Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan FITKes Universitas Jenderal Achmad Yani Kunjungi BNPB

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 146 mahasiswa dan 2 dosen Fakultas Ilmu dan Tehnologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal Achmad Yani, Program Studi Ilmu Keperawatan S1, pada hari Rabu (28/12) mengunjungi Pusdiklat Badan Penanggulangan Bencana Pusat (BNPB).


Dalam kesempatan ini, rombongan FITKes Universitas Jenderal Achmad Yani disambut dengan baik di Gedung Pusdiklat BNPB yang terletak di Sukahati, Citeureup Sentul, Kabupaten Bogor oleh Dr. Bagus Cahyono dan tim.
Sebelum menerima paparan, Ibu Musri sebagai perwakilan dari FITKes menyampaikan sambutannya. Beliau mengungkapkan, maksud dan tujuan dari kunjungan adalah agar mahasiswa lebih dapat memahami tentang disaster management atau manajemen benacana.


Selain itu, kunjungan ini juga merupakan bagian dari mata ajaran disaster management dan perawatan gawat darurat. Harapan kedepannya, mahasiswa menyadari bahwa negara kita adalah negara yang banyak menghadapi bencana baik itu gunung meletus, gempa bumi, banjir, dan bencana lainnya. Sehingga mahasiswa siap mengahdapinya jika hal itu terjadi dan dapat menolong orang-orang atau masyarakat disekitarnya dengan memberikan pendidikan tentang cara-cara menghadapi bencana.
 
Sumber: FITKes Univ. Jenderal Achmad Yani

Angkat Janji Mahasiswa Prodi Keperawatan T.A. 2022/2023

Universitas Jenderal A. Yani – Sebanyak 441 mahasiswa yang terdiri dari program studi D3 Keperawatan, S1 Keperawatan (Tingkat I dan II), melaksanakan Angkat Janji Mahasiswa T.A. 2022/2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (26/12) dan bertempat di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP.



Berikut rincian peserta Angkat Janji Mahasiswa T.A. 2022/2023:

  1. Program Studi Ilmu Keperawatan (Tingkat I): 189 Mahasiswa.
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan (Tingkat II): 168 Mahasiswa.
  3. Program Studi Ilmu Keperawatan D3 (Tingkat II): 84 Mahasiswa.



Dengan telah dilaksanakannya Angkat Janji ini, ke-441 peserta telah berjanji untuk dapat melayani, merawat para pasien ketika nantinya sudah mulai bertugas di Rumah Sakit yang telah ditentukan. Harapannya, para calon tenaga kesehatan yang berasal dari FITKes Universitas Jenderal Achmad Yani dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Sehingga nantinya juga dapat menjadi pemimpin di bidang kesehatan yang patut diteladani.

316 Mahasiswa FITKes Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Angkat Janji

(Universitas Jenderal A. Yani) – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan Angkat Janji Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu (29/12) dan bertempat di Gedung G FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Sebanyak 316 mahasiswa mengikuti Angkat Janji terdiri dari 161 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan, 108 mahasiswa program studi D3 Keperawatan, dan 47 mahasiswa program studi D3 Kebidanan.
Mengingat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pelaksanaan acara kali ini diadakan secara hybrid. Sebanyak 9 orang perwakilan mahasiswa hadir secara langsung, sedangkan mahasiswa lainnya mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming di kanal YouTube FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNJANI.


Angkat Janji mahasiswa ini merupakan acara yang dilaksanakan sebelum mahasiswa melaksanakan praktik kerja lapangan di tempat pelayanan kesehatan. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan beserta jajarannya, dan para Ketua Program Studi di lingkungan FITKes Universitas Jenderal A. Yani. Selain itu, dalam acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI), perwakilan DPD Kota Cimahi, dan perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, Gunawan Irianto, dr., M.Kes. menyematkan lencana kepada 3 orang mahasiswa perwakilan dari setiap Program Studi yang menghadiri acara secara langsung. Acara dilanjutkan dengan membacakan janji dan penandatanganan naskah tersebut.
Ketua IBI Provinsi Jawa Barat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Hj. Nina Farida Ariyani, Amd.Keb., selaku Wakil Ketua Bidang I PD IBI Jawa Barat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara Angkat Janji merupakan tonggak dimulainya seseorang untuk menjalankan pendidikan sebagai mahasiswa kebidanan yang akan memberikan tanggung jawab sebagai mahasiswa kebidanan. Bidan merupakan profesi mulia, yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan rasa empati yang tinggi.
“Tidak mudah dan tidak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam menghadapi dan melayani seseorang yang akan melahirkan. Saya berharap mahasiswa nanti mampu mengikuti pendidikan ini dengan baik. Saya mengajak mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam menimba ilmu di FITKes Unjani dengan baik dan selalu menjaga almamaternya,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari PPNI memberikan sambutan yang diwakili oleh Ali Hamzah,S.Kp., MNS., selaku Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan mengatakan, “Panggilan jiwa seorang perawat, panggilan jiwa seorang kemanusiaan, harus selalu tertanam dalam diri kita tanpa membedakan agama, suku, harkat dan martabat seseorang.”


Beliau mengungkapkan bahwa Capping Day yang sekarang berubah namanya menjadi Angkat Janji sebenarnya diinspirasi dari seorang tokoh keperawatan, yaitu Florance Nightingale. Dia merupakan seorang anak bangsawan, tetapi mengabdikan hidupnya untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia melalui pemberian layanan asuhan keperawatan dan kebidanan. Beliau juga memberikan pesan agar para mahasiswa berperilaku sebaik-baiknya dan secara profesional yang memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada seluruh pasien.
Dalam sambutan yang diberikan oleh Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani, mengingatkan bahwa dengan memulainya mahasiswa membacakan Angkat Janji, merupakan permulaan bagi mahasiswa berhubungan langsung dengan pasien yang nanti akan berkomunikasi dan berinteraksi, dalam rangka penyerapan ilmu baik secara scient maupun secara keterampilannya.
“Saya berharap kalian memandang klien itu tidak sebagai objek, tetapi sebagai bagian dari guru kalian. Maka kalian akan menempatkan diri tidak hanya sejajar, tetapi menghormati para pasien dengan memperlakukannya dengan baik. Dengan demikian akan mendorong kalian semua agar sikap, tingkah laku, ucapan akan menjadi searah dengan filosifi bahwa pasien adalah guru kalian,\” ujarnya.
Dekan FITKes Universitas Jenderal A. Yani juga berpesan agar mahasiswa yang akan ke lapangan nanti dapat memegang teguh nilai-nilai yang sudah dipesankan oleh organisasi baik dari PPNI maupun IBI. Hal ini merupakan nilai luhur yang sangat dekat dengan humanity atau kemanusiaan.
Meskipun dilaksanakan ditengah pandemi, acara tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Protokol kesehatan pun tetap dilaksanakan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan disediakan hand sanitizer bagi para peserta yang hadir.
 
Winda Pramudita – Akuntansi 2019
Editor: M. Ismail