Mahasiswa/i Univ. Jenderal Achmad Yani Terpilih Menjadi Duta Bela Negara Jawa Barat 2022

Selamat kepada Mahasiswa/i Jenderal Achmad Yani dalam acara:
PELANTIKAN DUTA BELA NEGARA JAWA BARAT 2022
atas nama:

  1. Muhammad Rafi Sugema (Prodi Teknik Sipil )
  2. Marshanda Nurfitria (Prodi Hubungan Internasional)

\"\"
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat tersebut diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang mampu menyebarluaskan bela negara dan nasionalisme kepada masyarakat. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat Iip Hidajat kepada 30 pasang Duta Bela Negara Jawa Barat 2022. Prosesi ini digelar di Sari Alam Hot Spring and Resort Hotel, Kabupaten Subang, Kamis 28 Juli 2022.

\"\" \"\"

Selamat atas prestasi yang diraih. Pupuk terus nilai-nilai Ke Achmad Yanian sehingga menjadi nilai positif dari setiap Anak Jenderal🔥🔥🔥
Sumber: https://disparbud.jabarprov.go.id/pemprov-jabar-kukuhkan-30-pasang-duta-bela-negara/

Program Studi Teknik Geomatika Dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Kegiatan Kuliah Umum

Universitas Jenderal A. Yani Kamis, (19/5) Program Studi Teknik Geomatika dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan kuliah umum secara online melalui zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa program studi teknik geomatika dan teknik sipil Universitas Jenderal A. Yani sebagai peserta dan Dr. Estu Kriswati S.T., M.Sc dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi (BRIN) sebagai narasumber.


Kuliah umum ini bertema “Peran Informasi Geospasial Dalam Mitigasi Bencana” yang di moderatori oleh Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T. (Kaprodi Teknik Geomatika). Dalam penyampaian materinya, Dr. Estu menyampaikan secara umum mengenai bencana alam, mitigasi bencana, dan informasi geospasial. Untuk informasi geospasial terdapat beberapa metode, antara lain informasi geospasial menggunakan peta yang dapat diperoleh dengan metode lokasi sumber bahaya dan lokasi peningkatan tekanan. Yang kedua, dengan peta geologi/peta bahaya/peta kawasan rawan bencana/kawasan terdampak yang dilihat dari warna dalam peta yang menunjukkan tingkat kerawanannya. Lalu ada informasi geospasial menggunakan site selection yang dapat diperoleh dari jalur dan lokasi pengungsian. Dan yang terakhir ada informasi geospasial urban planning dan informasi geospasial risk assessment.


Di sesi akhir ditutup dengan diskusi tanya jawab dan penyerahan piagam penghargaan kepada Dr. Estu Kriswati S.T., M.Sc.
 
Penulis : Lola Ivana Amelinda (Kimia 2019) – Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi 2019)
Editor: M. Ismail

Serah Terima Sistem Tangki Pemanen Air Hujan Kepada Masyarakat Cipageran

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada Tanggal 29 Januari 2022, Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Jenderal Achmad Yani telah melaksanakan Pengmas (Pengabdian Kepada Masyarakat), Serah Terima Kepada Masyarakat Sistem Tangki Pemanen Air Hujan Program Pemitraan Masyarakat PKM 2022. RW 21 Kelurahan Cipageran, Solusi Kekurangan Air Bersih Dengan Teknologi Memanen Air Hujan Sesuai Standar Air Baku Dan Istalasinya yang diketuai oleh Dr. Ir. Ariani Budi Safarina, MT. dan dua mahasiswi, Rima Pebriani dan Fadhilah Adzani.


Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar beserta RW, Bapak Ateng Setiawan sebagai Ketua Mitra, Bapak Sutejo Ketua RW 21, Ketua RT 02, Ketua RT 04, Bapak Suryana sebagai tim pengelola, Ibu Yayah sebagai pemilik lahan tempat tangki utama RT 04, masyarakat RT 02, masyarakat RT 04 dan wakil dari kelurahan.
Masyarakat menyambut baik dan bahagia adanya kegiatan Pengmas tersebut, karena adanya Penyerahan Tanggi atau Pemanen Air Hujan Masyarakat sekitar terbantu dan mempermudah mendapatkan air bersih karena sebelumnya, warga Cipageran kekurangan air bersih.
Dr. Ariani mengatakan, “Kekurangan air bersih di wilayah Kampung Cileuweung Kelurahan Cipageran adalah masalah yang telah terjadi bertahun tahun. Lokasi wilayah ini pada permukaan dengan lereng curam sehingga air di permukaan lahan mengalir ke hilir tanpa retensi. Masyarakat di Kampung Cileuweung yang mengalami masalah ini adalah warga RW 21 Kelurahan Cipageran. Mata pencaharian masyarakat rata-rata budidaya sayuran dengan kepemilikan tanah sendiri. Karena kondisi kekurangan air bersih, masyarakat mampu bertanam hanya selama musim hujan saja.”


Berkaitan dengan masalah tersebut, Tim Program Kemitraan Masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal Achmad Yani memberikan solusi kepada masyarakat mitra untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan membuat retensi air hujan bersama, menggunakan Teknologi Memanen Air Hujan. Program ini didanai oleh DRPM Ristekdikti Tahun Anggaran 2021 yang lolos seleksi Kompetitif Nasional Proposal Pengabdian Masyarakat Skema Program kemitraan Masyarakat (PKM).  Konsep dari teknologi ini adalah air hujan yang jatuh di permukaan lereng dan mengalir ke hilir, ditahan di lokasi lokasi tertentu melalui atap rumah kemudian diolah baik secara fisik maupun kimia, kemudian ditampung di tangki penampungan dan didistribusikan. Setelah tangki penampungan penuh maka air dialirkan ke tangki limpasan yang dapat digunakan juga oleh masyarakat. Pada kegiatan ini tangki air digunakan untuk kebutuhan air bersih warga RT 02 dan RT 04 yang berjumlah 56 KK.
Masyarakat sangat kompak dan gotong royong memperbaiki talang rumah untuk menyalurkan air hujan dari atap rumah ke tangki hujan, membersihkan atap rumah yang akan digunakan sebagai media limpasan air hujan, menghibahkan tanahnya untuk lokasi tangki dan membuat tim untuk pemeliharaan tangki selanjutnya seperti membersihkan filter penyaringan secara periodik dan melakukan khlorinasi secara berkala ke dalam tangki utama agar air tangki memenuhi standar air bersih.
Jumlah tangki dan instalasinya yang telah dibangun sebanyak 4 buah tangki dengan total kapasitas 3000 liter. Masyarakat RW 21 Kelurahan Cipageran sangat berterima kasih karena terbantu kebutuhan air bersih mereka dengan tangki air hujan ini.
 
Sumber: Abdul Azis (Staf Teknik Sipil)
Editor: M. Ismail

Bersama PT. Putra Baja Deli, Jurusan Teknik Sipil FT Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar

(Humas Unjani) – PT. Putra Baja Deli bekerjasama dengan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar Production Process and Tensile Test Procedure of Steel Bar and Ensuring The Validity of Result. Acara diselenggarakan dalam masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting dan dilaksanakan pada hari Kamis (29/07/2021) pagi. Webinar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Noviardi, S.T. dan Mislan, S.T., M.T., serta dimoderatorkan oleh Muhammad Iqbal, S.ST., M.T.

Acara masuk ke bagian inti dengan sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil FT Universitas Jenderal A. Yani, Ir. Ronni Is Rono Hadinagoro, M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Acara ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan juga mahasiswa-mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi, yang kebetulan ikut dalam acara ini.”
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari narasumber pertama, Noviardi, S.T. Dalam presentasinya, beliau mengatakan bahwa terdapat beberapa poin proses produksi dalam PT. Putra Baja Deli. Bahan baku billet dengan kualitas internasional, bahan baku tersebut lalu dimasukkan ke dalam furnace atau alat pemanas untuk dilakukan pemanasan ulang pada temperatur sekitar 1.100℃. Selanjutnya, bahan baku diproses melalui roughing stands in vertical-horizontal configuration, setelah itu billet akan memasuki proses intermediate and finishing stands dengan menggunakan teknologi Looper. Kemudian memasuki proses cooling bed dan quality control lalu ke mesin pemotongan. Setelah proses selesai dan produk sudah jadi, dapat di ekspor dan juga distribusi domestik.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Mislan, S.T., M.T. dengan membahas Ensuring the Validity of Result. Terdapat poin-poin yang disampaikan oleh pemateri kedua, salah satunya tentang jaminan mutu hasil pengujian, merujuk dari SNI ISO/IEC 17025:2017 terkait dengan persyaratan umum kompetensi laboraturium pengujian dan laboraturium kalibrasi. Hasil pengujian dapat dikatakan valid atau akurat tidak cukup hanya dengan kalibrasi karena hanya dilakukan satu tahun sekali atau paling cepat enam bulan sekali. Pada saat menunggu waktu untuk kalibrasi, ada dua hal yang bisa dilakukan. Menurut klausul 7.7.1, laboraturium harus memiliki prosedur untuk monitoring terkait dengan keabsahan hasil. Sedangkan klausul 7.7.2, laboraturium harus mengukur kinerjanya dengan melakukan uji banding dengan laboraturium yang lainnya.

Acara webinar berlangsung dengan baik dan lancar serta berjalan dengan interaktif antara peserta dan juga narasumber. Bagi yang ingin melihat kembali atau belum menonton streaming kegiatan webinarnya, dapat dilihat pada kanal Youtube Teknik Sipil Unjani.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Pengembangan Infrastruktur Pantai di Indonesia

(Humas Unjani) – Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal A. Yani, khususnya di Jurusan Teknik Sipil, menyelenggarakan webinar Pengembangan Infrastruktur Pantai di Indonesia Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Global. Acara diselenggarakan di masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting dan dilaksanakan pada hari Kamis (15/07/2021) pagi.
Pada kesempatan ini, acara dimulai dengan MC, Evariawati Sinaga, S.H. untuk membacakan susunan acara dan tata tertib selama webinar berlangsung. Dalam kegiatan webinar ini, hadir Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M, Ph.D; Dekan Fakultas Teknik Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Ir. Ferry Rusgiyarto, M.T.; Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal A. Yani, KRHT. H. Rono Hadinagoro, Ir., MT.; Narasumber pertama, Adi Prasetyo, S.T., M.Eng., Ph.D; dan Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES., DEA.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh kurang lebih 300 participants dari 600 pendaftar melalui Zoom Meeting dan sebagian streaming melalui kanal YouTube. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Aceh (Universitas Syiah Kuala) dan Papua (Universitas Cenderawasih dan PT. Freeport Indonesia). Salah satu peserta juga ada yang berasal dari luar negeri yaitu dari Tiongkok (Universitas Zhejiang).
Pembukaan dan sambutan webinar disampaikan oleh Rektor Universitas Jenderal A. Yani. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan, “Terkait topik webinar yang saat ini akan kita bahas, ini sangat penting karena ini berbicara soal pengembangan infrastruktur pantai di Indonesia. Kita tahu bahwa ini sangat penting karena apa, kita merupakan negara kepulauan yang tentu kita punya banyak pantai.” Rektor juga menambahkan, “Saya berharap bahwa ada sesuatu yang bisa disampaikan disini dan nantinya, kalau misalnya sesuatu ini baik, ini akan saya sampaikan ke Bapak KASAD. Untuk kemudian, apa yang bisa dilakukan oleh TNI Angkatan Darat di dalam membantu masyarakat untuk menghadapi perubahan iklim global ini.”
Selanjutnya, kegiatan masuk ke bagian inti yakni paparan materi dari para narasumber dan dimoderatorkan oleh Chairunnisa, S.T., M.T., dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal A. Yani.


Materi pertama disampaikan oleh Adi Prasetyo, S.T., M.Eng., Ph.D. Beliau merupakan Kepala Balai Teknik Pantai – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan membahas topik Adaptasi Perubahan Iklim dalam Pengembangan Struktur Pelindung Pantai di Indonesia. Poin-poin yang didapat dari pemateri pertama antara lain, perubahan iklim global menyebabkan naiknya muka air laut, badai siklon tropis, dan juga menyebabkan meningkatnya erosi dan abrasi. Akibat dari perubahan iklim global, kawasan pesisir menjadi kawasan yang sangat rentan terhadap potensi bencana. Perlu dilakukan perlindungan terhadap kawasan pesisir dengan upaya struktural maupun non-struktural.
Berikutnya, pemaparan materi kedua oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES., DEA. Beliau adalah Guru Besar di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada webinar ini, beliau membahas topik Dampak Perubahan Iklim Terhadap Proses Pantai dan Pengembangan Pelabuhan. Poin-poin yang didapat dari presentasi kedua yaitu, dalam menghadapi iklim global, maka dalam perencanaan bangunan pantai dan pelabuhan harus memperhatikan, kenaikan muka air laut dalam menentukan elevasi puncak bangunan. Tinggi gelombang yang semakin besar akibat terjadinya badai pengaruh dari perubahan iklim global, harus diperhitungkan dalam menentukan dimensi dan stabilitas bangunan pantai. Abrasi dan sedimentasi yang meningkat akibat gelombang yang besar juga harus diperhitungkan dan diantisipasi dalam merencanakan pelabuhan.
Setelah pemaparan materi dari kedua narasumber, acara dilanjutkan ke sesi tanya-jawab. Penyampaian materi pada webinar ini berjalan dengan baik dan menarik, sehingga acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah dirancang.
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto