T. dan memperkenalkan fakultas dan program studi serta jalur masuk ke Universitas Jenderal A. Yani. Selanjutnya pengenalan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKES), Dzul Akmal, S.KM., M.KM. Beliau menyampaikan alasan mengapa harus memilih FITKES, antara lain Universitas Jenderal A. Yani merupakan kampus swasta terbaik di bidang kesehatan di Provinsi Jawa Barat dan institusi Pendidikan dibawah naungan TNI AD.
Berikutnya dilanjutkan dengan pengenalan Fakultas Farmasi oleh apt. Ririn Puspa Dewi, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum F.FA mengacu pada standar SNPT dan MBKM serta memiliki kerjasama dibidang industri, rumah sakit dan apotek. Terakhir merupakan pengenalan Fakultas Kedokteran Prodi Administrasi Rumah Sakit oleh Dr. Tezza Adriansyah Anwar, S.I.P., M.M., C.H., C.H.T dan menyampaikan 5 alasan mengapa harus memilih ARS. Pertama dimiliki oleh TNI AD, kedua bagian di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani (fasilitas), ketiga hanya ada satu di Jawa Barat, keempat peluang kerja yang banyak dan luas dan kelima dibekali kompetansi yang memadai.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama dengan siswa/siswi SMK Taruma Negara Bogor. Rangkaian kegiatan diakhir dengan berkunjung ke Laboraturium Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan.
 
Penulis :  Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Dimas Dwi Aji – (Informatika – 2021)
Editor : M. Ismail

Webinar Admisi: Peluang dan Tantangan Bagi Sarjana Farmasi

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal Achmad Yani melalui Bagian Admisi kembali mengadakan webinar yang dilaksanakan pada hari Sabtu (15/1) pagi. Webinar diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan mengangkat judul Peluang dan Tantangan Bagi Sarjana Farmasi. Pada webinar ini, turut mengundang narasumber Apt. Ririn Puspadewi, S.Si., M.Si, yang juga merupakan dosen di Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani.


Kegiatan diawali dengan laporan dari Kapus Sishumad, Sigit Anggoro, S.T., M.T. dan dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa prospek kerja dari lulusan Farmasi sangat luas dan secara umum, para lulusan akan mengambil Profesi Apoteker sehingga bisa menjadi Apoteker.
Acara masuk ke bagian inti dengan dimulainya paparan presentasi dari narasumber dengan pembahasan Peluang dan Tantangan Sarjana Farmasi. Pada awal paparannya, Apt. Ririn menjelaskan tentang pekerjaan kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian atau penyaluran obat, dan yang lainnya. Apt. Ririn melanjutkan, tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian terdiri dari Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian, dan Asisten Tenaga Teknis Kefarmasian.


Berikutnya, terkait dengan peluang sarjana Farmasi untuk bekerja tertuang pada UU No.36 Tahun 2014 yang berbunyi, sarjana Farmasi yang belum menyelesaikan pendidikan profesinya dapat menjalankan profesi sebagai tenaga teknis kefarmasian di pelayanan kefarmasian seperti Apotek, Klinik, Puskesmas, Rumah Sakit atau industri farmasi. Lalu, terdapat empat tantangan bagi lulusan Farmasi diantaranya pengetahuan kefarmasian, memiliki kepercayaan diri, mampu berkomunikasi, dan kemampuan di bidang ICT.
Acara berlangsung dengan lancar dan terdapat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sehingga acara berjalan interaktif.
 
Penulis: M. Ismail

Support Sistem Keluarga dan Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ

(Universitas Jenderal A. Yani) – Bagian Admisi atau Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar perdananya pada awal tahun 2022 dengan mengundang FITKes (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan) dalam webinar yang mengusung judul, Support Sistem Keluarga dan Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ di Lingkungan Desa Siaga Sehat Jiwa. Kegiatan webinar dilaksanakan secara online pada hari Sabtu (8/1) pagi melalui aplikasi Zoom Meeting.
Acara diisi oleh tiga narasumber. Ketiga narasumber tersebut yaitu Dr. Budiman, S.Pd, SKM, S.Kep, Ners, M.Kes, MH.Kes. (Wakil Dekan 1 FITKes Universitas Jenderal A. Yani), Ns. Aditya Duta Tirani, M.Kep. (Ketua DPD PPNI Kab. Bandung Barat), dan Khrisna Wisnusakti, S.Kep., Ners., M.Kep. (Dosen Prodi Ners FITKes Universitas Jenderal A. Yani).


Masuk ke acara inti, yakni paparan dari narasumber pertama, Dr. Budiman. Pada kesempatan ini, beliau memaparkan Pengembangan Kota Sehat Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Lahir dan Batin. Menurut Dr. Budiman, definisi Kota Sehat yaitu kondisi kota atau kabupaten yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk. Kota Sehat dapat dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemda (pemerintah daerah).
Masih menurut Dr. Budiman, terdapat sembilan tatanan apabila suatu daerah dikategorikan sebagai Kota Sehat. Dari sembilan aspek, terdapat dua aspek tatanan yang terpenting. Kedua aspek ini adalah kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat. Sehat secara lahir dan batin dan mengurangi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Penanganan ODGJ dapat ditangani dengan advokasi lintas sektor dan lintas program. Selain itu juga, layanan edukasi dan informasi tentang akses jaminan sosial kesehatan, jaminan layanan kesehatan, jaminan sosial, dan lainnya.
Disela-sela acara, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D hadir dan memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa ini tentu harus mendapat perhatian. Mendapat perhatian ini tidak bisa secara trial and error. Tidak bisa dengan cara yang tidak professional. Ini harus dilakukan secara professional dan di dalam kampus FITKes, ada pakar-pakar yang bisa memberikan pemahaman terhadap bagaimana kita menangani mereka-mereka yang memiliki gangguan jiwa untuk bisa pulih kembali dan bisa melakukan aktivitas secara normal.

Kegiatan webinar dilanjutkan dengan narasumber kedua, Aditya Duta Tirani, dengan membahas terkait dengan kesehatan jiwa pada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, tercatat sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia hingga bulan Juni 2020. Kasus kesehatan jiwa mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang hanya 197 ribu kasus. Selain itu, Aditya membahas situasi kesehatan jiwa saat ini. Menurutnya, kesehatan jiwa mendapatkan prioritas rendah dan gangguan jiwa menimbulkan beban sosial ekonomi, penyebab terbesar adalah disabilitas.

Gangguan jiwa dan masalah kesehatan jiwa merupakan faktor dari suatu penyakit, perilaku merusak, dan malnutrisi dan kemiskinan. Banyak penderita gangguan jiwa tidak mendapat pengobatan karena tidak adanya akses. Selain itu, HAM dari penderita gangguan jiwa juga sering dilanggar seperti dipasung. Dalam pelayanan kesehatan jiwa, terdapat tiga pencegahan yakni pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier.
Masuk kepada materi ketiga yang dipaparkan oleh Khrisna Wisnusakti dengan menjelaskan tentang dukungan keluarga dan dukungan masyarakat terhadap ODGJ. Menurut Khrisna, dukungan sosial dari lingkungan sekitar baik dari keluarga maupun masyarakat, akan mempengaruhi individu tersebut dalam menghadapi stress dan kecemasan dalam menjalani kehidupan. Individu yang menerima dukungan sosial, akan merasa dirinya dicintai, dihargai, dan merasa dirinya merupakan bagian dari lingkungan sosialnya.

Khrisna juga menjelaskan tentang trend pelayanan ODGJ yang bersumber dari Prof. Suryani, S.Kp., MHSc., Ph.D. Dalam mengatasi gangguan jiwa, trend pelayanan ODGJ sudah bergerak ke arah pemberdayaan individu melalui recovery dari dukungan keluarga, lingkungan, masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan. Dibutuhkan pelayanan yang memadai di masyarakat untuk mendukung proses recovery ODGJ. Recovery yang dijalani oleh pasien bukan sekedar untuk pulih, tetapi juga untuk membuat kehidupan orang yang mengalami keterbatasan akibat penyakitnya menjadi lebih berarti.
 
(Ismail M)