Universitas Jenderal Achmad Yani Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

(Universitas Jenderal A. Yani) – Dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW., UKM KM UKMI Universitas Jenderal Achmad Yani laksanakan kegiatan kajian bersama Ustadz Drs. H. Dudi Muttaqien, M.Ag. Kegiatan kajian tersebut pada Jumat (21/10) dan bertempat di Masjid Al-Hidayah UNJANI.


Selain itu, kajian juga ditayangkan secara online yaitu Live streaming di kanal youTube UKMI Al-Hidayah UNJANI. Kegiatan Kajian ini juga dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan sari tilawah kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Pembina UKM KM Islam Al – Hidayah, Dr. Lukman Munawar Fauzi, S.I.P., M.Si. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan kajian ini menjadi momentum untuk sama sama menguatkan hati dan menguatkan ibadah. Beliau juga menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan kajian ini salah satunya adalah untuk memperkuat dan memperkokoh sikap untuk menghadapi The New Universitas Jenderal Achmad Yani.


Memasuki acara inti, yaitu kajian Bersama Ustadz Drs. H. Dudi Muttaqien, M.Ag. dengan materi “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Menuju The New Universitas Jenderal Achmad Yani Smart Military University”.
Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada para Jemaah dan doa Bersama.
 
Penulis : Annisa Nur Aisyah (Ilmu Keperawatan – 2021)

Warga Universitas Jenderal A. Yani Peringati Hari Raya Idul Adha

Universitas Jenderal A. Yani – Dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, pada hari Minggu (10/7) dilaksanakan Shalat Idul Adha pukul 06.30 WIB dan diselenggarakan di Lapangan Gedung Rektorat lama. Pada Shalat Idul Adha ini, dipimpin oleh Imam dan Khatib, Drs. KH. Aaf Fathudin Syam, M.Ag. dan diikuti oleh jamaah yang berasal dari keluarga besar maupun masyarakat sekitar Universitas Jenderal A. Yani.


Dalam khutbah yang disampaikan, Khatib berpesan bahwa kita manusia harus selalu senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, hal yang lebih penting lagi, manusia harus selalu berikhtiar untuk mengaplikasikan nilai-nilai ketaqwaan dalam sikap dan tindakan sehari-hari sebagai hamba dari Allah SWT.


Setelah melaksanakan Shalat Idul Adha, panitia kurban yang dipimpin oleh Amas (Mahasiswa Teknik Elektro) langsung bergegas untuk mempersiapkan penyembelihan hewan kurban. Pada tahun 2022 ini, terdapat 3 ekor sapi dan 15 ekor kambing/domba yang disembelih. Pada akhir kegiatan, panitia membagikan daging-daging hewan kurban yang telah disembelih kepada para penerima atau mustahiq.
Kegiatan ini berjalan dengan baik dan juga berkat kerjasama dengan DKM UKMI Al-Hidayah dan DKM Al-Ikhlas.
 
Penulis: Ismail

Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan, Warga Universitas Jenderal Achmad Yani Ikuti Ceramah Rohani

(Universitas Jenderal A. Yani) – Para staf dan keluarga besar Universitas Jenderal Achmad Yani mengikuti kegiatan ceramah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan pada hari Jumat (25/3) di Masjid Al-Hidayah Universitas Jenderal Achmad Yani. Kegiatan diawali dengan Tilawah oleh Ustadz Miftahul Huda dan dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan dari Pembina UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Luqman Munawar Fauzi, S.IP., M. Si.


Beliau menyebutkan bahwa kegiatan ceramah ini dilaksanakan agar kita menjadi umat mulim dan Muslimah yang baik dan melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan penuh barokah. Selanjutnya adalah pemberian materi yang dibawakan oleh Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. Dalam pemberian materi, beliau menyebutkan bahwa Ramadhan secara bahasa artinya panas yang berarti membakar, karena puncak panas berada pada bulan panas yang dimaksud disini adalah membakar/menghapus kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Beliau mengilustrasikan bulan suci ini sebagai universitas yang disebut juga Universitas Ramadhan. Universitas ini mengumpulkan peserta didik yang memenuhi syarat tertentu. yang pertama adalah mukminin atau beriman yang berarti meyakini dalam hati dan dibuktikan dengan syahadat dan siap mengamalkan dalam perbuatan. Kedua adalah mukhlisin yaitu menjadi orang yang ikhlas kepada Allah SWT. maka hal utama yang harus kita siapkan sebelum memasuki Universitas Ramadhan adalah menyiapkan diri kita agar pantas menjadi orang yang beriman dihadapan Allah SWT.


Selanjutnya beliau menyebutkan bahwa Universitas Ramadhan ini merupakan ajang pembelajaran kepada kita semua untuk merasakan apa yang dirasakan oleh para fakir miskin yang kelaparan setiap harinya. dari situlah kita memulai rasa simpati dan saling mengerti antar satu sama lain.
Beliau juga menyebutkan bahwa pada Universitas Ramadhan, ada dua perintah yang digandengkan di bulan Ramadhan ini, yaitu bertakwa kepada Allah dan melangsungkan silaturahim. kita harus selalu mengingat kebaikan orang lain terhadap kita dan tidak boleh membicarakan keburukan orang-orang baik didepan maupun dibelakangnya. Sehingga kita harus terus berusaha menjadi lebih baik lagi sampai akhirnya kita mendapatkan gelar takwa
 
Penulis: Shabila Pridadindya – (Hubungan Internasional – 2021) & Diva Devina Suphia _ (Ilmu Keperawatan – 2021)
Editor: M. Ismail

Webinar Nasional: Siap Menjadi Mahasiswa Produktif Bersama UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani

(Humas Unjani) – UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam) Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar nasional dengan tema Siap Menjadi Mahasiswa Produktif melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada hari Minggu (3/10/2021) pagi dan menghadirkan Gardian Muhammad Abdullah (CEO Gerakan Mengajar Desa) sebagai narasumber tunggal pada kegiatan ini.

Acara masuk ke bagian inti yaitu paparan presentasi dari narasumber, Gardian Muhammad Abdullah. Bicara terkait dengan produktif, produktif berarti dapat memberdayakan, saling memberdayakan, aktifitas itu bernilai valueable, dapat manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu, jika ingin produktif berarti siap memberdayakan satu sama lain.
Terdapat beberapa cara untuk menjadi produktif. Disiplin dan konsisten, salah satu caranya adalah dengan menetapkan tujuan, dan paksakan diri dengan pembiasaan di hari ke 21 atau 40 hari awal. Sebuah teori menyatakan, jika telah terbiasa dihari-hari awal tersebut, setelah dilaksanakan akan terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini dikarenakan sudah menjadi siklus dalam kehidupan. Fokus dan atur prioritas, atur waktu sebaik mungkin. Harus dapat memilih mana yang berdampak dan tidak. Cari hal yang baru dan jangan ragu untuk menambah pertemanan. Produktif tidak harus mengikuti organisasi, perlombaan atau seminar. Produktif artinya kita dapat maksimal pada hal disukai karena tidak semua orang sama, maka kita harus jadi yang terbaik dibidang yang diminati. Terakhir, kita juga harus bisa untuk berkolaborasi. Sebagai makhluk sosial, manusia harus dapat berkolaborasi dengan yang lainnya karena setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Selain itu juga, ada empat tipe pemuda Indonesia. Diantaranya, pintar tapi tidak peduli, peduli tapi tidak pintar, tidak pintar dan tidak peduli, dan pintar dan peduli. Apabila ingin menjadi mahasiswa produktif, kita harus menjadi pemuda yang ke-4 peduli dan pintar. Jangan memkasakan mengikuti apa yang tidak disukai atau dikuasai karena setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, mempunyai kelebihan dan bagian-Nya masing-masing dari produktif.
Pemuda memiliki masa depan, pemuda pintar dan peduli, dan menjadi pemuda yang mengubah Indonesia. Berkontribusi, bersosialisasi dan jangan lupa untuk mengamalkan apa yang diajarkan oleh agama yakni berdo’a dan sholat. (M. Ismail Mangkusubroto)

UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Muslim Gathering Secara Virtual

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al – Hidayah Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar dan gathering secara virtual dalam masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu (21/08/2021) sore dengan topik pembahasan Dear Allah, Please Love Me dan menghadirkan Ustadz Zaky Ahmad Rivai sebagai pembicara.

Acara langsung ke bagian inti dengan paparan dari Ustadz Zaky Ahmad Rivai dengan membahas Muara Cinta Manusia. Terdapat beberapa poin bahasan yang disampaikan oleh pembicara yakni, cinta tidak muncul disebabkan kecantikan dan keindahan tetapi cinta tumbuh karena kecocokan jiwa dan kesamaan karakter. Ketika kita mencintai, bukan karena suatu keindahan atau kecantikan, itu hanyalah sebagai salah satu alasan. Yang paling penting adalah kecocokan dan kita ingin memiliki karena kecocokan. Begitu juga cinta kita kepada Allah, untuk mendapatkan cintanya Allah maka kita harus mengetahui kecocokannya apa. Allah senangnya pada apa, lalu apa yang Allah benci. Jadi kita harus mencari kecocokan tersebut dan kita tujukan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Selain itu, motif cinta adalah perasaan yang diikuti dengan kehendak dan kecenderungan. Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa motif cinta harus memenuhi dua syarat yaitu sifat-sifat yang melekat pada diri sosok yang dicintai (Al-Mahbub) sehingga menjadi motif bagi pecinta (Al-Muhib) untuk mencintai yang dicinta, perasaan yang melekat pada diri Al-Muhib beserta kecocokan antara Al-Muhib dengan Al-Mahbub yang menjadi pengikat antara mereka berdua. Bagaimana Allah mencintai kita, maka penuhi sifat-sifat yang yang menyebabkan Allah cinta pada kita. Sifat taat kepada Allah, sifat menjauhi pada kemaksiatan, sifat yang menjauhi segala yang menyebabkan hawa nafsu bangkit.
Terdapat tujuh poin untuk mengetahui bagaimana kita mencintai Allah. Banyak mengingat pada apa yang kita cintai, merasa kagum, merasa ridho, tadhiyah (berkorban), takut, berharap, dan taat. Poin terpenting adalah taat. Ketika kita ingin mendapatkan surganya Allah, maka ikuti alur permainan Allah, dan ikuti cara masuk surganya Allah.
Poin-poin diatas adalah bagaimna caranya kita sebagai manusia bisa mencintai Allah, dan mengetahui apakah betul Allah mencintai kita. Untuk mencapainya sebenarnya tidak sulit, yang sulit adalah ketika kita memelihara hawa nafsu kita sampai hawa nafsu menguasai diri kita sendiri.

Kegiatan berjalan dengan menarik dan interaktif. Pembicara menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta yang mengikuti webinar. Kegiatan juga berjalan dengan lancar dan diikuti oleh kurang lebih 40 peserta.
 
Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani Hadirkan Siti Rahmah Hanifa Dalam Kajian Muslimah

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan webinar Kajian Muslimah – Berperan Bukan Baperan. Acara diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Google Meet pada hari Sabtu (24/07/2021) sore dan menghadirkan Siti Rahmah Hanifa, S.E. sebagai pematerinya.
Acara langsung masuk ke bagian inti yaitu presentasi dari pemateri, Siti Rahmah Hanifa, S.E. Beliau merupakan Founder dan Director of Beyond The Sight (Indonesian Youth Development Platform). Dalam paparan materinya, Siti membahas tema Berperan Bukan Baperan. “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah (H.R. Muslim). Kita sudah shalihah belum? Jawaban itu hanya bisa kita jawab masing-masing,” ujar Siti dalam membuka presentasinya. Siti juga menambahkan, “Definisi wanita shalihah itu seperti apa? Wanita shaliha itu adalah yang taat pada Allah, melaksanakan perintah-perintah yang memang Allah sudah perintahkan untuk kita. Meninggalkan hal-hal yang Allah larang.” Selain itu, ada hal-hal yang mendefinisikan wanita shalihah yaitu selain taat pada Allah, taat juga kepada orangtua dan suami.
Terdapat hal-hal yang penting dari paparan presentasi pemateri diantaranya, penyebab baper (bawa perasaan) bisa berasal dari keberhasilan orangtua, jodoh, keluarga yang egois, kemampuan diri yang sangat rendah, ucapan orang lain, dan rezeki yang terasa kurang. Sebagai manusia biasa, kita dapat baper, asalkan dari baper kita dapat membawa perubahan. Baper yang kita rasakan membuat kita menyadari apa yang harus dilakukan, apa yang harus diupayakan dan apa yang harus diberikan. Jadi, baper bukan suatu hal yang harus dihapus atau dihilangkan dari hidup. Karena yang paling penting adalah menghasilkan langkah-langkah yang positif yang menjadikan pribadi yang terus memperbaiki diri.
Selain itu, ada tiga hal yang perlu menjadi acuan dalam memperbaiki diri yakni, perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan sesama, dan perbaiki hubungan dengan diri sendiri. Dalam memperbaiki diri dapat melakukan hal-hal seperti mengikuti manjelis ilmu, membuat target dalam membaca buku, aktif dalam program kepemudaan, dengarkan podcast inspiratif, ikuti kegiatan mentorship, pelajari skill baru, perluas wawasan, persaudaraan, dan pengalaman dengan melakukan perjalanan-perjalanan, dan berkarya untuk bangsa.
Belajarlah untuk mengapresiasi diri kita yang sudah banyak berjuang. Selama ini kita sudah banyak sekali melewati perjalanan kehidupan terkadang salah, terkadang jatuh tapi kita selalu bangkit dan terus bangkit hingga saat ini. Maka dari itu, jadilah sahabat terbaik untuk diri sendiri karena kita yang akan selalu ada untuk diri kita, orang lain belum tentu. Tetapi kita, akan selalu ada untuk diri kita begitupun juga dengan Allah. Allah akan selalu ada dalam hidup dan selalu bersama dengan kita.
“Berproseslah tanpa protes, karena memang dalam prosesnya tidaklah mudah tapi Insha Allah akan berakhir indah karena akan ada banyak berkah dari Allah.” – Siti Rahmah Hanifa
 
Sumber: UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani (Nisrina K.A.)
Editor: M. Ismail Mangkusubroto