Program Pembinaan Agama dan Karakter Tahun 2022 Selesai

(Universitas Jenderal A. Yani) – Kegiatan Program Pembinaan Agama dan Karakter 2022 resmi ditutup pada hari kamis (17/3) yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat Universitas Jenderal A. Yani secara online.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa oleh Ust. Hoerudin. Selanjutnya sambutan dari Wakil Rektor 3, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes. Beliau berpesan bahwa “Mahasiswa TA 2021/2022 pasti sudah memiliki perubahan karena angkatan kalian mengikuti kegiatan LDKK dan PPAK, walaupun dalam waktu yang singkat, akan membawa perubahan kepada diri mahasiswa.” Dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber dengan tujuan “Membangun mahasiswa yang bekarakter Smart Military University”.
Narasumber tunggal pada acara ini yaitu dr. Yusuf Nugraha dengan materi Bagaimana Kita Belajar dari Kesalahan Orang Lain. Beliau memaparkan betapa pentingnya belajar dari dua sisi, yang berhasil dan tidak berhasil untuk menjadi evaluasi terhadap diri sendiri serta belajar dari penjajahan Belanda dan Jepang yang banyak memotivasi. Mahasiswa sedang berada diperiode isolasi sosial, komitmen dan masa ketergantungan perubahan nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri, Adapun nilai positif yaitu kritis, menghasilkan ide-ide baru dan harus memiliki semangat yang tinggi, untuk nilai negatifnya kestabilan emosi yang belum datang dan isolasi sosial.


Sebagai mahasiswa harus selalu menjujung Pancasila dan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat dan sebaik-baiknya manusia adalah yang sangat bermanfaat bagi manusia lain. Selanjutnya sesi diskusi bersama pemateri dan mahasiswa.
Kegiatan selanjutnya, menampilkan video persembahan dari mahasiswa angkatan 2021 dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
 
Penulis: Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Editor: M. Ismail

Membentuk Karakter Mahasiswa Baru dalam Program Pembinaan Agama Islam Bersama ESQ

(Universitas Jenderal A. Yani) – Dalam membentuk karakter mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022, Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan ESQ (Emotional and Spiritual Quontient) yang dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini berlansung pada hari rabu (16/3) mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dan dihadiri oleh semua mahasiswa Muslim TA 2021/2022 Universitas Jenderal A. Yani.


Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Ketua Umum DKM Nurul Iman serta Pembina DKM Nurul Iman Universitas Jenderal A. Yani Kampus II Bandung, H Dedi Supendi, Drs., S.T., MT. Lalu dilanjutkan dengan sesi materi yang disampaikan oleh Coach Satria Ramdani dari Tim ESQ. Selain itu, adanya acara ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa melalui penggabungan tiga potensi manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.


Dalam arahan Coach Satria Ramdani, beliau menyampaikan ketiga potensi tersebut terpisah dan tidak didayagunakan secara optimum untuk membangun sumber daya manusia. Akibatnya, terjadi krisis moral yang berdampak pada turunnya kinerja. Lebih buruk lagi, mereka menjadi manusia yang kehilangan makna hidup serta jati dirinya. Pada kegiatan ini juga diberikan materi renungan atau biasa disebut materi Aktivasi Kesadaran Diri, dimana materi itu bertujuan guna memberikan renungan pada peserta mengenai kesalahan apa saja yang telah dilakukan baik sengaja maupun tidak. Dalam materi tersebut para mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang karunia Allah SWT kepada umatnya yang begitu banyak, namun tidak pernah disyukuri oleh manusia. Acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Coach Satria Ramdani.
 
Penulis: Firman Kirana Moedani – (Ilmu Pemerintahan/2019) & Boyke Ananda – (Teknik Industri/2020) – UKMI Al-Hidayah
Editor: M. Ismail
 

Mahasiswa Penganut Agama Katolik Ikuti PPAK Tahun 2022

(Universitas Jenderal A. Yani) – Program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK) merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022 dari berbagai agama termasuk Katolik. Dalam rangka membina kerohanian serta membentuk karakter, diadakan PPAK Agama Katolik yang berlangsung secara online pada hari Rabu (16/3) melalui platform Zoom Meeting.


Pada pembinaan Katolik ini, diadakan penyampaian materi oleh Pastor Yulianus Yaya Rusyadi, OSC atau yang biasa disapa Romo Yaya. Beliau merupakan seorang Pastor atau Pemuka Agama Katolik yang berasal dari Paroki St. Ignatius, Keuskupan Bandung (Cimahi, Jawa Barat).


Yang disampaikan oleh Romo Yaya adalah mengenai liturgi yang mengakar, mekar dan berbuah. Makna dari liturgi yaitu ibadat peyembahan yang dilakukan oleh Tubuh Mistik Kristus secara keseluruhan, yaitu kepala (Yesus Kristus) dan anggota-anggotanya (umatnya). Lalu untuk membuat liturgi tersebut mengakar dapat diawali dengan memahami yang dirayakan yaitu misteri Paskah Kristus, dilanjutkan dengan memahami dan menghayati liturgi, dan dimekarkan dengan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Adapun penyampaian mengenai penerapan makna Ekaristi sebagai sakramen dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah penyampaian materi berakhir, dilanjutkan dengan diskusi antara peserta PPAK dengan Romo Yaya, dan ditutup dengan doa bersama.
 
Penulis: Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Fajar Mulya Utama – (Teknik Elektro – 2019)
Editor: M. Ismail

Mahasiswa Baru Universitas Jenderal A. Yani Pemeluk Kristen Protestan Ikuti PPAK 2022

(Universitas Jenderal A. Yani) – Rabu (16/3) mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022 yang beragama Kristen Protestan mengikuti rangkaian kegiatan Program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan sambutan dari Ketua PMK Universitas Jenderal A. Yani dan selanjutnya oleh Dosen, Dr. Priden Ginting M.Th.


Kegiatan selanjutnya yaitu Pujian (menyanyi) dan disambung dengan sesi materi yang bertema “Kekuatan dan Kuasa Tuhan” disampaikan oleh, Pdt. Dr. Sahala M. Solin. Beliau menyampaikan bahwa, “Dalam menjadi kuat bukan suatu anjuran, akan tetapi perintah Tuhan” terdapat 3 hal penting agar memiliki kekuatan diatas kekuatan kuasanya. Pertama, posisi untuk mendapat kekuatan dari Tuhan sebagai anak Tuhan yang sudah lahir baru, yang kedua, untuk orang-orang yang percaya dengan Tuhan akan diberikan kuasa dan kekuatan dari Tuhan dan yang ketiga, kekuatan secara rohani sangat penting untuk menjadi dasar.


Dilanjtutkan pemateri kedua, Pdt. Lasmawati Situmorang, M.Pd.K, beliau menyampaikan bagaimana cara mempercayai Tuhan, menghargai setiap kesempatan dan menjadi berkat serta menginformasikan bahwa, “Kekuatan/kuasa yang kita miliki ada pada saat kita menerima Tuhan Yesus itulah Roh Kudus yang memerintah dan menguatkan hidup kita setiap saat.”
Selanjutnya sesi sharing tanya jawab dan diakhiri dengan sesi doa penutup.
 
Penulis:  Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Editor: M. Ismail

Kegiatan Program Pembinaan Agama dan Karakter 2022

(Universitas Jenderal A. Yani) – Mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022 mengikuti acara lanjutan dari rangkaian Program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK) pada hari Selasa (15/3) secara online. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani dan selanjutnya oleh pembina, Dr. Luqman Munawar Fauzi, S.IP., M.Si. beliau menyampaikan tujuan kegiatan ini, “Supaya menjadi pribadi mahasiswa yang kuat, tangguh, yang memiliki kesiapan secara intelektual maupun secara moral dan juga kesholehan sosial”.


Selanjutnya dilakukan dengan sesi materi yang dibawakan oleh Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. dengan materi Pentingnya Membangun Sifat Akhlakul Karimah Pada Diri Seorang Muslim. Beliau memaparkan akan pentingnya nilai karakter pada generasi muda yang dilandasi oleh agama dan budaya. Agama memiliki 3 relasi positif yaitu relasi manusia kepada tuhan (Habluminallah), relasi manusia kepada manusia (Habluminannas) dan relasi manusia dengan alam (Habluminal’alam). Apabila sudah bisa membangun ke-3 relasi tersebut, maka disebut dengan manusia yang berakhlak dan berkarakter. Beliau berharap semoga apa yang telah disampaikannya bisa menjadi motivasi untuk bisa memahami nilai filsafat dan budaya kemudian mengamalkannya.


Selanjutnya sesi tanya jawab untuk beberapa mahasiswa kemudian memberikan harapan untuk mahasiswa agar memiliki karakter berbudaya, beragama dan berfilsafat. Sesi diakhiri dengan dokumentasi bersama.
 
Penulis :  Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Dimas Dwi Aji – (Informatika – 2021)
Editor: M. Ismail

Mahasiswa Baru Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022 Ikuti Pembukaan PPAK

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Senin (14/3) pagi, mahasiswa baru Universitas Jenderal A. Yani TA 2021/2022 ikuti pembukaan Program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK) di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal A. Yani secara hybrid (online dan offline). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor (secara online), Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, para Dekan, Wakil Dekan dan para perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas.


Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan doa oleh Ust. Khoerudin, S.Pd. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, setelahnya terdapat sambutan dari Rektor Universitas Jenderal A. Yani Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa Program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK) merupakan suatu rangkaian yang rutin diselenggarakan oleh Universitas Jenderal A. Yani yang memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan perilaku yang baik pada mahasiswa. Kegiatan ini dirasa sangat positif untuk para mahasiswa karena agama merupakan sesuatu yang memandu kita dalam berperilaku dan juga kegiatan ini merupakan bentuk meneladani perilaku dalam TNI yaitu selalu berdoa dalam segala kondisi.


Selanjutnya sesi bersama narasumber Iwan Abdulrachman sebagai motivator. Dalam sesi ini beliau berpesan, “Rasa hormat harus ditumbuhkan dalam dirimu para mahasiswa karena merakalah orang mulia yang mencari ilmu, dan merekalah yang akan menggantikan kita untuk meneruskan periode bangsa ini. Dan rasa hormat itu sangat penting itu menjadi kunci utama seseorang untuk menjadi mahasiswa.” Diakhir sesi beliau menyanyikan lagu yang berjudul “Duhai” dengan tujuan untuk menyampaikan motivasi bagi para mahasiswa Universitas Jenderal A.Yani
Setelah pemberian motivasi oleh Iwan Abdulrachman, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian pelakat oleh Ketua BPH dan sertifikat oleh Wakil Rektor 3. Setelah itu, ditutup dengan foto bersama.
 
Penulis:  Salma Fithri Khaerani – (Manajemen – 2021)
Fajar Mulya Utama – (Teknik Elektro – 2019)
Editor: M. Ismail