Penyuluhan Teledentistry tentang Kelainan Gigitan dan Perawatan Ortodontik

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Sabtu (1/10), tim Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan LPPM Unjani. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan mengenai macam dan contoh kelainan gigitan, serta penyebab dan akibat dari kelainan gigitan, perawatan ortodontik, serta akibat dari perawatan ortodontik ke tukang gigi. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.


Tim pelaksana pengabdian masyarakat yang melakukan penyuluhan yaitu drg Hillda Herawati, Sp Ort selaku dekan FKG Unjani, drg. Marlin Himawati, Sp.Ort, MDSc., drg Henri Hartman, Sp. KGA dan drg Rhabiah El Fithriyah, Sp. KGA, serta dibantu oleh dua mahasiswa Co-ass Adinda Habibah sebagai MC dan Mutia Triyanti sebagai bagian teknis dan dokumentasi.
Anak-anak SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan sangat antusias dengan penyuluhan teledentistry Dokter-dokter dari FKG Unjani. Beberapa dari mereka semangat memberikan pertanyaan dan mencari tahu mengenai kelainan gigitan yang mereka alami, serta perawatan ortodontik. Salah satu murid yang bernama Ajie, bertanya mengenai “Apakah tukang gigi dilegalkan?”, setelah melihat gambar-gambar akibat pemasangan alat ortodontik cekat (behel) tukang gigi. Salah satu penyuluh menjawab, “Tukang gigi dilarang melakukan pemasangan behel karena mereka tidak sekolah dokter gigi dan spesialis. Seseorang ingin menjadi dokter gigi butuh waktu 5 sampai 6 tahun, kemudian lanjut studi menjadi dokter gigi spesialis sekitar 3,5 sampai 4 tahun. Kemudian dokter gigi spesialis tersebut harus melakukan uji komptensi untuk mengurus surat ijin praktik, yang dilegalkan dalam hukum. Sedangkan tukang gigi tidak dilegalkan dalam melakukan perawatan behel.”

Kegiatan penyuluhan dilakukan pada perwakilan 60 anak kelas 12, yang dibagi menjadi 4 breakout room. Anak-anak sekolah diperbolehkan menggunakan gadget dalam melakukan teledentistry. Satu gadget murid bisa dipakai oleh 2 sampai 3 orang. Rangkaian acaranya terdiri dari pembukaan oleh MC, Sambutan oleh ibu dekan drg hillda, Sp Ort selaku penyuluh, dokumentasi seluruh peserta, penyuluhan disampaikan di 4 breakout room, ditutup dengan tanya jawab oleh para peserta.
Tim pelaksana pengmas memang mengambil sasaran di SMA karena terkadang siswa-siswi ingin gaya dengan memasang behel murah tetapi tidak mengetahui akibatnya akan merusak susunan gigi-geliginya menjadi lebih parah, atau malah karena kekuatan dari kawat ortodontik yang menyebabkan gigi bergerak tidak sesuai dengan yang diinginkan, malah akan terjadi akar giginya keluar dari gusi. Pemasangan behel yang murah juga tidak melihat dari segi higienis, yang berakibat terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan pembengkakan gusi dan bibir, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh.
Kota Tidore Kepulauan dipilih sebagai sasaran dari penyuluhan mengenai ortodontik, karena di sana memang belum ada spesialis ortodontik. Salah satu mahasiswa dari FKG Unjani yang bernama Mutia, yang berasal dari Tidore Kepulauan, berharap setelah lulus menjadi Dokter Gigi, akan disekolahkan menjadi Spesialis Ortodontik dan mengabdi pada daerahnya.

Bidang III Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Pelatihan Konseling Bagi Dosen Wali

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Senin, (6/6) Bidang III Universitas Jenderal A. Yani mengadakan pelatihan bagi seluruh dosen wali dilingkungan Universitas Jenderal A. Yani mengenai mahasiswa dan permasalahannya. Kegiatan ini diadakan secara online menggunakan platform Zoom meeting dan diisi oleh dua pemateri yaitu Dr. Vera Angliani Juwita dan Dr. dr. Arlisa Wulandari, Sp.KJ., M.Kes.


Materi yang dibawakan oleh Dr. Vera Angiani Juwita adalah ”Kenal Mahasiswa Kita?” dan dibuka dengan diskusi mengenai pengalaman dosen wali dengan permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswanya dan cara wali dosen dalam mengatasi permasalahannya. Kemudian, disampaikan isi materi yaitu ciri mahasiswa bermasalah diantaranya perubahan perilaku dan sikap, prestasi akademik menurun, dan menarik diri dari pergaulan (tidak terlibat relasi dengan orang lain dan sering tidak masuk sekolah). Dan yang dapat dilakukan dosen wali diantaranya membuka komunikasi, menjamin kerahasiaan informasi dari mahasiswa, mendengarkan dengan empati, mengidentifikasi masalah penting yang disampaikan mahasiswa, lakukan evaluasi nilai kondisi mental mahasiswa dan mewaspadai tendensi melukai diri.


Kemudian materi ”Konseling pada Mahasiswa” yang dibawakan oleh Dr. dr. Arlisa Wulandari, Sp.KJ., M.Kes. Materi ini dimaksudkan untuk apa saja yang harus dilakukan ketika dosen wali memberikan konseling pada mahasiswa. Dikarenakan gangguan psikiatrik tidak terlihat tetapi menyebabkan penderitaan, melemahkan, berdampak jangka panjang dan bisa merugikan orang lain. Dijelaskan sikap dosen wali dalam konseling yaitu respek, tidak menghakimi, memberikan perhatian, tenang, mau mendengar dan suportif dalam menghadapi mahasiswa. Lalu kegiatan diakhiri sesi tanya jawab dari peserta kepada pemateri.
 
Penulis: Fajar Mulya Utama (T.Elektro-2019)
Editor: M. Ismail

Program Studi Teknik Geomatika Dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Kegiatan Kuliah Umum

Universitas Jenderal A. Yani Kamis, (19/5) Program Studi Teknik Geomatika dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan kuliah umum secara online melalui zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa program studi teknik geomatika dan teknik sipil Universitas Jenderal A. Yani sebagai peserta dan Dr. Estu Kriswati S.T., M.Sc dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi (BRIN) sebagai narasumber.


Kuliah umum ini bertema “Peran Informasi Geospasial Dalam Mitigasi Bencana” yang di moderatori oleh Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T. (Kaprodi Teknik Geomatika). Dalam penyampaian materinya, Dr. Estu menyampaikan secara umum mengenai bencana alam, mitigasi bencana, dan informasi geospasial. Untuk informasi geospasial terdapat beberapa metode, antara lain informasi geospasial menggunakan peta yang dapat diperoleh dengan metode lokasi sumber bahaya dan lokasi peningkatan tekanan. Yang kedua, dengan peta geologi/peta bahaya/peta kawasan rawan bencana/kawasan terdampak yang dilihat dari warna dalam peta yang menunjukkan tingkat kerawanannya. Lalu ada informasi geospasial menggunakan site selection yang dapat diperoleh dari jalur dan lokasi pengungsian. Dan yang terakhir ada informasi geospasial urban planning dan informasi geospasial risk assessment.


Di sesi akhir ditutup dengan diskusi tanya jawab dan penyerahan piagam penghargaan kepada Dr. Estu Kriswati S.T., M.Sc.
 
Penulis : Lola Ivana Amelinda (Kimia 2019) – Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi 2019)
Editor: M. Ismail

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Webinar Tanggap Bencana Bersama BPBD

Universitas Jenderal A. Yani – Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani (CCU) sukses menggelar webinar tanggap bencana bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada hari Minggu (15/5) secara online. Kegiatan ini berjudul Webinar Kesiapsiagaan Bencana Nasional dengan tema Perguruan Tinggi Tanggap Bencana dan dibawakan oleh MC Chintya Putri Wijaya dan Dwi Rachma. Webinar juga dimoderatori oleh Ketua Harian CCU, Rina Sari, M.Psi., Psikolog. dan turut mengundang Drs. Edy Heryadi, M.Si. selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD sebagai pemateri.

Kegiatan diawali oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Jenderal A. Yani kemudian dilanjutkan dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh salah satu relawan CCU, Muhammad Fadhil Harmain. Setelah itu merupakan sambutan pertama oleh Ketua Pelaksana Webinar, Mia Aditya, yang memaparkan laporan kegiatan serta berharap bahwa dengan diselenggarakannya webinar ini mampu menambah wawasan akan hal mitigasi bencana baik untuk mahasiswa maupun kampus dan menjalin talisilahturahmi. Tak lupa juga memberikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya hingga acara ini dapat berjalan dengan baik.


Kemudian, sambutan dari Ketua Umum CCU, Afini Freud Dwi, M.Psi. mengatakan, “Semoga kegiatan ini dapat menjadikan bekal untuk semua Mahasiswa Unjani terkhususkannya untuk para relawan CCU.” Selanjutnya, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M, Ph.D, dalam sambutanya beliau mengatakan sangat bangga dengan para mahasiswanya karena telah membuat kegiatan yang menimba ilmu seperti ini. Rektor juga secara langsung membuka acara webinar ini secara resmi setelah menyampaikan sambutan.
Acara selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Pak Edy dan memaparkan bahwa kita harus mengenali terlebih dahulu apa itu bencana serta apa saja macam-macam bencana yang terjadi di Indonesia. Beliau menyampaikan arahan Presiden dalam Rakornas PB 2022 bahwa menekankan pada pembangunan sistem edukasi kebencanaan berkelanjutan di daerah rawan bencana.


Budaya sadar bencana harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat. Indonesia tangguh bencana harus dilakukan semua pihak, karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Dilanjutkan dengan pemaparan bagaimana cara memanajemn penanggulan bencana dan risiko bencana, serta peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana. Setelah semua dipaparkan dilanjut dengan kegiatan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Kemudian diakhiri dengan melakukan absensi dan sesi dokumentasi.

Webinar yang diselenggarakan oleh CCU dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2022. HKBN sendiri jatuh pada tanggal 26 April dengan dasar dibentuk atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu untuk dapat melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak. Namun, karena membutuhkan persiapan dan terjeda libur Idul Fitri, CCU baru bisa mengadakan webinar di tanggal 15 Mei 2022.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail/Humas

Kemhan RI Sosialisasikan Penerimaan Komcad Tahun 2022

Universitas Jenderal A. Yani – Kementerian Pertahanan RI (Kemhan RI) melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) melakukan sosialisasi tentang penerimaan Komponen Cadangan (Komcad) tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (19/4) secara virtual melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Jenderal A. Yani.


Sosialisasi penerimaan Komcad dimulai dengan sambutan dari Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. Rektor mengatakan bahwa Komcad ini sangat penting terhadap kita dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu, beliau juga berharap para mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani dapat bergabung dengan Komcad dan akan mendapatkan pelatihan militer khususnya kedisiplinan dan tepat waktu. Menurut Rektor, disiplin dan tepat waktu merupakan hal yang sangat penting karena akan berakibat fatal apabila tidak memiliki kedisiplinan dan ketepatan waktu.
Selanjutnya, paparan disampaikan oleh Brigjen TNI Fahrid Amran, S.H. selaku Dirsumdahan Ditjen Pothan Kemhan RI. Menurut beliau, landasan konstitusi Komcad yaitu UUD 1945 Pasal 27 dan Pasal 30, dimana setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Lalu, terkait dengan Potensi Pertahanan, Komponen Utama merupakan TNI yang saat ini berjumlah 445.030 orang terdiri dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Sedangkan Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan sarana-prasarana nasional.



Komponen Cadangan juga yaitu sumber daya nasional yang disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperkuat kekuatan Komponen Utama. Pada tahun 2022 ini, Komcad dikelompokkan menjadi tiga matra yakni Komcad Matra Darat, Matra Laut, dan Matra Udara. Tahapan pelaksanaan pembentukan Komcad yaitu pendaftaran, seleksi, latihan dasar kemiliteran, dan penetapan. Selain itu, dislokasi Komcad di tahun 2022 untuk Matra Darat berada di Kodam II/Sriwijaya, Kodam VI/Mulawarman, dan Kodam XIV/Hasanuddin. Matra Udara berada dibawah Kodiklatau, tepatnya di Pusdiklat Pasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. Sedangkan Matra Laut, berada dibawah Kodiklatal – Pusdikmar, Gunungsari, Surabaya, Jawa Timur.
 
Penulis: M. Ismail

Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Webinar Nasional Terkait Kebijakan IHT

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Kamis (14/4), Universitas Jenderal A. Yani (Unjani) sukses menggelar Webinar Nasional yang berkaitan dengan Industri Hasil Tembakau (IHT) secara online melalui Zoom Meeting. Webinar ini mengangkat tema Reorientasi Kebijakan IHT kepada Kepentingan Nasional dan Merdeka dari Intervensi Asing dan menghadirkan beberapa narasumber serta penanggap. Selain itu, penyelenggaraan webinar ini juga berkat kerjasama Universitas Jenderal A. Yani dengan GAPPRI (Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia).
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.40 WIB dan dimoderatori oleh Ronny Urban, seorang penyiar radio di Kota Bandung sekaligus juga alumnus dari Universitas Jenderal A. Yani Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan tahun 1996. Webinar dimulai dengan laporan kegiatan oleh Ketua Pelaksana, I Wayan Aditya Harikesa, S.IP., M.Si. dan dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor I Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si.


Dilansir dari Jabarekspres.com, penyelenggaraan webinar nasional ini menunjukkan Unjani senantiasa berkomitmen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang senantiasa adaptif dengan kebaruan ilmu pengetahuan khususnya dalam merespon fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu, lanjutnya, acara juga dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta keinginan dalam mereorientasi kebijakan IHT kepada kepentingan nasional dan merdeka dari intervensi asing, dengan target mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) baik S1 maupun S2 dan masyarakat umum sebagai sebagai bentuk edukasi yang lebih luas.
Selanjutnya, paparan disampaikan oleh Henry Najoan selaku Ketua Umum GAPPRI. Menurut Henry, mati hidupnya IHT bergantung pada regulasi dan regulasi yang berkeadilan menjadi kunci bagi IHT untuk tumbuh di Indonesia. Masih menurutnya, tekanan anti tembakau yang mendapat sponsor asing begitu kuat, sehingga kebijakan yang muncul menjadi sangat eksesif dan tidak objektif. Henry juga menyayangkan pemerintah yang selalu menentukan tarif CHT diatas nilai keekonomian.


Seharusnya, dengan mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, angkanya moderat dalam kondisi pandemi saat ini. Sangat perlu dilakukan pemulihan agar IHT dapat pulih kembali. Harapan GAPPRI terkait dengan hal ini yaitu, pemerintah dapat melakukan strategi extraordinary dalam pemberantasan rokok ilegal, pemerintah tidak melakukan Revisi PP No.109/2012, pemerintah tidak melakukan simplifikasi tarif cukai dan penggabungan SKM – SPM, dan terakhir, pemerintah membuat roadmap IHT yang berkeadilan, dengan melibatkan stakeholder dalam proses penyusunannya.
Sementara itu, dilansir dari Galamedia.pikiran-rakyat.com, Rektor Unjani yang juga sebagai Pakar Hukum Internasional Profesor Hikmahanto Juwana menilai saat ini ada upaya asing dalam mengambil pangsa pasar perokok Indonesia, melalui intervensi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan (PP 109/2012). “Banyak negara yang ingin ambil pangsa pasar perokok Indonesia, karena Indonesia memiliki pasar perokok yang besar dan banyak negara yang berniat menekan pasar domestik,\” paparnya. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga memiliki kemampuan ekspor tembakau dalam jumlah yang besar sehingga banyak negara lain khawatir Indonesia menguasai pangsa pasar perokok secara global. “Sekarang dunia ini sudah tidak lagi berebut wilayah, juga tidak lagi berebut pengaruh. Yang diperebutkan adalah pangsa pasar. Kita harus hati-hati,” tandasnya.
Melalui kegiatan Webinar Nasional ini, diharapkan menjadi wadah penyebaran informasi dan edukasi terkait reorientasi kebijakan publik yang seharusnya tetap mengacu pada kepentingan nasional dan masyarakat umum tanpa adanya intervensi kepentingan asing khususnya kebijakan terkait industri hasil tembakau. Kemudian webinar nasional ini juga menjadi sarana dalam memperdalam pemahaman tentang bagaimana mengimplementasikan kebijakan publik yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
Webinar Nasional berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan diakhiri dan ditutup dengan foto bersama lalu pemberian plakat dan sertifikat kepada moderator. Selain itu juga, diberikan kepada para narasumber serta penanggap yang hadir.
 
Sumber: Unjani Gelar Webinar Nasional Bertajuk “Reorientasi Kebijakan IHT Kepada Kepentingan Nasional Dan Merdeka Dari Intervensi Asing” (jabarekspres.com)
Banyak Negara Ingin Rebut Pangsa Pasar Perokok Indonesia, Unjani Gelar Webinar Soal Tembakau – Galamedia News (pikiran-rakyat.com)
Editor: M. Ismail

Penerima Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 Mengadakan Sharing Session Bersama Mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani

Universitas Jenderal A. Yani – Pada 31 Maret 2022, penerima Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 Universitas Jenderal A. Yani mengadakan sharing session secara online bersama mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani angkatan 2020 dan 2021. Diadakannya sendiri untuk bertukar pengalaman dan membantu calon pendaftar beasiswa 2022/2023.


Sharing session ini berisi pengenalan mengenai Djarum beasiswa plus atau disebut Beswan. Beswan merupakan beasiswa pendidikan berprestasi dari Djarum Foundation yang diperuntukan untuk semua jurusan ditingkat D4 atau S1. Tujuan dari beasiswa tersebut adalah untuk pengembangan hard skill dan soft skill. Keuntungan dari penerima beasiswa yaitu uang saku selama 1 tahun, pelatihan soft skill, mengikuti kompetisi nasional hingga internasional.


Terdapat tiga syarat umum bagi calon pendaftar Beswan yaitu sedang menempuh pendidikan S1 atau D4 dan sedang berada di semester IV, IPK minimum 3.20 di semester III dan mempertahankan hingga semester IV, aktif kegiatan organisasi dalam maupun luar kampus, dan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. Untuk syarat administratif yaitu bukti cetak PDF dari form pendaftaran online, Satu lembar pas foto ukuran 4×6 cm berwarna, memakai jas almamater, fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), transkrip nilai sampai dengan semester 3, yang telah dilegalisir otoritas kampus, salinan surat keterangan/sertifikat aktif berorganisasi dan atau sertifikat prestasi yang diikuti/dimiliki, surat keterangan dari kampus (Rektorat) bahwa tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. Pendaftaran dilakukan secara online dari tanggal 21 – 23 April.
 
Penulis: Fajar M. Utama (INKOM – Teknik Elektro 2019)
Editor: M. Ismail

Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan PFA

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Minggu (20/3), Crisis Center Universitas Jenderal Achmad Yani (CCU) telah melaksanakan pelatihan Psychological First Aid (PFA). PFA atau Pertolongan Psikologis Pertama (P3) dideskripsikan sebagai sebuah respons yang bersifat manusiawi dan supportif kepada sesama manusia yang sedang menderita atau memerlukan dukungan (Sphere, 2011 & IASC, 2007).


Dengan fokus utama dari CCU pada Krisis Kemanusiaan dan Bencana Alam. Pelatihan PFA ini menjadi wadah bagi para pengurus serta relawan agar lebih siap dalam menghadapi situasi dan kondisi saat terjun ke bencana alam dan krisis kemanusiaan lainnya. Pada pelatihan ini materi yang diberikan berupa, pengenalan apa itu PFA, bagaimana seseorang dapat membantu dengan bertanggung jawab, hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam PFA ini.


Selain itu, juga cara untuk peduli pada diri sendiri dan rekan kerja. Sebagai relawan kita harus peduli dengan keadaan fisik maupun psikis korban. Dengan pelatihan ini relawan akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam menangani korban saat terjun ke lapangan.
 
Sumber: Crisis Center Universitas Jenderal A. Yani
Editor: M. Ismail